Trimester 1

TRIMESTER 1
23 September 2020

Penggunaan Asam Mefenamat untuk Ibu Hamil, Simak Faktanya!

Konsumsi asam mefenamat untuk ibu hamil bisa memicu penutupan pembuluh darah Moms ke janin
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Asam mefenamat untuk ibu hamil, bolehkah? “Apakah obat-obatan ini aman untuk diminum untuk ibu hamil?”, “Bolehkah saya minum obat ini jika saya hamil?”, ini adalah pertanyaan penting yang jarang ditanyakan oleh ibu hamil saat mereka mengambil obat di apotik.

Kehamilan itu merupakan saat yang indah nan menyenangkan walau terkadang menjadi perjalanan yang sulit terutama bila Moms jatuh sakit.

Adakalanya diperlukan pengobatan untuk mengobati penyakit tertentu seperti pilek, batuk bahkan sakit gigi yang kerap menjadi keluhan umum bagi Moms.

Ketika sakit gigi, sebagian Moms akan disarankan untuk mengonsumsi asam mefenamat untuk ibu hamil. Namun, penting untuk waspada dan berhati-hati sebelum mengonsumsi obat terutama selama kehamilan apalagi trimester pertama karena organ vital bayi terbentuk selama tiga bulan pertama.

Dilansir dari Medlineplus.gov, asam mefenamat sendiri digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Asam mefenamat termasuk dalam kelas obat yang disebut NSAID, bekerja dengan menghentikan produksi zat yang menyebabkan nyeri, demam dan pembengkakan oleh tubuh.

Baca Juga: 6 Cara Mengobati Sariawan Secara Alami Selama Kehamilan

Fakta Asam Mefenamat untuk Ibu Hamil

asam mefenamat untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Karena dikatakan mampu menghentikan nyeri serta pembengkakan oleh tubuh seperti yang sering terjadi dalam sakit gigi. Amankah asam mefenamat untuk ibu hamil? Berikut beberapa fakta tentang asam mefenamat untuk ibu hamil yang perlu Moms ketahui.

Pemicu Penutupan Dini dari Duktus Arteriosus

Menurut Drugs.com, pemberian asam mefenamat untuk ibu hamil tidak dianjurkan utamanya pada usia kehamilan 30 minggu atau selama trimester ketiga. Hal ini lantaran, dapat menyebabkan persalinan prematur pada Moms yang tengah hamil.

Sebelum lahir, pembuluh darah pada bayi yang disebut duktus arteriosus harus tetap terbuka untuk memasok bayi di dalam rahim dengan nutrisi dan oksigen dari ibu. Duktus arteriosus menutup setelah lahir.

'Penutupan dini dari duktus arteriosus' adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan penutupan pembuluh darah ini sebelum seharusnya.

Mengonsumsi asam mefenamat untuk ibu hamil dengan usia kandungan 30 minggu dapat menyebabkan duktus arteriosus menutup saat bayi berada di dalam rahim.

Penting untuk segera menghubungi dokter atau bidan jika Moms telah menggunakan asam mefenamat untuk ibu hamil dalam trimester ketiga. Utamanya bila Moms menggunakan beberapa dosis, atau lebih dari dosis yang dianjurkan.

Hipertensi Paru Persisten pada Bayi Baru Lahir (PPHN)

Hipertensi paru persisten pada bayi baru lahir terjadi ketika paru-paru Si Kecil yang baru lahir tidak beradaptasi dengan pernapasan di luar rahim.

Dalam beberapa kasus, diduga terkait dengan penutupan dini duktus arteriosus. Hipertensi paru persisten pada bayi baru lahir umumnya jarang tetapi bisa serius.

Medicineinpregnancy.org mengungkapkan meskipun dua penelitian kecil telah menunjukkan hubungan antara hipertensi paru persisten pada bayi baru lahir dan penggunaan asam mefenamat untuk ibu hamil, penelitian lain yang lebih besar tidak menunjukkan hubungan tersebut.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai kemungkinan hal ini terjadi setelah paparan di dalam rahim terhadap asam mefenamat untuk ibu hamil.

Penyebab Oligohidramnion

Penggunaan asam mefenamat untuk ibu hamil dengan usia 30 minggu dapat menyebabkan oligohidramnion atau di mana terdapat terlalu sedikit cairan ketuban di kantung di sekitar bayi.

Asam mefenamat hanya boleh diminum setelah minggu ke 30 kehamilan di bawah pengawasan medis. Jika Moms mengonsumsi asam mefenamat setelah 30 minggu kehamilan, dokter kandungan mungkin ingin memeriksa bayi (dan kadar cairan ketuban) dengan pemindaian ultrasound.

Mengkonsumsi asam mefenamat untuk ibu hamil sebelum usia 30 minggu kehamilan tidak mungkin membahayakan bayi di dalam rahim. Namun, jika Moms telah minum atau sedang mengonsumsi obat apa pun, sebaiknya beri tahu dokter bahwa Moms hamil sehingga dapat memutuskan bersama apakah masih memerlukan obat.

Baca Juga: 7 Obat Alami untuk Sakit Gigi pada Ibu Hamil

Kategori Obat Asam Mefenamat untuk Ibu Hamil

Asam Mefenamat untuk ibu hamil, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Kategori obat asam mefenamat untuk ibu hamil menurut Medscape adalah masuk dalam kategori C. Di mana pembagian obat secara umum ada lima yaitu:

Kategori A

Secara umum dapat diterima. Studi terkontrol pada wanita hamil tidak menunjukkan bukti risiko janin.

Kategori B

Mungkin bisa diterima. Baik penelitian pada hewan tidak menunjukkan risiko tetapi penelitian pada manusia tidak tersedia atau penelitian pada hewan menunjukkan risiko kecil dan penelitian pada manusia dilakukan dan tidak menunjukkan risiko.

Kategori C

Gunakan dengan hati-hati jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Penelitian pada hewan menunjukkan risiko dan penelitian pada manusia tidak tersedia atau penelitian pada hewan maupun manusia tidak dilakukan.

Kategori D

Gunakan dalam keadaan darurat yang mengganggu hidup ketika tidak ada obat yang lebih aman tersedia. Bukti positif dari risiko janin manusia.

Kategori X

Jangan gunakan saat hamil. Risiko yang terlibat lebih besar daripada manfaat potensial. Ada alternatif yang lebih aman.

Karena asam mefenamat masuk kategori C, yang mana berarti dua hal dilansir dari Healthline yaitu

  • Penelitian pada hewan menunjukkan efek buruk pada janin saat ibunya mengonsumsi obat.
  • Belum ada cukup penelitian yang dilakukan pada manusia untuk memastikan bagaimana obat tersebut dapat memengaruhi janin.

Sehingga, bicarakanlah dengan dokter Moms jika tengah hamil namun harus mengonsumsi asam mefenamat hanya jika potensi manfaatnya sesuai dengan potensi risiko pada janin.

Baca Juga: Alami Morning Sickness? Ini Sederet Obat Mual untuk Ibu Hamil

Efek Samping Asam Mefenamat untuk Ibu Hamil

Asam Mefenamat untuk ibu hamil, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum konsumsi asam mefenamat untuk ibu hamil, ada baiknya baik Moms, Dads maupun keluarga untuk membaca label yang disetujui oleh Food and Drugs Administration untuk menyertai setiap resep obat-obatan.

Berikut ini hal yang perlu diketahui sebelum konsumsi asam mefenamat untuk ibu hamil, yaitu:

1. Trombotik Kardiovaskular

Moms harus waspada terhadap gejala kejadian trombotik kardiovaskular, termasuk dada nyeri, sesak napas, lemah, atau bicara cadel, dan melaporkan gejala ini kepada penyedia layanan kesehatan mereka segera.

2. Pendarahan Gastrointestinal, Ulserasi, dan Perforasi

Sarankan Moms untuk melaporkan gejala ulserasi dan perdarahan, termasuk nyeri epigastrium, dispepsia, melena, dan hematemesis ke penyedia layanan kesehatan mereka.

3. Hepatotoksisitas

Moms harus memberitahu bila megnalami tanda dan gejala hepatotoksisitas misalnya, mual, kelelahan, kelesuan, pruritus, diare, cterus, dan gejala mirip flu. Jika ini terjadi, anjurkan pasien untuk menghentikan asam mefenamat dan segera mencari pertolongan medis.

4. Gagal Jantung dan Edema

Moms pun dianjurkan untuk waspada terhadap gejala gagal jantung kongestif termasuk sesak napas, kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, atau edema dan bila terjadi segera hubungi dokter ketika gejala muncul.

5. Reaksi Anafilaksis

Moms harus memberitahu kepada orang terdekat tentang tanda-tanda reaksi anafilaksis misalnya, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah atau tenggorokan). Moms dianjurkan untuk segera mencari bantuan darurat jika ini terjadi

6. Reaksi Kulit yang Serius

Moms dianjurkan untuk segera menghentikan asam mefenamat jika mereka mengalami jenis ruam dan kontak dokter atau tenaga kesehatan lainnya sesegera mungkin.

7. Hindari Penggunaan NSAID Secara Bersamaan

Beri tahu pasien bahwa penggunaan asam mefenamat untuk ibu hamil secara bersamaan dengan NSAID atau salisilat lain misalnya, diflunisal, salsalate tidak dianjurkan karena peningkatan risiko gastrointestinal toksisitas, dan sedikit atau tidak ada peningkatan kemanjuran dari obat.

Selain itu hentikan pemakaian asam mefenamat untuk ibu hamil jika Moms juga memiliki gejala:

  • Tanda pertama ruam kulit, betapapun ringannya
  • Sesak napas (bahkan dengan pengerahan tenaga ringan)
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat
  • Tanda-tanda pendarahan perut seperti tinja berdarah atau tinggal, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Masalah hati seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, penyakit kuning (kulit atau mata menguning)
  • Sedikit atau tidak ada kencing, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah
  • Sel darah merah rendah (anemia) - kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, kesulitan berkonsentrasi atau
  • Reaksi kulit yang parah seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah Anda, rasa terbakar di mata, nyeri kulit diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas) dan menyebabkan lepuh dan pengelupasan.

Baca Juga: Apa Obat Antibiotik yang Aman untuk Ibu Hamil?

Sebagian besar obat yang digunakan ibu akan melewati plasenta dan mencapai bayi. Terkadang ini mungkin memiliki efek menguntungkan bagi bayi. Namun demikian, ada beberapa obat yang dapat membahayakan perkembangan Si Kecil.

Bagaimana obat memengaruhi bayi mungkin tergantung pada tahap kehamilan saat obat tersebut diminum. Jika Moms sedang menjalani pengobatan rutin maka harus mendiskusikan efek ini dengan dokter atau tim perawatan sebelum Moms hamil.

Jika obat baru disarankan untuk Moms selama kehamilan, harap pastikan dokter mengetahui kehamilan.

Saat memutuskan apakah akan menggunakan obat dalam kehamilan atau tidak, Moms perlu mempertimbangkan bagaimana obat tersebut dapat meningkatkan kesehatan Moms dan Si Kecil dalam kandungan terhadap kemungkinan masalah yang mungkin disebabkan oleh obat tersebut

Setiap kehamilan itu unik. Keputusan untuk memulai, menghentikan, melanjutkan atau mengubah obat yang diresepkan sebelum atau selama kehamilan harus dibuat dengan berkonsultasi dengan dokter kandungan Moms.

Sangat membantu jika Moms, Dads atau keluarga terdekat dapat mencatat semua obat yang minum selama kehamilan di catatan kehamilan yang dipegang ketika kontrol.

Terakhir, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter kandungan sebelum minum obat seperti asam mefenamat untuk ibu hamil, suplemen, vitamin dan obat tradisional atau jamu hingga persalinan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait