Kesehatan Umum

27 Oktober 2021

Penjelasan, Ciri, dan Cara Menghadapi Pelaku Manipulasi

Pernah bertemu orang yang suka melakukan manipulasi? Ini cara mengatasinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nevy
Disunting oleh Widya Citra Andini

Sesekali pasti Moms pernah mendengar kalimat manipulasi seperti, “Bukankah kamu yang melakukannya?”

Terdengar seperti menyalahkan, bukan? Nah, itu hanya salah taktik yang dilakukan sebagai upaya memanipulasi sekaligus membuat seseorang bingung.

Ini adalah segala taktik yang digunakan bertujuan untuk mendapatkan apa pun yang diinginkan. Selengkapnya, baca di bawah ini, ya.

Penjelasan Tentang Manipulasi

Penjelasan, Ciri, dan Cara Menghadapi Orang Manipulatif

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelum mengetahui ciri dan langkah mengatasinya, Moms harus mengetahui lebih dulu apa itu manipulasi.

Dilansir dari American Psychological Association, manipulasi adalah cara yang digunakan seseorang untuk mendapatkan keinginannya

Salah satu cara membahayakan yang umum dilakukan adalah gaslighting. Tindakan tersebut jelas salah, karena merugikan pihak lain.

Pasalnya, gaslighting membuat seseorang merasa bersalah, lemah, meragukan kebenaran diri sendiri, dan pasrah terhadap manipulasi orang lain.

Baca juga: 7 Tanda Hubungan Abusive, Bisa Berdampak Buruk bagi Fisik dan Kesehatan Mental

Ciri Seorang yang Manipulatif

Penjelasan, Ciri, dan Cara Menghadapi Orang Manipulatif

Foto: Orami Photo Stocks

Jika menunjukkan empati di hadapan orang yang manipulatif, Moms bisa menjadi sasaran empuknya.

Apalagi jika Moms sudah masuk ke dalam perangkapnya sekali. Bisa-bisa, Moms akan dimanfaatkan lagi dan lagi.

Dilansir dari Psychology Today, ada beberapa trik yang digunakan oleh seseorang yang manipulatif. Mereka dapat dilihat dengan ciri berikut ini:

1. Berbohong

Berbohong menjadi salah satu ciri orang manipulatif. Bisa dibilang, berbohong menjadi senjata ampuh bagi mereka.

Jika bersalah, alih-alih meminta maaf, mereka akan menyembunyikan rasa bersalah dengan mempermainkan fakta hingga Moms kebingungan.

Seorang manipulatif pandai melihat kesempatan untuk mendapatkan apa pun yang diinginkan. Jika perlu berbohong, pun mereka akan melakukannya. Sangat menyeramkan, bukan?

Mereka tidak segan untuk berbohong menyembunyikan hal-hal penting atau memutarbalikkan fakta.

Untuk mengetahui kebohongannya, Moms perlu mengulang-ulang pertanyaan. Mereka tidak akan memberikan jawaban yang konsisten.

Jika jawaban yang diberikan tidak jelas dan sesuai dengan pertanyaan, bisa jadi itu adalah tanda ia berbohong.

2. Menyangkal dan Menghindar

Menyangkal dan menghindari menjadi taktik manipulasi selanjutnya. Mereka menggunakan ini untuk membuat Moms bersimpati.

Pada awalnya, Moms merasa ia salah. Namun, dengan terus-menerus menyangkal pertanyaan, hal tersebut membuat Moms tidak yakin.

Jika Moms ragu dengan keyakinan awal bahwa ia salah, trik menyangkal akan membuat Moms memaafkan apa yang telah dilakukan.

Bukan hanya menyangkal saja, seseorang yang manipulatif juga terbiasa menghindar. Biasanya, mereka melakukan hal tersebut untuk menghindari tanggung jawab.

Contohnya adalah menolak untuk membicarakan masalah ketika Moms ingin mendiskusikannya.

Baca juga: Histrionik, Gangguan Kepribadian yang Manipulatif dan Ingin Jadi Pusat Perhatian

Hal tersebut menjadi salah satu cara yang umum dilakukan oleh orang manipulatif. Dalam menghindari pertanyaan, mereka akan sedikit menyentak.

Kalimat yang umum digunakan adalah, “Jangan mengutarakan pertanyaan yang sama terus-menerus. Itu sangat mengganggu.”

Hal tersebut membuat Moms merasa bahwa tindakan tersebut memang mengganggu. Akhirnya membuat Moms tidak ingin membahasnya lagi.

3. Menyalahkan dan Merendahkan Orang Lain

Pelaku selalu menyalahkan orang lain ketika melakukan kesalahan. Kesalahan yang ia buat justru menjadi senjata untuk membuat orang lain merasa bersalah.

Tidak sampai di situ saja, seorang manipulatif akan membuat Moms merasa lemah. Cara yang dilakukan adalah merendahkan Moms di depan orang lain.

Hal-hal yang biasa dilakukan pelaku adalah mendikte kejelekan, ketidakmampuan, atau segala macam kekurangan Moms.

4. Mengintimidasi dan Bertindak seperti Korban

Pelaku kerap mengintimidasi lawannya. Alih-alih dengan ancaman, mereka cenderung melakukan dengan kata-kata yang halus.

Taktik ini dilakukan agar Moms merasa takut dan menyerah. Jika cara tersebut tidak berhasil, pelaku cenderung akan menempatkan diri seolah-olah sebagai korban.

Pelaku biasanya akan menunjukkan jika ia adalah orang yang paling menderita dan menyesal akan hal yang terjadi.

Hal tersebut juga dilakukan untuk membangun simpati lawan bicara. Jadi, jangan sampai terjebak dengan rayuannya, ya, Moms.

Cara Menghadapi Pelaku Manipulatif

Penjelasan, Ciri, dan Cara Menghadapi Orang Manipulatif

Foto: Orami Photo Stocks

Dilansir dari Healthline, salah satu cara menghadapi pelaku adalah dengan metode grey rock alias memiliki sikap “masa bodoh” atau “bodo amat”.

Pelaku umumnya sangat menyukai drama. Mereka mengetahui orang mana saja yang bisa dimanfaatkan atau memiliki rasa empati yang tinggi.

Kemudian, mereka menarik perhatian dengan menjual kisah sedih hidupnya dengan berbohong atau melebih-lebihkan.

Pelaku tidak suka dengan orang yang cuek atau berperilaku acuh tak acuh. Mereka berpikir jika orang tersebut membosankan.

Selain itu, Moms bisa melakukan beberapa trik di bawah ini untuk menghadapi pelaku manipulasi:

1. Bersikap Datar

Pelaku mengharapkan hubungan yang dinamis dengan lawan bicara. Jika dianggap tidak berkesan, pelaku akan berulah.

Contohnya saja berselingkuh saat pasangannya mulai membosankan. Saat ketahuan, ia akan menyalahkan pasangannya.

Bisa dibilang, pelaku akan berbalik memposisikan dirinya sebagai korban. Jika tiba-tiba pelaku memutuskan hubungan, sebaiknya terima saja.

Jangan meminta maaf. Apa pun yang pelaku lakukan, cobalah untuk bersikap datar. Tidak menggubrisnya akan menghentikan kepuasan egonya.

2. Katakan “Tidak Tahu”

Katakan tidak tahu jika memang malas berkomunikasi dengan pelaku. Mereka cenderung memberi pertanyaan yang menjebak.

Hal tersebut dilakukan untuk melihat apakah ada celah antara kalian. Jika dilihat ada, pelaku mungkin saja akan melakukan trik selanjutnya.

3. Minim Interaksi

Selain mengatakan tidak tahu untuk memutus percakapan, lebih baik jika Moms tidak berinteraksi langsung.

Pilih media komunikasi lain, seperti telepon, chat, atau email. Jika untuk urusan pekerjaan, Moms sebaiknya profesional.

Jika memang diharuskan untuk berinteraksi langsung, batasi interaksi atau berkomunikasi seperlunya saja.

4. Jangan Menjelaskan

Langkah mengatasi selanjutnya dilakukan dengan jangan membuat diri terlihat menonjol atau menunjukkan kelemahan.

Pelaku biasanya memanfaatkan hal-hal tersebut untuk keuntungannya sendiri di kemudian hari.

Sebaiknya perlakukan pelaku sebagai orang asing yang tidak memiliki hubungan emosional apapun.

Jangan menjelaskan berbagai hal terlalu detail. Ingat, Moms tidak punya kewajiban untuk berbagi hal-hal yang bersifat pribadi dengan pelaku.

Baca juga: 6 Tips Memutus Lingkaran Toxic Parenting dan Bina Hubungan Sehat dengan Anak

Moms perlu memahami jika tujuan seorang manipulatif adalah mencari dan mengeksploitasi kelemahan orang lain.

Jika masuk ke dalam jebakannya, Moms bisa saja merasa rendah diri, bahkan menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa melakukan hal tertentu.

Ingatlah jika tidak dapat melakukan hal tertentu bukan merupakan kesalahan. Jangan merasa diri sendiri yang terburuk.

Moms hanya masuk ke dalam jebakannya dan termanipulasi, sehingga lebih mudah menyerahkan hak, bahkan kekuasaan atas diri sendiri.

Jika memang Moms bertemu dengan orang semacam ini, sebaiknya pertimbangkan hubungan sebelum melangkah ke jenjang lebih lanjut ya.

Jika sudah terdesak dengan keadaan, sebaiknya Moms bertanya pada diri sendiri. Pertimbangkan beberapa hal berikut ini?

  1. Apakah orang tersebut memperlakukan saya dengan hormat?
  2. Apakah orang tersebut memberikan harapan dan tuntutan yang masuk akal?
  3. Apakah orang tersebut membuat saya merasa nyaman dengan diri saya?

Jika semua jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak, sudah seharusnya Moms menjauhi orang tersebut.

Dengan kata lain, sejumlah pertanyaan tersebut memberi petunjuk tentang seberapa penting menjalin hubungan dengan pelaku manipulasi.

  • https://psycnet.apa.org/record/1987-28112-001
  • https://www.psychologytoday.com/us/blog/toxic-relationships/201907/covert-tactics-manipulators-use-control-and-confuse-you
  • https://psychcentral.com/lib/tactics-manipulators-use-to-win-and-confuse-you#1
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait