ADVERTISEMENT

KESEHATAN UMUM
13 Mei 2022

Kapan Keju untuk Bayi Boleh Diberikan? Intip Juga 7 Rekomendasinya!

Tak boleh sembarang diberikan pada Si Kecil ya, Moms!
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Keju menjadi salah satu makanan bergizi tinggi yang bisa diberikan sebagai pelengkap MPASI untuk Si Kecil. Namun sebenarnya, kapan keju untuk bayi boleh diberikan?

Sebagai orang tua, pasti selalu ingin memberikan asupan yang bernutrisi untuk Si Kecil.

Salah satu makanan yang dikenal banyak mengandung nutrisi adalah keju. Selain itu, rasanya yang enak dapat membuat bayi lahap mengonsumsinya.

Nah, tapi bagaimana cara tepat memberi keju untuk bayi MPASI agar manfaatnya maksimal? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: 12 Manfaat Kulit Sapi untuk Kesehatan, Obati Sakit Maag hingga Turunkan Berat Badan

Kapan Boleh Memberikan Keju untuk Bayi?

Foto: keju untuk bayi dan mpasi

ADVERTISEMENT

Foto: 10best.com

Saat Si Kecil memulai MPASI pada usia 6 bulan, beragam makanan berbeda akan mulai diperkenalkan.

Centers for Disease Control and Prevention menjelaskan, pemberikan keju untuk bayi paling cepat adalah saat usia 6 bulan, tetapi ada yang baru mulai antara 8 hingga 10 bulan.

ADVERTISEMENT

Hal senada juga diungkapkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) bidang alergi dan imunologi.

Keju untuk bayi aman dicoba dan menjadi menu MPASI yang bantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

Tak hanya itu, manfaat lain dari pemberian keju untuk Si Kecil, antara lain:

  • Memperkuat pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
  • Tinggi akan vitamin D yang dibutuhkan untuk memaksimalkan fungsi sel tubuh.
  • Meningkatkan stamina bayi untuk beraktivitas sepanjang hari.

Namun, ada baiknya dalam berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan keju untuk bayi.

Hal ini untuk mencegah terjadinya reaksi alergi terhadap produk olahan susu.

Tanda-tanda bayi tidak cocok dengan keju, yaitu diare, muntah, atau ruam pada kulit bayi.

Keju yang dibuat dengan susu yang tidak dipasteurisasi atau mentah sangat dilarang diberikan pada bayi karena dapat terkontaminasi oleh bakteri Listeria monocytogenes.

Salah satu yang sering menjadi pertanyaan di kalangan orang tua adalah bolehkah memberikan keju untuk bayi?

Menurut beberapa dokter anak, sebagian besar bayi diperbolehkan makan keju asalkan usianya sudah lebih dari 6 - 8 bulan.

Namun jika orang tua bayi atau saudaranya memiliki alergi terhadap susu dan produk olahannya, tunda dulu pemberian keju untuk bayi.

Baca Juga: Amankah Sedot Ingus Bayi untuk Si Kecil? Simak Penjelasannya Ini, Moms!

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Rekomendasi Keju yang Aman untuk MPASI

Rasa keju tak hanya enak, tetapi juga bergizi dan mengandung nutrisi penting seperti protein, kalsium vitamin A, D, dan B12.

Dalam laman Baby Center dikatakan bahwa saat memilih keju untuk bayi, entah itu terbuat dari susu sapi, domba, ataupun kambing, pastikan itu sudah dipasteurisasi.

Umumnya informasi tersebut sudah tercantum di label kemasan.

Saat keju mulai dikenalkan untuk Si Kecil, lantas jenis keju untuk bayi apa yang aman dikonsumsi?

Sebab beragam jenis keju di pasaran tak selalu aman dan bisa dicerna oleh bayi.

Untuk itu, jenis-jenis keju untuk bayi di bawah ini bisa jadi pilihan Moms.

ADVERTISEMENT

1. Keju Cheddar

Foto: Keju untuk Bayi Perempuan.jpg

Foto: smoothradio.com

Akan lebih baik memilih keju untuk bayi yang rendah natrium.

Rekomendasi keju untuk bayi yang aman dikonsumsi yakni keju cheddar. Untungnya, keju jenis ini cukup banyak kita temukan di supermarket.

Kandungan nutrisi pada keju cheddar setiap 28 gram antara lain:

  • Energi: 80 kal
  • Lemak: 7 gr
  • Karbohidrat: 1 gr
  • Kalsium: 150 mg
  • Kolestrol: 15 mg
  • Natrium: 380 mg

Keju cheddar adalah sumber kalsium yang baik, salah satu nutrisi terpenting untuk meningkatkan kesehatan tulang bayi.

Mengutip National Centers for Biotechnology Information, vitamin K dalam keju cheddar juga berperan penting dalam meningkatkan pembentukan tulang.

ADVERTISEMENT

2. Keju Cottage

Foto: keju untuk bayi makanan bayi 8 bulan.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Very Well Familly sepotong keju untuk bayi yang keras bisa berbahaya karena dapat mengakibatkan bayi tersedak.

Ini terutama pada bayi yang belum bisa mengunyah dengan baik dan baru saja memulai fase MPASI.

Maka dari itu, jenis keju untuk bayi yang paling direkomendasikan adalah keju cottage.

Keju cottage untuk bayi adalah keju putih lembut yang terbuat dari dadih susu sapi.

Menariknya, keju jenis ini jauh lebih tinggi proteinnya daripada keju lainnya.

ADVERTISEMENT

Berikut kandungan nutrisi pada setiap 226 gram keju cottage:

  • Energi: 163 kal
  • Protein: 28 gr
  • Karbohidrat: 6,2 gr
  • Lemak: 2,3 gr
  • Natrium: 30% dari RDI
  • Vitamin B12: 59% dari RDI
  • Kalsium: 11% dari RDI

Untuk bayi yang baru mulai konsumsi produk susu, keju cottage mungkin bukan pilihan yang baik, karena teksturnya bukan seperti yoghurt.

Moms bisa menghaluskan keju cottage dan mencampurkannya dengan buah-buahan bahkan sayuran.

Baca Juga: 3 Jenis Makanan Pertama untuk Bayi dan 3 Resepnya!

3. Keju Rendah Natrium

Foto: Keju untuk Bayi dan Menu MPASI

Foto: hungarytoday.hu

Agar aman, tunggulah sampai buah hati berusia 7 bulan ke atas dalam mengenalkan keju untuk bayi. Keju rendah natrium bisa jadi pilihan terbaik saat memberikan keju untuk bayi.

Keju alami rendah natrium ini seperti mozzarella segar, keju kambing, dan mascarpone. Keju ini juga memiliki manfaat tambahan karena lembut dan lebih mudah dimakan oleh Si Kecil.

Parah ahli merekomendasikan agar saat membeli atau memilih keju Moms dapat mempertimbangkan untuk membeli keju parut seperti untuk mencegah bayi tersedak.

Jika terpaksa membeli keju batangan, cobalah untuk melelehkannya terlebih dahulu atau diparut untuk ditaburkan di atas MPASI bayi.

4. Hindari Keju Olahan

Foto: jenis-keju-untuk-bayi.jpg (insider.com)

Foto: Orami Photo Stock

National Health Service menyarankan tidak memilih keju untuk bayi yang jenisnya olahan.

Keju olahan bukanlah sepenuhnya keju. Meskipun mungkin terlihat dan terasa seperti keju, keju olahan biasanya diolah dengan berbagai tambahan bahan kimia.

Biasanya keju untuk bayi ini dibuat dari keju asli tetapi dengan tambahan perasa buatan dan pengawet untuk membuatnya lebih tahan lama.

Oleh karena itu, cobalah untuk tidak membeli keju olahan jika ingin menambahkannya ke dalam MPASI bayi.

Seperti yang Moms ketahui, bahan kimia akan berdampak sangat fatal jika dikonsumsi oleh bayi.

Carilah keju organik yang menggunakan 100% bahan alami.

5. Keju Krim

Foto: Keju untuk Bayi dan Beragam Menu MPASI

Foto: karlschnell.de

Rekomendasi keju untuk bayi satu ini juga bisa jadi ide MPASI selanjutnya.

Keju krim memiliki cukup banyak vitamin A, kalsium, lemak, dan protein, tetapi memang tinggi natrium.

Melansir The National Academy of Sciences, Engineering and Medicine konsumsi natrium yang terlalu dini dan berlebihan dianggap berperan dalam memicu hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan obesitas kelak.

Berikut kandungan nutrisi keju krim setiap 28 gram:

  • Energi: 99 kal
  • Protein: 2 gr
  • Lemak: 10 gr
  • Karbohidrat: 2 gr
  • Vitamin A: 10% dari Nilai Harian (DV)
  • Riboflavin (vitamin B2): 5% dari DV

Namun, lemak dalam keju krim terutama jenis omega-6 sangat dibutuhkan tubuh tetapi dapat memicu beragam penyakit jika dikonsumsi berlebihan.

Baca Juga: Gurih, Coba Resep Singkong Keju Merekah untuk Camilan Liburan Ini

6. Keju Parmesan

Foto: jenis keju parmesan untuk bayi.jpg (insider.com)

Foto: Orami Photo Stock

Cara memilih keju yang aman lainnya yakni dengan memperhatikan jenis keju. Nah, keju parmesan termasuk dalam rekomendasi keju untuk bayi selanjutnya.

Pemberian keju parmesan dapat diberikan ketika Si Kecil beranjak usia 6 bulan ke atas.

Berikut kandungan nutrisi pada keju parmesan setiap 28 gram:

  • Energi: 111 kal
  • Protein: 10 gr
  • Lemak: 7 g
  • Karbohidrat: 0,9 gr
  • Kalsium: 26% dari nilai harian (DV)

Karena termasuk keju yang cukup 'tua', ia tidak memiliki jumlah laktosa yang signifikan.

Keju parmesan bisa diolah untuk MPASI dengan menggunakan campuran kaldu atau sayur-sayuran seperti wortel dan kentang.

7. Keju Ricotta

Foto: keju untuk bayi ricotta.jpg (heavenly-holland.com)

Foto: Orami Photo Stock

Keju ricotta menjadi jenis keju untuk bayi yang direkomendasikan selanjutnya, Moms.

Keju jenis ini umumnya dibuat dengan kombinasi whey dan susu segar. Teksturnya agak creamy dan sedikit kasar.

Rasa dari keju ricotta ini seperti susu, yakni manis dan tidak asam, lho.

Melansir dalam Nutrition Value, per 124 gram keju ricotta mengandung beragam nutrisi, seperti:

  • Energi: 186 kal
  • Lemak: 13 gr
  • Kolestrol: 61 mg
  • Natrium: 136 mg
  • Karbohidrat: 9 gr
  • Kalsium: 225.44 mg

Selain itu, keju untuk bayi ini juga tinggi, asam lemak omega-3 dan protein.

Ricotta juga memiliki nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan bayi untuk berkembang, termasuk vitamin A, selenium, dan seng.

Porsi Keju untuk Bayi

Foto: Bagaimana-Cara-Memilih-Keju--untuk-Bayi-yang-Aman-Untuk-MPASI--Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, tidak ada jumlah pasti rekomendasi keju untuk bayi yang harus dimakan setiap harinya. Jumlah keju untuk bayi dapat bervariasi sesuai usia Si Kecil.

Menurut American Academy of Pediatrics, sekitar seperempat cangkir keju potong dadu dapat menjadi camilan yang ideal untuk bayi berusia antara 8-12 bulan.

Porsi keju untuk bayi dapat ditingkatkan menjadi setengah cangkir untuk usia di atas 1 tahun.

Perhatikan, untuk bayi di bawah 1 tahun, lebih baik dimulai dengan porsi yang sedikit.

Setelah bayi mencapai usia 1 tahun mereka dapat makan keju dengan porsi lebih banyak.

Namun, tetap perhatikan kadar natrium dan bahan tambahan lainnya.

Baca Juga: Keju Campur Telur, Resep Makanan di Pagi yang Sibuk

Foto: keju untuk bayi

Foto: Orami Photo Stock

Lalu bagaimana tips yang direkomendasikan dalam memberikan keju untuk bayi?

Berikut cara mudah dalam mengolah keju untuk bayi, seperti:

  • Merobek bagian keju hingga dalam potongan kecil-kecil.
  • Dipotong tipis-tipis memanjang agar mudah dikunyah Si Kecil.
  • Diolah dalam sayuran atau menu makan lainnya.
  • Dilelehkan seperti keju mozarella.
  • Diparut dan ditaburkan dalam menu MPASI.
  • Dihaluskan hingga berbentuk krim lembut.
  • Parut keju dan campurkan dengan pasta

Baca Juga: Mudah, Ini Cara Pasang Paving Block Sendiri untuk Halaman Rumah

Cara Membuat Bubur Keju untuk Bayi

Foto: cookpad.com/cook_13338657
Siap dalam 30 menit
Sajian 2 porsi

Banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari pemberian MPASI keju diatas tentunya membuat Moms tak akan berpikir ulang untuk memperkenalkan keju pada Si Kecil.

Jika Moms masih bingung dengan cara membuat bubur keju yang baik dan tepat, simak resep berikut ini:

Bahan-bahan

  • 60 gr nasi
  • 1 butir telor ayam kampung
  • 40 gr udang (potong kecil-kecil)
  • 20 gr tahu (haluskan)
  • 1 sdm wortel parut
  • ub
  • secukupnya Bombay
  • Keju Belcube
  • Air
  • sedikit Perasan jeruk nipis/lemon

Cara membuat:

  1. Udang beri perasan lemon/jeruk nipis sedikit diamkan sebentar lalu bilas
  2. Tumis bombay, udang, wortel dan tahu dengan UB sampai udang berubah warna dan harum
  3. Blender sisa bahan dengan tumisan lalu saring
  4. Pindahkan di wadah tahan panas lalu kukus kurang lebih 20mnt
  5. Sajikan

Menambahkan keju ke dalam makanan bayi bisa menjadi suatu pencapaian bagi kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Namun, tak semua anak atau bayi bisa mengonsumsi jenis keju di atas ya, Moms.

Jika bayi memiliki alergi susu atau kondisi seperti eksim, alergi musiman alergi makanan, atau asma, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak sebelum memberikan keju.

Sebagai kesimpulan, berikut syarat keju untuk bayi yang direkomendasikan.

  • Dipasteurisasi
  • Natrium rendah (kurang dari 100 mg per porsi untuk bayi di bawah 12 bulan)
  • Lemak utuh
  • Tanpa tambahan pengawet atau gula

Itulah beragam informasi seputar keju untuk bayi. Semoga menjawab kebingungan Moms, ya!

  • https://www.aap.org/en-us/advocacy-and-policy/aap-health-initiatives/HALF-Implementation-Guide/Age-Specific-Content/Pages/Infant-Food-and-Feeding.aspx
  • https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/foods-and-drinks/when-to-introduce-solid-foods.html
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17598002/
  • https://www.nhs.uk/conditions/baby/weaning-and-feeding/foods-to-avoid-giving-babies-and-young-children/
  • https://doi.org/10.17226/25353
  • https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Sample-One-Day-Menu-for-an-8-to-12-Month-Old.aspx
  • https://www.nutritionvalue.org/Cheese%2C_whole_milk%2C_ricotta_nutritional_value.html
  • https://cookpad.com/id/resep/16186450-bubur-udang-keju-kukus-mpasi-6bulan

Sebelumnya

5 Makanan untuk Gula Darah Rendah, Cocok Dikonsumsi bagi yang Mengalami Hipoglikemia
Rizky • 13 Mei 2022

Selanjutnya

12 Manfaat Buah Lemon untuk Kesehatan dan Kecantikan, Bisa Hilangkan Komedo serta Cegah Anemia
Orami • 13 Mei 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT