Kesehatan

KESEHATAN
25 November 2020

Apa Perbedaan Sakit Pinggang saat Haid dan Hamil?

Apakah perbedaan sakit pinggang saat haid dan hamil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Sakit pinggang yang dirasakan saat haid dan hamil kadang memiliki kemiripan. Sebagian besar gejala gejala premenstrual syndrom (PMS) atau sindrom pramenstruasi hampir serupa dengan gejala hamil, jadi wajar jika Moms seringkali salah mengira gejala haid sebagai tanda kehamilan.

Wanita yang melacak suhu tubuh basal mereka mungkin akan lebih mudah untuk mengidentifikasi gejalanya.

The Journal of Physical Therapy Sciences mengutarakan, nyeri pinggang pada wanita hamil sekitar 80% dirasakan pada bagian lumbal dan sakroilaka. Sakroiliak terletak di atas tulang ekor dan dekat tulang pinggul. Sedangkan lumbal terletak di tulang belakang atau punggung.

Area ini menjadi sakit yang kerap dirasakan oleh wanita hamil pada umumnya. Namun, bagi mereka yang sering terlambat haid akan sulit menentukan beda gejala PMS dan haid.

Sakit Pinggang saat Haid

Sakit pinggang saat haid

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Virginia Spine Institute, nyeri pinggang menjelang haid biasanya sakit pada jaringan otot. Ini umumnya disebabkan oleh perubahan hormon.

Hormon prostaglandin yakni hormon yang dilepaskan selama siklus menstruasi untuk mendorong terjadinya kontraksi pada bagian rahim.

Hormon ini yang menyebabkan sakit pinggang pada saat menjelang atau hari haid. Kondisi ini yang biasanya disebut kontraksi, menyebabkan sakit pinggang dan dapat menjalar hingga ke perut dan punggung.

Baca Juga: Ketahui 5 Jenis PMS yang Dialami oleh Wanita yang Bisa Mengganggu

Wanita yang memiliki endometriosis kerap merasakan gejala sakit pinggang ini selama siklus menstruasi.

Seorang dokter kandungan, Adrienne Potts mengatakan banyak faktor yang dapat menyebabkan sakit pinggang akibat haid.

Misalnya, ada kondisi rahim terbalik. Ini dapat membuat beberapa wanita mengalami kram di bagian pinggang atau di bagian perut.

“Sulit untuk menguraikan penyebabnya tanpa pemeriksaan yang lebih mendalam, terutama dalam memisahkan nyeri yang lebih 'khas' yang biasanya dialami wanita dari nyeri yang dapat menunjukkan kondisi sekunder,” ujar Dr. Potts.

Biasanya sakit pinggang saat haid berangsur membaik saat bertambahnya umur.

Baca Juga: Ibu Hamil Yuk, Mengenal Lebih Jauh Parasetamol

Sakit pinggang saat haid ini juga disertai dengan gejala dismenore. Menurut Medical Journal of Lampung University, dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari rahim saat masa haid. Rasa nyeri ini timbul bersamaan di awal dan pertengahan menstruasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi orang merasakan gejala ini adalah faktor usia, riwayat keluarga, indeks masa tubuh yang tidak normal, sering konsumsi makanan cepat saji, terpapar asap rokok dan lainnya.

Meski gejala ini mengalami perbedaan di setiap orang, untuk memastikan, lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan ya, Moms. Apalagi kerap merasakan sakit pinggang yang berlebihan tidak kunjung reda.

Sakit Pinggang saat Hamil

Sakit pinggang saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Sakit pinggang juga kerap dialami pada masa kehamilan. Ini adalah umum terjadi, apalagi terutama pada tahap awal.

Bedanya dengan PMS atau masa haid, sakit pinggang saat kehamilan lebih terasa lama beberapa hari.

Selama kehamilan, ligamen di tubuh akan menjadi lunak dan akan merenggang untuk mempersiapkan kehamilan.

Pergerakan ini dapat membebani sendi punggung bawah, pinggang dan pinggul.

Baca Juga: 12 Penyebab Telat Haid, Tidak Selalu Karena Hamil Lho

Selain itu, stres juga pemicu sakit pinggang pada masa kehamilan. Stres meningkatkan nyeri otot dan kekakuan pada sendi.

Hormon juga dapat mempengaruhi kondisi ini.

Melansir Healthline, sakit pinggang saat hamil juga dapat disertai dengan gejala seperti ditusuk dan membakar di area punggung bawah. Nyeri di satu sisi area kanan atau kiri punggung bawah.

Nyeri ini juga menjalar ke bagian belakang paha dan tungkai atau hampir sama dengan nyeri panggul.

Di sebagian orang, nyeri pinggang berlebihan juga ditandai dengan ketidakmampuan untuk berjalan dengan normal.

Mengatasi Sakit Pinggang PMS dan Hamil

Dalam mengurangi sakit pinggang saat haid dan hamil, biasanya sebagian wanita mengkonsumsi obat anti radang untuk meredakan gejala.

Namun ternyata ada hal lain yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit pinggang, simak berikut ini.

1. Olahraga Teratur

Olahraga atasi sakit pinggang haid dan hamil

Foto: Orami Photo Stock

Berolahragalah secara teratur. Studi menunjukkan bahwa wanita yang kerap berolahraga secara teratur, tidak terlalu sering merasakan kram pinggang pada saat haid.

Berolahraga seperti kardio atau berlari dapat menjadi pilihan Moms.

Melansir Well and Good, dengan aerobik tiga kali seminggu dapat membantu meredakan nyeri haid. Ini juga perlu dilakukan latihan rutin yang konsisten.

Baca Juga: Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Tanda Haid

2. Mengompres Handuk Panas

Untuk meredakan sakit pinggang, dengan mengompres dengan handuk panas cukup membantu mengurangi kram perut.

Mengoleskan atau mengompreskan handuk panas dapat meredakan gejala PMS dan sakit pinggang akibat hamil.

Menggunakan krim panas juga diklaim efektif dalam mengurangi nyeri di bagian yang sakit.

Selain menggunakan handuk panas, Moms juga bisa mandi air hangat. Hal ini akan membantu melemaskan otot yang tegang dan kaku akibat kontraksi berlebihan, sehingga mengurangi nyeri.

3. Minum Banyak Air

Minum air untuk meredakan sakit pinggang

Foto: Orami Photo Stock

Minum air cukup memang diharuskan agar badan tidak dehidrasi. Dengan membiasakan minum air tiap harinya, maka nyeri pinggang akan berkurang.

Selain untuk meredakan, minum air putih juga dapat menjaga kestabilan tubuh.

Perhatikan juga pola makan yang sehat dan konsumsi suplemen nutrisi kaya akan vitamin B dan magnesium.

Baca Juga: Minum yang Banyak, Ini Khasiat Air Mineral untuk Kesehatan yang Tidak Terduga

4. Yoga

Banyak wanita yang merasakan lebih rileks setelah beryoga. Yoga juga dapat menenangkan dan menyembuhkan rasa nyeri pinggang saat haid atau hamil.

Beberapa penelitian juga mengatakan yoga dapat mengurangi nyeri haid, meskipun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Namun ini dapat menjadi alternatif Moms selain berlari atau aerobik.

5. Peregangan

Peregangan atasi nyeri pinggang

Foto: Orami Photo Stock

Moms dapat melakukan peregangan untuk meredakan sakit pinggang saat haid dan hamil. Ini juga untuk meredakan kram sekitar perut.

Cobalah untuk berdiri tegak kemudian lakukan gerakan badan memutar ke kiri dan ke kanan.

Lakukan dengan perlahan dan ulangi gerakan.

Meski tidak menyembuhkan, dengan melakukan peregangan maka otot akan mengendur.

Baca Juga: Berhubungan Seks di Awal Haid, Bisakah Hamil?

Perbedaan Gejala Haid dan Hamil

Gejala Hamil

Foto: Orami Photo Stock

Selain sakit pinggang, kerap kali wanita hamil dan haid juga merasakan gejala lain seperti mual, muntah, pusing dan payudara sakit.

Berikut ini perbedaan gejala haid dan hamil yang kerap dirasakan wanita.

1. Mual dan Muntah

  • Gejala PMS:

Sebagian wanita 1-2 hari sebelum haid merasakan gejala mual hingga muntah. Rasa tidak enak di perut ini menyebabkan rasa ingin muntah atau mengeluarkan sesuatu.

Kerap disertai dengan pusing atau sakit kepala. Namun tidak semua wanita merasakan gejala ini menjelang haid.

  • Gejala hamil:

Para ahli mengatakan bahwa mual muntah dimulai selama tiga minggu pertama kehamilan, dan tidak setiap wanita mengalami mual muntah.

Salah satu penelitian American Pregnancy Association menunjukkan bahwa mual dan muntah dapat menjadi salah satu gejala kehamilan.

Biasanya terjadi di minggu ke 6 kehamilan. Meskipun sering dialami di pagi hari atau morning sickness, tak jarang juga ada merasakan di setiap waktu.

Bagi kebanyakan wanita, mual ini akan berhenti setelah minggu ke-12 kehamilan.

2. Payudara Nyeri dan Bengkak

  • Gejala PMS:

Wanita pada usia subur cenderung lebih mengalami payudara nyeri dan bengkak pada sekitar paruh kedua siklus haid.

Gejala ini juga bervariasi dari pada tiap wanita, bisa ringan sampai parah sebelum haid dan berangsur-angsur reda seiring menstruasi berlangsung.

  • Gejala hamil:

Payudara nyeri dan bengkak bisa terjadi minimal dua minggu setelah pembuahan dan bahkan berlangsung lebih lama selama kehamilan. Gejala ini disebabkan oleh peningkatan kadar progesteron di dalam tubuh.

Baca Juga: 3 Hal yang Akan Dialami saat Hamil 18 Minggu, Bersiap ya Moms!

3. Kram Perut dan Bercak Darah

  • Gejala PMS:

Sedikit bercak atau kram perut selama PMS biasa terjadi dan keparahannya bervariasi sesuai dengan faktor genetik dan tubuh wanita.

Kram atau dismenore adalah gejala PMS yang umum pada wanita antara waktu 24 sampai 48 jam sebelum haid. Saat perdarahan dimulai, rasa sakit berkurang dan perlahan hilang saat menstruasi berakhir.

  • Gejala hamil:

Ketika telur yang telah dibuahi menempel ke dinding rahim, hal ini menyebabkan sedikit flek atau kram selama kehamilan dini yang disebabkan karena pendarahan implan.

Banyak wanita mengalami nyeri perut ringan bersamaan dengan munculnya bercak darah tersebut.

4. Perubahan Emosional

  • Gejala PMS:

Setiap wanita mengalami perubahan suasana hati dan lebih sensitif selama beberapa hari sebelum siklus menstruasi dan merasakan hormon mereka di luar kendali.

  • Gejala hamil:

Perubahan hormonal dalam tubuh wanita hamil membuatnya sangat emosional, suasana hati berubah-ubah dan lebih sensitif, yang berlangsung lebih dari beberapa hari setelah periode menstruasi.

Baca Juga: 6 Manfaat Mengejutkan dari Menstruasi

5. Berat Badan Naik dan Kembung

  • Gejala PMS:

Tubuh wanita mempertahankan kadar air tinggi sebelum PMS, sehingga menyebabkan kembung. Bra terasa kencang, perut sedikit buncit, dan celana terasa lebih ketat dari biasanya.

Banyak wanita juga mengalami kenaikan berat badan seminggu sebelum menstruasi, namun gejala ini hilang saat pendarahan dimulai.

  • Gejala hamil:

Selama kehamilan, hormon progesteron biasanya menyebabkan kembung dan Moms akan merasa tidak nyaman dengan berat badan yang bertambah ini. Perasaan ini tidak akan pudar dalam beberapa hari jika Moms sedang hamil.

Jadi itu adalah perbedaan sakit pinggang saat haid dan masa kehamilan. Serta gejala lain yang sering terjadi pada umumnya wanita.

Jika Moms merasakan gejala aneh dan tidak kunjung reda, segera kunjungi ke dokter kandungan ya. Ini untuk mencegah komplikasi berkelanjutan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait