Kesehatan

8 Juli 2021

Cacingan: Penyebab, Gejala, dan Cara Alami Mengobatinya

Bahan alami ini ampuh mengatasi cacingan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Cacingan, salah satu penyakit yang kerap kali didingar dan paling sering menimpa anak-anak. Tetapi, kondisi ini juga bisa dialami oleh orang dewasa lho, Moms!

Penyakit cacingan sering terjadi pada anak-anak berusia 5-10 tahun. Meski penyakit ini dapat diatasi dengan pemberian obat cacing, kemungkinan berulangnya infeksi ini tetap rentan terjadi, terlebih jika tidak dilakukan tindakan pencegahan.

Biasanya, untuk menyembuhkan penyakit ini, cukup dengan membeli obat cacing di apotek. Tetapi, bisa juga dengan menggunakan cara alami untuk mengobatinya.

Bahan-bahan alami ini tidak hanya mudah didapatkan, tetapi juga lebih aman dan ampuh dalam menghilangkan cacing yang ada di dalam tubuh, lho.

Sebelum membahas tentang obat alami cacingan, Moms perlu tahu mengenai penyebab dan gejalanya. Yuk, Moms, cari tahu di sini!

Baca Juga: Mengenal Tinea Capitis: Kurap Kulit Kepala Anak

Penyebab Cacingan

gejala cacingan pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Cacingan adalah gangguan kesehatan yang terjadi akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh.

Cacingan dapat terjadi ketika Si Kecil tidak sengaja menelan atau menghirup telur cacing. Telur cacing memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga sulit dilihat mata secara langsung.

Telur cacing dapat masuk melalui makanan, minuman, atau tangan yang menyentuh area hidung maupun mulut setelah terkontaminasi telur cacing.

Setelah tertelan, telur cacing menetas dan menetap pada usus, hingga cacing berkembang menjadi dewasa. Cacing betina dewasa akan menuju anus untuk kembali bertelur. Kondisi inilah yang memicu gatal pada anus.

Kebiasaan menggaruk anus inilah yang dapat membantu proses penularan atau penyebaran telur cacing. Setelah terpapar pada tangan, telur cacing bisa menempel pada benda-benda yang disentuh oleh anak.

Terdapat tiga kelompok cacing yang dikenal dapat menginfeksi manusia, yaitu:

  • Platyhelminthes atau cacing pipih, terdiri dari:
    Trematode, misalnya Schistosima japonicum. Pada manusia umumnya hidup dalam darah dan sering ditemukan di daerah tropis yang panas. Lalu Cestoda, misalnya Taenia solium, Taenia Saginata. Kedua jenis cacing itu hidup dalam saluran pencernaan manusia dan memakan makanan yang sudah tercerna sebagian dalam usus manusia.
  • Acanthocephalins, yang umumnya menyerang sistem gastro-instestinal (pencernaan) manusia.
  • Nematoda, yang dapat menyerang saluran gastro-intestinal, darah, sistem limfatik, dan jaringan subkutan manusia. Contohnya adalah Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura. Cacing ini sering ditemukan pada hewan peliharaan, misalnya anjing dan kucing. Hewan peliharaan tersebut kemudian dapat menularkan infeksi cacing pada manusia.

Menurut MayoClinic, terdapat beberapa hal yang bisa menjadi penyebab anak mengalami kondisi ini, di antaranya:

  • Mengonsumsi daging yang kurang matang dari hewan terinfeksi.
  • Minum air yang terkontaminasi.
  • Tidak sengaja menelan tanah yang terkontaminasi.
  • Tidak menggunakan alas kaki saat menginjak tanah.
  • Tidak mencuci tangan secara rutin.
  • Kebersihan lingkungan atau sanitasi yang buruk..

Setelah seseorang menelan sesuatu yang terkontaminasi, maka cacing parasit berpindah ke usus. Selanjutnya, parasit tersebut akan bereproduksi dan tumbuh.

Gejala yang mungkin timbul akibat cacing ini, yaitu seperti sakit perut, mual, muntah, diare, kembung, kelelahan, dan berat badan turun.

Selain itu, pemiliki kondisi ini mungkin timbul ruam atau gatal di sekitar dubur.

Bahkan dalam beberapa kasus, cacing bisa keluar bersama feses ketika buang air besar.

Sementara, beberapa orang bisa menderita cacingan untuk waktu yang lama tanpa mengalami gejala apa pun.

Baca Juga: Gejala Cacing Kremi pada Orang Dewasa, Yuk Cari Tahu!

Gejala Cacingan

gejala cacingan

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya, gejala yang ditunjukkan bisa berbeda di setiap orang.

Namun, sebagian besar gejala yang kerap terjadi adalah sebagai berikut,

  • Sakit perut.
  • Diare, mual, atau muntah.
  • Gas / kembung pada perut.
  • Kelelahan
  • Penurunan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Sakit perut atau nyeri ulu hati.
  • Gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari.
  • Gelisah atau tidak nyaman saat tidur, karena sering menggaruk di sekitar anus.
  • Mudah marah dan tersinggung.
  • Kemerahan atau iritasi kulit di sekitar anus.

Seseorang yang mengalami kondisi ini mungkin juga mengalami disentri.

Disentri adalah ketika terjadi infeksi usus yang menyebabkan diare dengan darah dan lendir di dalam tinja.

Cacing usus juga bisa menyebabkan ruam atau gatal di sekitar rektum atau vulva.

Dalam beberapa kasus, seseorang akan mengeluarkan cacing saat sedang BAB.

Tidak hanya itu, beberapa jenis cacing juga bisa terlihat saat anak BAB atau pada anus anak. Salah satu jenis cacing terlihat seperti potongan-potongan kecil mirip benang putih dengan bentuk seperti staples yang berukuran sekitar 2-13 mm.

Baca Juga: Yuk, Berikan Gizi Anak Sesuai Usianya

Cara Alami Mengobati Cacingan

cara alami mengobati cacingan

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit satu ini bisa diobati menggunakan obat cacing yang diresepkan dokter atau yang dijual bebas seperti praziquantel, mebendazole, dan albendazole.

Tapi, ada juga cara alami untuk mengobatinya, jadi aman untuk digunakan pada anak-anak maupun orang dewasa. Berikut ini daftarnya:

1. Bawang Putih

Bawang putih dianggap sebagai cara alami mengobati cacingan dengan cara memusnahkan telur cacing dan mencegah cacing bertelur lebih banyak dalam tubuh. Ini karena kandungan zat antiparasitnya.

Bawang putih memiliki efek antibakteri, antivirus, dan antijamur.

Moms bisa mengonsumsi bawang putih secara langsung atau ditambahkan ke dalam hidangan.

2. Wortel

Wortel kaya akan serat yang mampu membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat dan meningkatkan pergerakan usus.

Mengonsumsi wortel juga dapat mendorong cacing parasit keluar dari usus.

Sebagai cara alami untuk mengobati cacingan, Moms bisa mengonsumsi wortel langsung sebanyak dua kali sehari.

Jangan lupa dicuci terlebih dahulu agar bakteri dan pestisida hilang pada wortel.

Baca Juga: 4 Efek Samping Makan Wortel Terlalu Banyak

3. Biji Labu

Biji labu mengandung asam amino, asam lemak, senyawa berberin, palatine, dan cucurbitacin.

Sebuah studi menunjukkan bahwa senyawa ini mungkin membuat biji labu efektif melawan parasit dalam tubuh.

International Journal of Molecular Sciences pada 2016 menemukan bahwa ekstrak biji labu memiliki beberapa aktivitas antiparasit.

Konsumsi biji labu dapat menjadi cara alami untuk mengobati cacingan. Moms bisa menjadikan makanan ini sebagai hidangan olahan.

4. Minyak Kelapa

Minyak kelapa telah dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan.

Minyak ini juga dipercaya dapat menjadi cara mengobati cacing di dalam tubuh anak yang alami karena sifat antibakteri dan antivirus.

Kedua kandungan ini dapat membantu membersihkan infeksi cacing. Moms dapat mengonsumsi 1 sendok teh minyak kelapa murni setiap pagi.

Baca Juga: 4 Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Berkhasiat Banget!

5. Pepaya

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Medicine Food, menunjukkan bahwa anak berusia di atas 1 tahun yang mengonsumsi pepaya dan madu menjadi jauh lebih bersih kotorannya dari parasit penyebab cacingan.

Selain itu, terjadi studi yang menguji tikus menunjukkan bahwa biji pepaya dapat mengobati infeksi cacing.

Sayangnya, tak ada penelitian pada manusia yang menunjukkan manfaat ini efektif.

Bukan hanya dicampur dengan madu, Moms juga dapat menjadikan pepaya sebagai olahan lain untuk mengobatinya secara alami.

6. Jahe

Senyawa gingerol dalam jahe dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan membantu menghilangkan cacing parasit dalam usus.

Gunakan jahe sebagai cara alami untuk mengobati cacing dalam tubuh yang mudah.

Moms hanya perlu menambahkan 2,5-5 cm jahe yang telah dicincang ke dalam secangkir air untuk direbus selama 5 menit.

Saring airnya dan biarkan agak dingin. Konsumsi air jahe bila sudah cukup aman.

Baca Juga: Konon Berkhasiat Atasi Virus Corona, Ini 5 Manfaat Jahe Merah

7. Cengkeh

Cengkeh mengandung senyawa eugenol yang merupakan agen antibakteri yang kuat.

Cengkeh dapat memicu penghancuran parasit usus, termasuk larva maupun telurnya, sehingga bisa menjadi cara alami mengobati cacing dalam tubuh.

Moms hanya perlu menambahkan 2-3 siung cengkeh ke dalam secangkir air. Selanjutnya, didihkan selama 5 menit dan saring.

Diamkan hingga sedikit dingin, lalu tambahkan madu untuk menambah kelezatannya.

Tak ada salahnya bagi Moms untuk mencoba berbagai obat cacing alami tersebut.

Tetapi, perlu diingat bahwa obat alami ini bukanlah obat utama untuk membasmi cacing, Moms tetap harus menggunakan obat dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

8. Probiotik

Probiotik adalah bakteri hidup dan jamur yang baik untuk Moms, terutama sistem pencernaan.

Kita biasanya menganggapnya bakteri sebagai penyebab penyakit.

Probiotik sering disebut bakteri baik karena karena membantu menjaga kesehatan usus Moms, sehingga baik untuk mengobati penyakit ini.

Moms dapat menemukan probiotik dalam suplemen dan beberapa makanan, seperti yogurt.

Dokter sering menyarankan bahan ini sebagai obat untuk mengatasi masalah pencernaan, termasuk cacingan.

Bahaya Cacingan pada Tubuh

gejala anemia

Foto: westchesterhealth.com

Terlihat penyakit ringan, namun ternyata cacing dalam tubuh juga dapat membahayakan kesehatan kita dan memicu komplikasi.

Cacingan meningkatkan risiko anemia dan penyumbatan usus.

Komplikasi lebih sering terjadi pada orang dewasa dan pada orang yang sistem kekebalannya terbatas, seperti orang dengan infeksi HIV atau AIDS.

Kondisi ini dapat menimbulkan risiko yang lebih tinggi jika Moms sedang hamil.

Jika sedang hamil dan diketahui menderita cacingan, dokter akan menentukan terapi obat antiparasit mana yang aman untuk dikonsumsi selama kehamilan

Serta biasanya dilakukan rawat inap selama kehamilan.

Baca Juga: Mencegah Cacingan, 1 dari 7 Manfaat Bayam untuk Balita

Selain itu, efek samping cacing pada tubuh dapat menyebabkan kondisi lain, yaitu:

  • Pertumbuhan melambat. Kehilangan nafsu makan dan penyerapan makanan yang tidak dapat dicerna membuat anak-anak dengan cacingan berisiko tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, yang dapat memperlambat pertumbuhan.
  • Penyumbatan dan perforasi usus. Pada kasus cacingan berat, cacing dapat memblokir sebagian usus. Hal ini dapat menyebabkan kram perut dan muntah yang parah. Penyumbatan tersebut bahkan dapat membuat lubang pada dinding usus atau usus buntu sehingga menyebabkan perdarahan internal (hemorrhage) atau usus buntu.
  • Penyumbatan saluran. Dalam beberapa kasus, cacing dapat memblokir saluran sempit hati atau pankreas serta menyebabkan rasa sakit yang serius.

Baca Juga: 8 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Usus, Yuk Dicoba

Nah, Moms. Itulah gejala, penyebab, obat alami serta bahaya cacingan pada tubuh.

Makanan, minuman, mainan, handuk, sprei, bahkan selimut pun bisa menjadi benda-benda perantara penularan cacingan. Telur cacing dapat bertahan hidup di permukaan selama 2–3 minggu.

Untuk itu, sangat penting menjaga kebersihan tangan maupun lingkungan setiap harinya.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan ya, Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait