Kesehatan

KESEHATAN
2 Maret 2021

Sakit Kepala Sebelah Kiri, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala sebelah kiri dapat memberikan efek yang tidak nyaman pada tubuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms mungkin pernah merasakan sakit kepala sebelah kiri. Saat mengalami kondisi ini Moms mungkin akan merasa tidak nyaman, bahkan tidak bisa melakukan berbagai kegiatan.

Saat mengalami sakit kepala sebelah kiri bisa jadi mengkhawatirkan jika tidak diketahui penyebabnya. Memahami jenis sakit kepala sebelah kiri dapat membantu Moms mendapatkan pengobatan yang tepat.

Jurnal American Family Physician menjelaskan, sekitar 50 percen orang dewasa di seluruh dunia sering mengalami sakit kepala.

Kondisi ini dienal sebagai sakit kepala primer karena tidak ada cedera atau kondisi yang mendasarinya.

Moms perlu tahu, hanya sebagian kecil sakit kepala disebabkan oleh sesuatu yang serius. Sehingga penting mengetahui perbedaan antara gejala sakit kepala primer dan kondisi yang lebih serius.

Baca juga: 5 Gejala Tak Biasa Migrain pada Anak, Bukan Cuma Sakit Kepala!

Penyebab Sakit Kepala Sebelah Kiri

sakit kepala kiri

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa sakit kepala primer dapat menyebabkan nyeri hanya di sisi kiri, sehingga sering disebut sakit kepala sebelah kiri. Sebagian besar penyebab umum tidak serius dan langsung ditangani.

Memahami penyebab dan gejala sakit kepala primer yang mungkin menyebabkan nyeri di sisi kiri dapat membantu membedakannya dari kondisi yang lebih serius.

Karena sakit kepala sebelah kiri bisa menjadi lebih serius jika tidak ditangani dengan baik dan diketahui penyebabnya. Beberapa kondisi yang menyebabkan sakit kepala sebelah kiri adalah sebagai berikut.

1. Migrain

Salah satu penyebab sakit kepala sebelah kiri adalah migrain. Migrain Research Foundation Journal menjelaskan, migrain mempengaruhi 12 persen orang di Amerika Serikat dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Migrain ditandai dengan sakit kepala parah, yang mungkin berdenyut-denyut dan biasanya terjadi di satu sisi kepala. Nyeri bisa dimulai di sekitar mata atau pelipis dan kemudian menyebar ke seluruh kepala.

Beberapa gejala yang mungkin terjadi saat Moms mengalami migrain adalah perubahan penglihatan, mual dan muntah, pusing, peka terhadap suara, cahaya, sentuhan atau bau. Moms mungkin juga mengalami mati rasa atau kesemutan yang sangat ekstrim di bagian wajah.

Migrain biasanya berlangsung selama 4-72 jam. Seseorang yang mengalami migrain mungkin merasa perlu berbaring.

Penyebab migren mungkin tidak sepenuhnya dipahami. Namun, hal itu diduga berkaitan dengan fungsi otak dan saraf atau pembuluh darah di sekitar otak menjadi lebih sensitif.

Selain itu, migrain juga bisa disebabkan oleh stress, salah konsumsi makanan, tidur terlalu lama atau cepat, lampur terlalu terang atau berkedip, suara keras yang terus menerus dan mencium bau yang menyengat.

2. Menstruasi

Sakit kepala sebelah kiri juga sering dikaitkan dengan menstruasi. National Headache Foundation menjelaskan, hampir 60 persen wanita di dunia mengalami sakit kepala sebelah saat menstruasi. Kondisi ini bisa terjadi sebelum, selama, atau setelah menstruasi dan selama ovulasi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa sakit kepala sebelah kiri selama menstruasi cenderung lebih intens, berlangsung lebih lama, dan memiliki rasa mual yang lebih signifikan daripada migrain yang tidak terkait dengan siklus menstruasi.

Selain perawatan standar untuk migrain, wanita yang mengalami sakit kepala sebelah saat menstruasi juga dapat memperoleh manfaat dari obat-obatan yang memengaruhi kadar serotonin serta perawatan hormonal.

Baca juga: Perbedaan Sakit Kepala dan Migrain pada Anak

3. Kehamilan

Moms yang sedang hamil juga bisa mengalami sakit kepala sebelah kiri.

Bagi banyak wanita, sakit kepala sebelah kiri mereka membaik selama kehamilan. Namun, mereka bisa menjadi lebih buruk setelah melahirkan karena perubahan hormonal yang tiba-tiba.

Sakit kepala selama kehamilan membutuhkan perhatian khusus untuk memastikan penyebab sakit kepala tersebut dipahami.

Sebuah penelitian kecil baru-baru ini menunjukkan bahwa wanita dengan migrain selama kehamilan mengalami tingkat yang lebih tinggi untuk mengalami kelahiran prematur atau awal, preeklamsia dan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah.

Obat migrain tertentu mungkin tidak dianggap aman selama kehamilan. Ini bisa termasuk aspirin. Jika Moms mengalami migrain selama kehamilan, konsultasikan dengan dokter untuk menemukan cara mengatasi migrain yang tidak akan membahayakan bayi Moms yang sedang berkembang.

4. Sakit Kepala karena Tegang

Sakit kepala karena tegang mencapai hingga 42 persen dari penyabab sakit kepala di seluruh dunia.

Kondisi ini biasanya akan terjadi di salah satu bagian kepala. Tidak heran kalau hal ini menjadi penyebab sakit kepala sebelah kiri. Namun, kondisi ini sangat jarang terjadi, biasanya sakit kepala karena ketegangan lebih sering menimpa ke seluruh kepala.

Sakit kepala karena tegang biasanya tidak separah migrain tetapi masih bisa menyebabkan banyak rasa sakit.

Beberapa gejala saat Moms mengalami sakit kepala karena tegang adalah rasa sakit yang menegang dan menekan yang mungkin dimulai di belakang mata dan menyebar ke seluruh dahi atau bagian belakang kepala.

Otot leher dan bahu terasa tegang. Kemudian rasa sakit sering kali terasa lebih buruk di penghujung hari atau menjelang tidur malam.

Sakit kepala tegang diduga disebabkan oleh ketegangan otot. Mereka cenderung dipicu oleh stress, ketegangan di leher atau bahu, postur tubuh yang buruk dan cedera leher yang pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Ini Penyebab Anak Sakit Kepala, Yuk Cari Tahu!

5. Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala sebelah kiri juga bisa disebabkan oleh sakit kepala cluster. Sekitar setengah juta orang Amerika akan mengalami sakit kepala cluster setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Sakit kepala cluster sangat menyakitkan dan ditandai dengan nyeri di satu sisi kepala. Gejalanya meliputi, nyeri di belakang satu mata, satu pelipis, atau satu sisi dahi. Moms juga bisa merasa sakit yang sangat hebat selama 5-10 menit.

Selain itu, sakit kepala cluster juga bisa ditandari dengan nyeri hebat berlangsung antara 30-60 menit, nyeri yang tidak terlalu hebat dapat berlanjut hingga 3 jam.

Gejala lain yang mungkin juga terjadi adalah hidung tersumbat atau meler, kelopak mata yang terkulai, mata merah, wajah memerah atau berkeringat.

Penyebab pasti sakit kepala cluster tidak diketahui, tetapi diyakini terkait dengan bagian otak yang disebut hipotalamus.

Sakit kepala cluster biasanya terjadi pada waktu yang sama setiap hari. Kondisi ini akan terjadi selama 4-12 minggu setelah serangan pertama.

Di negara empat musim, sakit kepala cluster yang menjadi penyabab sakit kepala sebelah kini sering terjadi pada musim semi atau musim gugur. Sayangnya, banyak orang yang acuh terhadap kondisi ini karena dianggap reaksi alergi pada musim-musim tersebut.

Kondisi Lain yang Menyebabkan Sakit Kepala Sebelah Kiri

sakit kepala sebelah

Foto: Orami Photo Stock

Selain tiga penyebab sakit kepala sebelah kiri yang sudah dijelaskan, ada kondisi lain yang juga bisa menyebabkan masalah ini.

Terkadang sakit kepala sebelah kiri bukanlah sakit kepala primer, tetapi karena kondisi yang mendasarinya. Mungkin saja, kondisi ini disebabkan oleh sesuatu yang lebih serius.

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya sakit kepala sebelah kiri antara lain, cedera, penyakit radang dan masalah pembuluh darah.

Kondisi mendasar yang kurang serius dan dapat menyebabkan sakit kepala sebelah kiri juga bisa disebabkan ketergantungan berlebihan pada obat penghilang rasa sakit dan sinusitis.

Kapan Harus Bertemu Dokter?

sakit kepala sebelah

Foto: Orami Photo Stock

Walaupun sakit kepala sebelah kiri bisa cepat diatasa, tetapi Moms tetap perlu berkonsultasi ke dokter saat mengalami kondisi ini.

Moms yang mengalami gejala dan berhubungan dengan kondisi mendasar sakit kepala sebelah kiri, sebaiknya segera menghubungi dokter.

Beberapa gejala sakit kepala sebelah kiri yang dianggap serius antara lain, penglihatan kabur, demam, dan berkeringat.

Selain itu, Moms juga harus segera menemui dokter jika mengalami beberapa kondisi berikut, sakit kepala pertama kali berkembang pada usia 50 tahun. Kemudian, seseorang yang mengalami perubahan pola sakit kepala yang signifikan.

Moms juga harus segera ke dokter jika mengalami sakit kepala terus bertambah parah, ada perubahan pada fungsi mental atau kepribadian seseorang, sakit kepala terjadi setelah pukulan di kepala dan kondisi sakit kepala yang membuat kehidupan sehari-hari tidak terkendali.

Baca juga: Sakit Kepala saat Hamil, Apakah Berbahaya? Simak Penjelasannya!

Cara Mengatasi dan Mencegah Sakit Kepala Sebelah Kiri

cara mengatasi sakit kepala

Foto: Orami Phoro Stock

Kebanyakan sakit kepala dapat diobati dengan obat pereda nyeri. Beberapa obat seperti, ibuprofen dan aspirin juga dapat mengobati sakit kepala sebelah kiri. Moms bisa membeli obat-obatan tersebut di apotek terdekat.

Selain itu, dokter mungkin meresepkan pereda nyeri yang lebih kuat atau pelemas otot ketika migrain atau sakit kepala tegang lebih parah. Sakit kepala cluster dapat diobati dengan pengobatan inhalasi oksigen murni.

Sakit kepala sebelah kiri juga bisa dicegah jika Moms mengikuti beberapa kebiasaan berikut ini.

1. Teknik Relaksasi

Yoga atau teknik relaksasi lainnya dapat membantu merilekskan tubuh dan pikiran. Relaksasi ini dapat mengurangi ketegangan otot, sehingga mengurangi sakit kepala karena tegang dan migrain yang dipicu oleh stres.

Moms bisa mencoba teknik relaksasi untuk mencegah terjadinya sakit kepala sebelah kiri. Moms bisa mencoba olahraga yoga minimal satu minggu sekali agar terhindar dari sakit kepala sebelah kiri.

2. Menghindari Makanan

Moms juga harus menghindari makanan pemicu terjadinya sakit kepala sebelah kiri.

Beberapa makanan yang harus dihindari antara lain, kafein, alkohol dan juga keju. Karena beberapa jenis makanan ini dipercaya dapat memicu terjadinya sakit kepala sebelah kiri.

3. Mengubah Pola Tidur

Sakit kepala sebelah kiri juga bisa disebabkan oleh pola tidur yang tidak baik. Moms yang kekurangan atau kebanyakan tidur mungkin akan mengalami sakit kepala sebelah kiri. Biasakan, tidur cukup ya Moms sekitar 6 – 8 jam setiap hari.

Baca juga: Sakit Kepala Saat Hamil, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

4. Minum Air Putih yang Cukup

Salah satu cara mencegah terjadinya sakit kepala sebelah kiri adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Dalam sehari, Moms disarankan untuk konsumsi 9 gelas air putih.

Minum air putih yang cukup merupakan salah satu cara paling mudah untuk mencegah terjadinya sakit kepala sebelah kiri.

5. Olahraga Teratur

Olahraga tidak hanya membantu mengurangi stres, tetapi juga menurunkan berat badan.

Para ahli percaya obesitas terkait dengan migrain. Pastikan untuk mulai berolahraga perlahan untuk melakukan pemanasan secara bertahap. Memulai terlalu cepat dan intens dapat memicu migrain.

Sakit kepala sebelah kiri mungkin dapat menjadi parah, melemahkan tubuh, dan menyababkan rasa tidak nyaman.

Banyak pilihan pengobatan yang tersedia, jadi bersabarlah untuk menemukan satu atau kombinasi yang terbaik untuk Moms.

Jangan lupa untuk selalu memantau rasa sakit dan gejala untuk mengidentifikasi pemicu sakit kepala sebelah kiri. Mengetahui cara mencegah sakit kepala sebelah kiri seringkali bisa menjadi langkah pertama dalam menanganinya.

Baca juga: Serba-serbi Tentang Sakit Kepala pada Anak

Moms demikian penjelasan mengenai sakit kepala sebelah kiri, penyebab dan cara mengatasinya. Semoha bermanfaat ya Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait