Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
05 Desember 2022

17 Tanaman Apotek Hidup dan Manfaatnya untuk Kesehatan, Cocok Ditanam Di Rumah

Yuk, mulai berkebun di rumah dengan menanam apotek hidup!
17 Tanaman Apotek Hidup dan Manfaatnya untuk Kesehatan, Cocok Ditanam Di Rumah

Buat Moms dan Dads yang memulai hobi berkebun, tanaman apotek hidup bisa menjadi salah satu pilihan untuk ditanam di rumah, lho.

Selain bisa dijadikan sebagai tanaman hias, jenis tanaman ini juga memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan.

Ya, sesuai banget dengan namanya, apotek hidup.

Beberapa orang juga menyebutnya sebagai tanaman herbal atau tanaman obat keluarga.

Dengan tanah Indonesia yang subur dan iklim yang mendukung, tanaman jenis ini dapat tumbuh sepanjang tahun dan tidak terlalu sulit untuk merawatnya.

Baca Juga: 9 Rekomendasi Obat Gerd di Apotek dan Bahan Alami, Coba Konsumsi Semangka dan Pisang, Moms!

Apa Itu Apotek Hidup?

Ragam Tanaman

Foto: Ragam Tanaman

Apotek hidup adalah memanfaatkan sebagian tanah pekarangan rumah untuk ditanami tanaman obat-obatan sebagai obat jika ada anggota keluarga yang sakit.

Masyarakat Indonesia sangat menyukai obat-obatan tradisional atau obat herbal.

Mereka percaya, obat-obatan tradisional lebih aman karena berasal dari bahan alami.

Selain itu, obat herbal ini dipercaya memiliki efek samping yang lebih sedikit dibanding obat-obatan yang diproduksi pabrik.

Tidak hanya itu, banyak tanaman obat yang memiliki penampilan yang cantik sehingga bisa menjadi tanaman hias.

Baca Juga: Sejarah, Jenis, dan Tips Merawat Kucing Kampung, Catlovers Wajib Tahu!

Jenis-Jenis Tanaman Apotek Hidup dan Manfaatnya

Berkebun

Foto: Berkebun (rhs.org.uk)

Ada banyak jenis tanaman apotek hidup dengan manfaat kesehatan yang beragam bisa Moms tanam di pekarangan rumah.

Selain bisa dimanfaatkan untuk mengatasi keluhan ringan seperti sakit perut, batuk ataupun demam.

Menurut jurnal Pubmed, beberapa tanaman tertentu bahkan efektif untuk mencegah penyakit berat seperti jantung, kanker hingga diabetes, lho.

Nah, dari sekian banyak tanaman apotek hidup, tanaman berikut bisa jadi pilihan untuk ditanam di halaman ataupun kebun di rumah. Apa saja ya, Moms?

1. Temulawak

Temulawak

Foto: Temulawak

Tanaman apotek hidup yang mudah didapatkan salah satunya adalah temulawak.

Sekilas temulawak hampir mirip dengan kunyit, tetapi kalau dilihat lebih jelas kamu pasti tahu bedanya.

Manfaat temulawak sebagai bahan obat sudah teruji secara ilmiah, sehingga sering digunakan sebagai kandungan obat-obatan maupun suplemen.

Mengandung senyawa kurkumin, temulawak memberi manfaat seperti menambah nafsu makan, mengobati sembelit, masuk angin dan penyakit yang berhubungan dengan ginjal.

2. Daun Pegagan

Daun Pegagan

Foto: Daun Pegagan (www.sehatq.com)

Daun pegagan bermanfaat untuk memperlancar sirkulasi darah dalam tubuh hingga menurunkan demam.

Beberapa orang juga menggunakan tanaman apotek hidup ini untuk menghentikan perdarahan pada luka, terutama luka jatuh atau tergores.

Kandungan anti-inflamasi di dalamnya berperan penting untuk mengatasi jerawat.

Meski sering ditemukan tumbuh liar, namun daun pegagan punya banyak manfaat baik.

Baca Juga: 6 SD Islam Terbaik di Cimahi, Salah Satunya adalah Plus Elementary School Nurul Aulia!

3. Tanaman Puring

Tanaman Puring

Foto: Tanaman Puring (shutterstock.com)

Selain tergolong tanaman apotek hidup, tanaman puring juga dimanfaatkan sebagai tanaman hias untuk mempercantik pekarangan rumah.

Tanaman puring tertentu mengandung zat alkaloids dan flavonoid yang berkhasiat untuk meredakan kesulitan BAB, diare dan demam.

Perlu diingat kalau tidak semua jenis tanaman puring memiliki manfaat yang baik, ada puring tertentu yang beracun dan berbahaya jika tertelan terutama oleh anak-anak.

Jadi, pilih jenis puring yang aman untuk ditanam di rumah ya.

4. Lidah Buaya

Lidah Buaya

Foto: Lidah Buaya (medicalnewstoday.com)

Tanaman apotek hidup yang tak kalah bermanfaat adalah lidah buaya atau aloe vera.

Mengutip Medical News Today, lidah buaya memiliki sifat anti bakteri, anti virus dan antiseptik.

Mengandung zat antioksidan disebut polifenol, tanaman ini berkhasiat untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.

Selain itu, lidah buaya bisa digunakan sebagai obat topikal dengan cara mengoleskannya pada kulit.

Itulah kenapa, lidah buaya sering dimanfaatkan untuk penyembuhan luka bakar.

Baca Juga: 10 Inspirasi Gaya Foto Berdiri untuk Wanita dan Pria, Anti Canggung!

5. Tomat

Tomat

Foto: Tomat

Tomat termasuk tanaman yang wajib ditanam di rumah karena sering dikonsumsi setiap hari.

Dijadikan sebagai lalapan, bahan masakan, jus maupun untuk salad.

Tomat kaya akan vitamin dan mineral sehingga memiliki segudang manfaat bagi tubuh.

Manfaatnya antara lain menjaga kesehatan jantung, mengontrol tekanan darah dan mencegah sembelit.

Bagi perempuan, tomat berkhasiat menjaga kesehatan kulit karena tinggi kandungan vitamin C.

6. Jahe

Jahe

Foto: Jahe

Jahe sering diramu sebagai minuman karena manfaatnya untuk menghangatkan tubuh.

Manfaat jahe bukan itu saja, tanaman asal Asia Tenggara ini juga bisa digunakan untuk memperlancar sistem pencernaan.

Khasiatnya juga dirasakan ibu hamil terutama pada trimester pertama karena efektif meredakan morning sickness.

Baca Juga: 7 Model Rambut Korea Wanita ala Idol Kpop, Ada Wendy dan Woyoung

7. Jeruk Nipis

Jeruk Nipis

Foto: Jeruk Nipis

Tanaman jeruk nipis cocok untuk ditanam di rumah karena banyak bagiannya yang bermanfaat.

Daun jeruk nipis dapat digunakan untuk menambah aroma masakan, dan buahnya kaya akan antioksidan dan vitamin C.

Kandungan ini bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan berkhasiat untuk meredakan batuk.

8. Kumis Kucing

Kumis Kucing

Foto: Kumis Kucing

Tanaman kumis kucing selain sebagai penghias rumah juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman apotek hidup.

Beberapa manfaat tanaman kumis kucing adalah menurunkan kadar gula darah, membantu meredakan rematik dan masuk angin.

Meramunya menjadi obat herbal cukup mudah.

Ambil beberapa helai daun kumis kucing, kemudian rebus, dan minum air rebusannya 3 kali sehari.

9. Sereh

Sereh

Foto: Sereh

Selain menambah aroma pada masakan, sereh juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Beberapa penelitian menemukan kalau sereh memiliki sifat anti bakteri dan anti jamur.

Beberapa manfaat sereh di antaranya membantu mengatasi gangguan pencernaan, memberikan efek antioksidan dengan mengeluarkan racun dalam tubuh, hingga mengontrol tekanan darah dan kadar gula dalam darah.

Sereh mengandung vitamin C untuk meningkatkan daya tubuh dan menjaga kesehatan kulit.

Baca Juga: Pil Tuntas: Keterangan, Dosis, Efektivitas dan Efek Samping

10. Daun Pandan

Daun Pandan

Foto: Daun Pandan

Tak banyak yang tahu kalau daun pandan ternyata memiliki khasiat penting bagi kesehatan.

Selama ini kita hanya menggunakan daun pandan untuk memasak, tanpa tahu manfaat baiknya yang lain.

Mengutip Healthline, daun pandan kaya akan beta karoten dan zat besi.

Beta karoten berperan penting untuk menjaga kesehatan mata dan kekebalan tubuh.

Sedangkan, zat besi untuk mencegah anemia atau kurang darah.

Temuan lain mengungkapkan bahwa kandungan daun pandan juga bisa mengatasi rasa nyeri dan membantu mengelola kadar gula dalam darah.

Wah, tak disangka manfaatnya banyak juga ya!

11. Melati

Melati

Foto: Melati (gilmour.com)

Tanaman apotek hidup lainnya yang tak kalah bermanfaat adalah melati.

Selama ini bunga melati sering dikaitkan dengan hal mistis dan sering digunakan untuk ritual kecantikan.

Lebih daripada itu, melati bagus bagi kesehatan mental karena aromanya yang wangi membantu kita lebih rileks.

Bunga melati juga memiliki sifat anti-septik untuk menyembuhkan luka.

Untuk orang-orang yang memiliki gangguan tidur seperti insomnia, dapat memanfaatkan bunga melati dengan diramu menjadi teh dan diminum secara rutin.

Senyawa penenang dalam melati dipercaya menenangkan saraf dan memperbaiki pola tidur yang tidak teratur.

Tertarik untuk mencobanya?

12. Begonia

Begonia

Foto: Begonia

Bunga begonia memiliki kandungan zat seperti alkaloid, vitamin C dan asam karbolik yang diyakini bermanfaat untuk mengobati penyakit ringan seperti flu dan gangguan pencernaan.

Tanaman apotek hidup yang satu ini juga bisa membantu mengurangi nyeri haid dan mengatasi keputihan.

Bagian batang begonia dapat dikonsumsi tanpa dimasak terlebih dahulu, dan sering menjadi bahan makanan bagi orang-orang yang bertualang di hutan.

Baca Juga: 8 Resep dan Cara Membuat Infused Water, Cocok untuk Program Diet!

13. Sirih

Daun Sirih

Foto: Daun Sirih (Freepik.com)

Daun sirih bukan hanya dikonsumsi dengan cara dikunyah, namun juga bisa direbus dan diambil khasiatnya. Manfaat rebusan daun sirih juga tidak kalah banyak.

Daun sirih mengandung sejumlah bahan aktif yang konsentrasinya bergantung pada jenis tanaman, musim, dan cuaca saat itu. 

Namun yang jelas, daun sirih paling dikenal karena aromanya yang datang dari kandungan afenol (chavicol), yang juga dapat berfungsi sebagai zat antiseptik.

Riset terbitan Journal of Physics: Conference Series menyatakan bahwa ekstrak daun sirih mampu menurunkan kadar asam urat.

14. Mahkota Dewa

Mahkota Dewa

Foto: Mahkota Dewa

Mahkota dewa atau Phaleria macrocarpa adalah tanaman yang berasal dari Papua.

Beberapa bahan yang terkandung dalam buah mahkota dewa adalah saponin, flavonoid, serta polifenol.

Bahan-bahan tersebut tergolong ke dalam antioksidan, sehingga mampu menangkal efek dari radikal bebas yang masuk ke tubuh.

Baca Juga: Pahami Gejala HIV pada Anak dan Dewasa, serta Penyebab, Diagnosis, Juga Cara Pencegahan Penularannya

15. Daun Salam

Daun Salam

Foto: Daun Salam (Orami Photo Stocks)

Daun salam merupakan salah satu rempah-rempah yang paling sering digunakan di masakan Indonesia.

Selain memang bisa membuat makan menjadi lebih sedap, daun yang satu ini memang memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Penelitian membuktikan bahwa daun salam bisa membantu penderita diabetes tipe 2.

Perannya adalah dalam mengatur metabolisme kadar gula dalam darah.

Tak hanya itu, daun salam juga bisa mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan di sisi lain meningkatkan kolesterol baik (HDL) pada penderita diabetes tipe 2.

16. Bawang Merah

Bawang Merah

Foto: Bawang Merah

Semua tahu kalau bawang merah adalah bumbu dasar untuk berbagai jenis masakan.

Aroma yang harum dan rasa khasnya menambah kenikmatan makanan. 

Namun, mungkin hanya sedikit yang tahu bawang merah punya manfaat begitu luas untuk kesehatan tubuh.

Dikutip dari penelitian terbitan Journal of Food and Drug Analysis, manfaat irisan bawang merah mampu bekerja sebagai antibakteri yang dapat melawan bakteri seperti Bacillus cereus, Pseudomonas aeruginosa, E.coli, dan S.aureus.

17. Mengkudu

Mengkudu

Foto: Mengkudu

Mengkudu atau noni adalah pohon yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, Tahiti, Hawai, Australia, dan India.

Manfaat buah mengkudu sudah dikenal sejak jaman dahulu.

Buah ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional di daerah-daerah tersebut.

Selain buahnya, daun, kulit pohon dan akar mengkudu juga kerap dijadikan bahan dalam ramuan obat tradisional. 

Buah mengkudu mengandung banyak antioksidan dan vitamin, yang utamanya adalah beta karoten, iridoid, vitamin C dan vitamin E.

Antioksidan ini mencegah kerusakan sel-sel tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas.

Tubuh memerlukan antioksidan serta radikal bebas dalam jumlah yang berimbang untuk mencapai kondisi kesehatan yang optimal.

Baca Juga: Bacaan Selawat Jibril serta Keutamaannya, Dibukakan Pintu Rezeki oleh Allah!

Well, itulah jenis-jenis tanaman apotek hidup yang bermanfaat untuk kesehatan.

Tak hanya memberi manfaat yang baik bagi tubuh, tanaman-tanaman di atas juga bisa mempercantik pekarangan rumah dan bisa pula menjadi bahan masakan.

Yuk, tanam di rumah, Moms!

  • http://riset.unisma.ac.id/index.php/JP2M/article/view/8762
  • https://www.healthline.com/nutrition/turmeric-and-ginger#_noHeaderPrefixedContent
  • https://www.healthline.com/nutrition/pandan#benefits
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/318591#antioxidant-and-antibacterial-effects
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17022438/
  • https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1146/1/012007/pdf
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29567221/