02 Maret 2022

Mengulik Obat Benzodiazepine: Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Hindari menggunakannya tanpa anjuran dokter, ya!

Benzodiazepine adalah obat yang biasanya dipakai untuk mengatasi gangguan kecemasan.

Namun, tak hanya itu, masih ada berbagai fungsi benzodiazepine lainnya.

Obat ini juga terbagi menjadi beberapa jenis yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

Agar lebih jelas, cari tahu informasi lengkap mengenai obat benzodiazepine di sini.

Apa Fungsi Benzodiazepine?

benzodiazepine
Foto: benzodiazepine

Foto: Orami Photo Stock

Benzodiazepine adalah suatu kelas atau golongan obat yang dipakai untuk meredakan gejala terkait gangguan kecemasan.

Cara kerja benzodiazepine dengan mengubah aktivitas saraf (neuron) yang berlebihan pada sistem saraf pusat agar tidak memicu respons stres dan kecemasan.

Sistem saraf pusat yang dimaksud dalam hal ini bukan hanya otak, melainkan juga area lainnya.

Menurut Food and Drugs Administration (FDA), fungsi obat benzodiazepine mampu mengatasi berbagai kondisi, seperti:

  • Gangguan kecemasan umum
  • Gangguan kejang (contohnya epilepsi)
  • Insomnia
  • Gangguan kecemasan sosial (fobia sosial)
  • Gangguan panik

Sebagai suatu kelas atau golongan obat, benzodiazepine memiliki berbagai jenis obat di bawahnya dengan fungsi atau kegunaan yang berbeda-beda.

Baca Juga: 11 Manfaat Journaling, Bisa Membantu Meredakan Kecemasan

Berikut di antaranya berbagai obat dalam golongan benzodiazepine:

  • Alprazolam (Xanax), mengatasi gangguan panik dan kecemasan
  • Klonazepam (Klonopin), mengatasi gangguan panik dan kejang
  • Diazepam (Valium), mengatasi serangan panik, kejang, sindrom kaki gelisah, dan sindrom penarikan alkohol
  • Lorazepam (Ativan), mengatasi kejang dan dipakai untuk anestesi (obat bius)
  • Midazolam (Versed), mengatasi kejang dan dipakai untuk anestesi

Masing-masing jenis obat yang termasuk ke dalam golongan benzodiazepine punya potensi penanganan untuk kondisi yang tidak sama.

Selain yang telah disebutkan di atas, fungsi obat benzodiazepine lainnya mampu mengatasi masalah atau kondisi lain, termasuk:

Obat ini bisa digunakan pada beberapa prosedur medis, misalnya obat penenang sebelum mulai operasi.

Baca Juga: Moms, Perhatikan 4 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kecemasan

Aturan dan Dosis Benzodiazepine

benzodiazepine
Foto: benzodiazepine (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Dosis minum obat benzodiazepine berbeda-beda sesuai dengan jenis obat dalam golongan ini.

Obat di dalam kelas atau golongan benzodiazepine tersedia dalam sediaan tablet dan injeksi intravena (di dalam pembuluh darah).

Begitu pula dengan aturan penggunaan benzodiazepine sebaiknya disesuaikan dengan jenis obatnya.

Namun, secara umum, golongan obat ini harus digunakan untuk waktu yang singkat, misalnya tidak lebih dari 2 minggu berturut-turut.

Ini juga tergantung dari anjuran dokter.

Untuk penanganan kondisi tertentu, perlu ada upaya dari pasien dalam mengendalikan perilaku mereka selain dengan dibantu obat-obatan.

Hindari penggunaan benzodiazepine yang terlalu banyak dan sering.

Obat ini juga tidak dianjurkan untuk dicampur bersama alkohol maupun zat lain karena berisiko fatal.

Baca Juga: Dikenal sebagai Obat Anestesi, Ini Fungsi dan Efek Samping Lidocaine

Adakah Efek Samping Benzodiazepine?

benzodiazepine
Foto: benzodiazepine (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Mengantuk dan pusing merupakan efek samping benzodiazepine yang paling umum.

Moms tidak disarankan untuk mengemudi, menggunakan mesin, maupun melakukan aktivitas yang berbahaya dan perlu konsentrasi setelah menggunakan obat ini.

Beberapa efek samping setelah menggunakan benzodiazepine adalah:

Sementara efek samping yang lebih serius setelah pakai benzodiazepine, yakni:

  • Perubahan perilaku
  • Delirium (penurunan kesadaran)
  • Gangguan pada memori
  • Risiko ketergantungan, apalagi bila digunakan dalam waktu lama

Baca Juga: Mengenal Kemoterapi, Pengobatan Umum Atasi Kanker

Jika dihentikan tidak sesuai dengan aturan, benzodiazepine berisiko menimbulkan gejala penarikan, seperti:

Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Pakai Benzodiazepine

benzodiazepine
Foto: benzodiazepine

Foto: Orami Photo Stock

Benzodiazepine tidak disarankan untuk dipakai dalam waktu lama.

Jika digunakan dalam jangka panjang, obat ini dapat menyebabkan ketergantungan hingga kemungkinan overdosis yang berisiko fatal.

Penggunanya juga tidak dianjurkan menghentikan konsumsi obat ini secara tiba-tiba tanpa saran dari dokter.

Penghentian benzodiazepine secara mendadak berisiko menimbulkan efek samping putus obat seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Hal tersebut kemungkinan berlaku untuk benzodiazepine sediaan tablet.

Sementara untuk benzodiazepine yang diberikan secara intravena, penghentikan mendadak dapat dikaitkan dengan henti jantung dan/atau pernapasan.

Baca Juga: 7 Cara Menghitung Dosis Obat untuk Anak, Perlu Diperhatikan, Nih Moms!

Sampaikan kepada dokter sebelum pakai obat ini bila sedang rutin mengonsumsi jenis obat lainnya, hamil, dan menyusui.

Obat ini mungkin berinteraksi dengan jenis obat lain yang sedang dikonsumsi.

Benzodiapzepine juga tidak aman diberikan kepada ibu hamil dan menyusui karena berisiko untuk diri dan bayinya.

Sampaikan kepada dokter bila ada pertanyaan lebih lanjut mengenai obat ini meliputi dosis, aturan minum, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan.

  • https://www.drugs.com/article/benzodiazepines.html
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/262809
  • https://pionas.pom.go.id/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat/41-hipnosis-dan-ansietas/412-ansietas/benzodiazepin
  • https://www.fda.gov/drugs/information-drug-class/benzodiazepine-drug-information
  • https://www.webmd.com/mental-health/addiction/benzodiazepine-abuse#1

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.