Rupa-rupa

3 September 2021

11+ Jenis Kepiting dari Berbagai Negara, Ada yang Hidup di Darat lho!

Untuk kepiting yang bisa dimakan, beda jenis, beda juga cita rasanya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kepiting merupakan salah satu makanan laut atau seafood yang paling banyak digemari. Selain sensasi makannya yang butuh perjuangan, daging kepiting juga mengandung sejumlah nutirisi baik. Namun yang jadi pertanyaannya, ada berapa banyak jenis kepiting di dunia ini?

Melansir Nayturr, terdapat lebih dari 4500 spesies jenis kepiting di dunia ini. Ukurannya pun bervariasi dari Kepiting Kacang yang panjangnya 0,68 cm hingga 1,19 cm hingga Kepiting Laba-laba Jepang yang membentang 365 cm dari cakar ke cakar.

Hewan invertebrata ini adalah omnivora yang mengkonsumsi ganggang, jamur, bakteri, krustasea lainnya, moluska, dan cacing. Kepiting juga merupakan hewan kuno lho, Moms.

Keberadaannya sudah terdeteksi sejak jaman purba, sekitar 200 juta tahun lalu. Namun saat ini, beberapa spesies kepiting terancam punah karena hilangnya habitat serta perburuan intensif yang menyebabkan 1,5 juta ton kepiting dimasak hidup-hidup setiap tahun.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Kepiting? Ketahui Penjelasannya Berikut Ini

Jenis Kepiting yang Bisa Dimakan

Dari ribuan jenis kepiting, beberapa di antaranya merupakan jenis kepiting yang paling populer di dunia karena dianggap memiliki citarasa yang istimewa. Berikut ini beberapa jenis kepiting yang bisa dimakan dan paling populer di dunia seperti dilansir dari Taste Atlas.

1. Kepiting Hitam Providencia

jenis kepiting

Foto: slowfood.com

Jenis kepiting yang bisa dimakan ini merupakan kepiting yang berasal dari Pulau Providencia dan Santa Catalina di Kolombia. Jenis kepiting ini mudah dikenali karena cangkang hitam dan kaki merahnya, serta tanda berwarna kuning. Setiap tahun antara bulan April dan Juni, ribuan kepiting ini turun dari hutan dan menetaskan telurnya di dalam air.

Kepiting dipanen secara manual oleh penduduk setempat. Pertama, mereka disimpan hidup-hidup dalam wadah, kemudian diproses oleh wanita menggunakan alat buatan tangan.

Mereka direbus, cangkangnya dibuang untuk diambil dagingnya, sedangkan cakarnya biasanya dijual sepotong-sepotong. Biasanya daging kepiting ini dipasangkan dengan nasi dan hidangan-hidangan lokal dari ikan dan daging lainnya.

Namun, hidangan yang paling populer dikenal sebagai sopa de cangrejo (sup kepiting hitam), menggabungkan daging kepiting dengan bahan-bahan seperti ubi jalar, tepung dan pangsit air, ubi, bawang putih, santan, merica, dan bumbu aromatik lokal.

Selama periode migrasi dan musim kawin, penangkapan dan konsumsi kepiting hitam dilarang, dan siapa pun yang tidak mematuhinya akan dikenakan denda yang setara dengan tiga bulan upah minimum.

Baca Juga: Moms dan Keluarga Penyuka Seafood? Wajib Bikin 3 Resep Kepiting Lezat Ini!

2. Kepiting Berbulu Hokkaido

jenis kepiting

Foto: livejapan.com

Dikenal dengan nama Hokkaido Hairy Crab atau Kepiting Berbulu dari Hokkaido, karena cangkangnya ditumbuhi rambut runcing. Jenis kepiting yang bisa dimakan ini juga menjadi salah satu kepiting berharaga dari Samudra Pasifik dan Laut Jepang.

Kepiting biasanya direbus dalam air asin untuk mengeluarkan rasa yang kaya secara alami, dan kemudian dipotong-potong dan dimakan dengan tangan. Dagingnya yang padat dan rasanya yang manis membuat jenis kepiting ini menjadi salah satu yang paling digemari.

Orang biasanya mulai menyantapnya dari kaki dan kemudian beralih ke telur kepiting. Telur kepiting Hokkaido harum dan ringan. Terlepas dari urutan makannya, hati kepiting harus selalu dibuang (bersama dengan organ dalam lainnya) karena rasanya yang pahit.

Daging kepiting Hokkaido juga digunakan dalam berbagai hidangan seperti sup, kanimeshi (daging kepiting di atas nasi, makanan khas Oshamambe dekat Hokkaido), dan kepiting chawanmushi.

3. Centolla Fueguina

jenis kepiting

Foto: tasteatlas.com

Centolla fueguina adalah jenis kepiting dari keluarga Lithodes santolla, yang juga dikenal sebagai kepiting laba-laba atau kepiting raja. Tentu saja ini menjadi jenis kepiting yang bisa dimakan dan menjadi salah satu hidangan daerah paling terkenal di provinsi Tierra del Fuego, disajikan di restoran di seluruh wilayah.

Daging yang manis dan beraroma lembut ditemukan di kaki panjangnya membuat jenis kepiting ini secara luas dianggap sebagai salah satu daging kepiting terbaik di dunia. Setelah dikeluarkan dari air dingin, kepiting harus segera disiapkan atau dibekukan karena dagingnya sangat lembut dan sangat rentan terhadap kerusakan.

Baca Juga: Kaya DHA dan Omega-3, Ini Panduan Konsumsi Seafood saat Hamil

4. Centolla Chilenap

jenis kepiting

Foto: rove.me

Jenis kepiting ini  merupakan spesies kepiting raja asli pantai Chili, Argentina, dan Peru. Mereka biasanya dapat hidup di perairan hingga kedalaman 150 meter, tetapi beberapa nelayan juga menemukan mereka di kedalaman hingga 600 meter.

Jenis kepiting yang bisa dimakan ini biasanya hanya disajikan polos tanpa bumbu. Kepiting yang sudah diproses kemudian dibekukan untuk menjaga kesegarannya.

Saat akan dimakan, kepiting beku tinggal dipanaskan dengan kukusan, oven, bahkan microwave, lalu dimakan apa adanya atau dicelupkan ke dalam saus gurih. Jenis kepiting raja selatan ini menjadi salah satu kepiting terbaik di dunia karena rasanya yang manis dan lembut.

5. Kepiting Sri Lanka

jenis kepiting

Foto: 8crabs.com

Jenis kepiting yang bisa dimakan juga ditemukan berlimpah di perairan laut dangkal dan laguna di sepanjang garis pantai Sri Lanka. Di antara spesies kepiting yang dapat dimakan yang paling dihargai adalah Kepiting Bakau (Scylla serrata), Kepiting Renang Biru (Portunus pelagicus, juga dikenal sebagai P. armatus), dan Kepiting Renang Bintik Merah (Portunus sanguinolentus).

Kepiting Sri Lanka sangat dihargai karena daging putih saljunya yang manis, lembut, dan lezat yang digunakan dalam berbagai spesialisasi menu kepiting seperti kepiting cabai, kepiting panggang, kepiting lada, kepiting kari, dan kepiting masala.

Baca Juga: Kacang Hingga Seafood, Ini 6 Makanan yang Pantang Diberikan Sebagai MPASI

6. Kepiting Cangkang Lunak

jenis kepiting

Foto: tastingtable.com

Kepiting cangkang lunak atau yang dikenal dengan kepiting soka menjadi jenis kepiting yang bisa dimakan. Jenis kepiting cangkang keras dan jenis kepiting cangkang lunak sebenarnya adalah spesies yang sama.

Jenis kepiting cangkang lunak melepaskan cangkangnya melalui proses yang disebut molting. Setelah melalui proses tersebut, cangkang akan kembali mengeras.

Kepiting yang baru saja melepaskan cangkangnya cenderung memiliki perut yang lebih pucat, selain penampilannya yang sedikit berkerut. Dan karena cangkangnya yang lunak, jenis kepiting ini bisa dimakan bersama cangkangnya.

Dengan ditumis, digoreng, maupun dipanggang, kepiting ini tetap akan memberikan rasa yang nikmat. Selain ditemukan di Indonesia, juga kepiting ini juga ditemukan di Maryland, Amerika Serikat.

7. Kepiting Batu

jenis kepiting

Foto: nrtoday.com

Jenis kepiting yang bisa dimakan lainnya adalah rock crab atau kepiting batu. Jenis kepiting ini memiliki cangkang halus berwarna merah kecokelatan dengan sepasang cakar yang besar dan kuat yang dikemas dengan daging yang manis, bersisik, dan lembut.

Cakar daging kepiting batu adalah target utama saat memanen krustasea ini. Cakar kepiting harus segera dimasak setelah dikeluarkan karena jika tidak, mereka akan rusak.

Cakar kepiting batu menjadi makanan yang sempurna, dan biasanya dihidangkan lengkap dengan saus celup dari krim mustard. Atau disajikan dalam sup krim kepiting batu yang hangat.

8. Kepiting Dungeness

jenis kepiting

Foto: shopandwine.com

Kepiting dungeness adalah kepiting yang umum ditemukan di Pacific Northwest dan di lepas pantai Washington. Crustacea besar ini lebih berat dari kebanyakan kepiting dan sekitar 25% dari beratnya adalah daging murni.

Jenis kepiting yang bisa dimakan ini biasanya diolah dengan cara dikukus atau direbus utuh. Tekstur dagingnya keras namun rasanya manis dan ringan.

Selain itu, daging dapat digunakan dalam salad, kue kepiting, semur, bisque, saus, dan hidangan pasta. Kepiting ini juga terkadang digunakan dalam kari pedas, yang kemudian disajikan dengan nasi kukus di sampingnya. Menariknya, kepiting Dungeness tinggi protein dan kaya akan seng, selenium, dan vitamin B12.

9. Kepiting Salju

kepiting salju.jpg

Foto: nippon.com

Jenis kepiting yang bisa dimakan selanjutnya adalah kepiting salju. Nama latinnya Cancer quanbumi. Keputing salju ditemukan di sepanjang pantai timur AS, hidup di antara bebatuan dan di air yang dalam. Kakinya yang kurus membuatnya menyerupai laba-laba, dan juga dikenal sebagai "kepiting laba-laba". "Kepiting salju," (Chionoecetes opilio) "tanner", dan "ratu kepiting" juga dikenal sebagai kepiting laba-laba.

Kepiting salju dinamai karena dagingnya yang berubah dari merah menjadi putih bersalju saat dimasak dan menawarkan rasa asin yang manis dan halus. Kepiting salju punya teksturnya padat dan cenderung lebih berserat (mudah dicabik-cabik) dibandingkan rajungan. Cangkang kaki kepiting salju cukup mudah pecah untuk dibuka dengan tangan.

10. Kepiting Raja

kepiting raja.jpg

Foto: seabear.com

Moms semua mungkin sudah pernah mendengar yang namanya King Crab. Varian kepiting juga termasuk kepiting raja Alaska, kepiting raja Jepang, dan kepiting raja Rusia, karena ukurannya jauh lebih besar. Beberapa kepiting raja juga populer dengan berat lebih dari 9 kg.

Namun, meski begitu besar, tidak seluruh dagingnya bisa dimakan. Dagingnya lebih putih dan berwarna merah dengan cangkang keras. Panen varian ini umumnya dari bulan Oktober hingga Januari. Jika Moms seorang pecinta kuliner, ini memang jenis kepiting besar terbaik untuk dicoba.

Baca Juga: 13 Manfaat Kerang Hijau, Seafood yang Banyak Penggemarnya!

Jenis Kepiting Darat

Kepiting merupakan hewan arthropoda atau sejenis serangga yang bisa hidup di darat dan air. Namun, kebanyakan kepiting memang kerap ditemukan di dalam air. Meski begitu, ada juga lho Moms jenis kepiting yang hidup di darat.

11. Kepiting Kelapa

jenis kepiting

Foto: ourmarinespecies.com

Kepiting kelapa atau disebut juga kepiting perampok adalah jenis kepiting darat. Mereka biasanya memakan kelapa dan mampu memanjat pohon kelapa untuk mendapatkan makanannya.

Selain untuk memanjat pohon, capitnya yang besar mereka gunakan untuk membuka kulit kelapa.

Jenis kepiting yang satu ini tidak memiliki kemampuan bertahan hidup dalam waktu lama di dalam air. Mereka juga bahkan akan tenggelam jika berada di dalam air terlalu lama.

Jenis kepiting darat ini sering ditemukan di wilayah sekitar Samudra Pasifik dan Hindia. Kepiting kelapa hanya memiliki dua pemangsa yang berbeda, yakni kepiting kelapa lainnya dan manusia.

12. Kepiting Tanah Raksasa

jenis kepiting

Foto: projectnoah.org

Kepiting Tanah Raksasa atau Blue Land Crab adalah jenis kepiting darat terbesar yang ditemukan di Bermuda. Kepiting ini menempati liang, yang mereka gali di daerah pantai berlumpur dan habitat bakau, dengan genangan air asin di bagian bawah tempat kepiting dapat membasahi insangnya.

Kepiting Tanah Raksasa akan mengais hewan mati, dan juga memakan berbagai tanaman pantai seperti Mangrove Merah dan Hitam, Buttonwood dan rumput. Jenis kepiting ini telah menjadi langka karena banyak dipanen, keracunan, dimangsa oleh spesies invasif, dan hilangnya habitat. Kepiting ini dan habitatnya dilindungi oleh undang-undang di bawah Protected Species Act 2003.

Baca Juga: Ada Virus Corona di Kemasan Seafood Beku?

Itulah beberapa jenis kepiting yang mungkin sebelumnya tidak Moms ketahui. Ternyata, beragam jenis kepiting yang bisa dimakan dan kira-kira, jenis kepiting mana yang ingin Moms coba?

  • https://nayturr.com/types-of-crabs/
  • https://www.tasteatlas.com/most-popular-crabs-in-the-world
  • https://environment.bm/giant-land-crab
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait