Kesehatan

KESEHATAN
12 Oktober 2020

Menyehatkan! Ini 10 Manfaat Bawang Dayak yang Harus Moms Tahu

Bawang dayak juga bisa menambah cita rasa makanan lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Dina Vionetta

Jenis bawang apa saja yang Moms kenal selama ini? Apakah hanya bawang merah, bawang putih dan bawang bombai saja?

Ternyata, ada satu jenis bawang lagi yang kurang popular namun memiliki banyak manfaat, terutama untuk kesehatan: namanya bawang Dayak.

Bawang dayak yang memiliki nama ilmiah Eleutherine Palmifolia, merupakan tanaman asli dari Kalimantan, Indonesia. Tanaman ini telah digunakan secara turun-temurun sebagai obat tradisional oleh masyarakat Dayak, oleh karena itu bawang tersebut sering dipanggil sebagai bawang Dayak.

Dikutip dari Speciality Produce bawang dayak adalah umbi kecil yang menghasilkan beberapa batang daun panjang seperti pita dengan satu batang berbunga.

Sekilas, bentuknya menyerupai bawang merah pada umumnya, namun dengan ukuran yang agak besar.

Bawang dayak berbentuk seperti bola lampu berwarna merah tua yang halus, berbentuk seperti berlian bulat dengan akar kecil berwarna coklat yang menjulur dari ujungnya.

Mirip seperti bawang merah, bawang dayak juga dilapisi dengan lapisan seperti kertas tipis, penutup coklat-merah marun dan dagingnya berwarna merah dengan banyak lapisan seperti cincin putih.

Daunnya panjang dan ramping berwarna hijau dengan tinggi yang bisa mencapai empat puluh sentimeter. Selain itu, batangnya yang berbunga mengandung bunga putih berkelopak lima yang mekar di sore hari.

Bawang dayak terasa renyah dengan aroma menarik dan rasa yang sedikit sepat.

Bawang dayak kaya akan berbagai nutrisi dan zat yang sangat bermanfaat. Seperti flavonoid dan fenol, dan antosianin yang memberikan manfaat antioksidan.

Bawang ini juga mengandung alkaloid, tanin, glikosida, kina, dan sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antivirus.

Ada beberapa manfaat bawang dayak untuk kesehatan jika dikonsumsi secara rutin, yakni:

1. Antimikroba dan Antimelanogenesis untuk Kulit

10 Manfaat Bawang Dayak -1.png

Foto: specialtyproduce.com

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Research Gate, bawang dayak mampu menghambat mikroba yang hidup di kulit manusia.

Berdasarkan penelitian tersebut diketahui bahwa daya hambat bawang dayak memiliki aktivitas antimikroba yang hampir setara dengan antibiotik ketokonazol.

Senyawa yang diduga memiliki aktivitas antimikroba pada bawang dayak di antaranya adalah polifenol, flavonoid dan terpen.

Selain itu, manfaat lain dari bawang dayak adalah dapat membantu memiliki kulit wajah yang cerah.

Berdasarkan hasil skrining fitokimia terungkap bahwa bawang dayak mampu bertindak sebagai antimelanogenesis, yang dapat mencegah timbulnya bintik-bintik hitam di kulit wajah sekaligus mampu mencerahkan kulit.

2. Pengobatan Diabetes Melitus

Tingginya kasus diabetes melitus yang terjadi di Indonesia telah membuat upaya pengobatan diabetes semakin berkembang. Salah satu pengobatan herbal yang dipercaya dapat berguna menurunkan kadar gula darah adalah menggunakan bawang dayak.

Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Traditional Medicine Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, diketahui bahwa ekstrak bawang dayak dengan dosis 400 mg/kg berat badan, mampu memengaruhi penurunan kadar glukosa dalam darah.

Kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, dan saponin dalam bawang dayak memiliki aktivitas hipoglikemik yang dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

Baca Juga: Benarkah Jus Bawang Bombay Bisa Mengatasi Rambut Rontok?

3. Mencegah Kanker

10 Manfaat Bawang Dayak -3.jpeg

Foto: honestdocs.id

Kandungan antioksidan yang tinggi di dalam bawang dayak, dapat berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

Radikal bebas dapat berbahaya bagi tubuh karena menyebabkan seseorang berisiko terserang penyakit-penyakit berat seperti kanker, jantung dan penyakit lainnya.

Bawang dayak juga memiliki senyawa flavonoid yang merupakan salah satu jenis antioksidan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Antioksidan ini dapat mengobati kanker pada tubuh seseorang. Mengkonsumsi antioksidan dari bahan alami lebih akan aman dibandingkan yang didapat dari bahan kimia.

Manfaat bawang dayak sebagai tanaman obat semakin bertambah dengan adanya senyawa seperti naphtokuinones yang terkandung di dalamnya.

Kombinasi senyawa naphtokuinones dan beberapa senyawa lainnya, akan bertindak sebagai agen antikanker dengan menurunkan aktivitas cyclin-E sel, sehingga menyebabkan terjadinya apoptosis atau kematian sel kanker.

4. Menurunkan Tekanan Darah

Menurut penelitian Journal of Natural Remedies, diketahui bahwa bawang dayak terbukti efektif untuk menurunkan tekanan darah.

Kandungan alisin dalam bawang dayak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kekentalan darah.

“Tekanan darah tinggi tidak baik untuk kesehatan tubuh karena akan menimbulkan masalah lain, seperti penyakit jantung. Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah dengan mengkonsumsi bawang tersebut. Karena di dalamnya terkandung senyawa alisin yang dapat menurunkan tekanan darah,” kata Prof Dr Sidik Apt , Guru Besar Emeritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang memiliki risiko tinggi.

Sebab, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi berbahaya dan mematikan tanpa menunjukkan gejala sebelumnya pada penderita.

5. Mengobati Penyakit Disentri

10 Manfaat Bawang Dayak -5.jpeg

Foto: bola.com

Disentri merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri, dan paling sering menyerang anak-anak. Untuk menghindarinya, mengkonsumsi bawang dayak bisa menjadi solusinya.

Sebab, berbagai kandungan senyawa kimia dalam bawang Dayak dilaporkan memiliki efektifitas dalam membunuh bakteri, termasuk bakteri penyebab penyakit disentri lho Moms.

Penelitian yang dilakukan oleh National Journal of Physiology, Pharmacy and Pharmacology mengatakan bahwa ekstrak bawang Dayak efektif membunuh bakteri shigella yang menjadi penyebab penyakit disentri.

6. Obati Bronkitis

Bronkitis merupakan penyakit yang menyerang bagian bronkus. Padahal, peran bronkus dalam sistem pernafasan sangat penting.

Jika pada bronkus terjadi masalah, maka sistem pernafasan juga akan ikut bermasalah. Akibatnya, suplai oksigen yang seharusnya cukup menjadi berkurang.

Jika penyakit ini tidak segera diobati, maka akan menimbulkan masalah lain yang lebih serius.

Metode penyembuhan yang dapat digunakan sebagai alternatif obat dari dokter adalah dengan mengkonsumsi bawang dayak dengan rutin.

Baca Juga: 4 Manfaat Bawang Putih untuk Rambut Lengkap dengan Resepnya, Yuk Coba!

7. Baik untuk Ginjal

10 Manfaat Bawang Dayak -7.jpeg

Foto: picuki.com

Bawang dayak telah lama dikenal dengan khasiatnya yang luar biasa.

Salah satu khasiat bawang ini yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah untuk menjaga kesehatan ginjal.

Ini disebabkan karena bawang dayak mengandung senyawa aktif yang dapat menjaga kesehatan ginjal.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dari Universitas Lampung, mengatakan bahwa ekstrak bawang dayak bersifat diuretik yang mampu menurunkan kadar kalsium serta pH urine sehingga dapat memudahkan penghancuran dan pengeluaran batu ginjal, dan mampu menjaga kesehatan ginjal.

8. Obat Alami untuk Sakit Perut

Berkat kandungan tanin di dalamnya, bawang dayak juga bermanfaat untuk digunakan sebagai obat alami dalam mengatasi sakit perut.

Tanin mampu mengurangi gas di saluran pencernaan, sehingga mampu membantu untuk meredakan perut kembung hingga mengatasi masalah konstipasi atau sembelit tanpa efek samping.

9. Mengatasi Flu

10 Manfaat Bawang Dayak -9.jpeg

Foto: hellosehat.com

Masyarakat suku dayak ternyata sudah lama menggunakan bawang dayak sebagai obat untuk mengatasi flu.

Manfaat bawang dayak ini diyakini berkat kandungan glikosida di dalamnya yang dapat berfungsi sebagai anti bakteri, anti radang dan bekerja efektif dalam menurunkan demam yang timbul sebagai efek samping dari penyakit flu.

Baca Juga: Benarkah Bawang Putih Bisa Mencegah Keputihan?

10. Mampu Menangkal Radikal Bebas

Bawang dayak memiliki kandungan antosianin yang tinggi, yang memberi warna merah alami pada umbinya.

Antosianin juga dapat berfungsi sebagai antioksidan yang berperan dalam menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

Dengan berkurangnya kadar radikal bebas dari dalam tubuh, risiko terserang penyakit kanker, jantung, dan beberapa penyakit lainnya akan jauh berkurang.

Cara Menggunakan Bawang Dayak

Bawang dayak bisa dikonsumsi dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk kering dan juga utuh atau segar.

Meski tampak berbeda, keduanya memiliki manfaat yang sama untuk tubuh karena memiliki banyak manfaat kesehatan saat dikonsumsi.

Bukan hanya untuk kesehatan, ternyata bawang dayak juga bisa digunakan untuk ditambahkan sebagai olahan kuliner.

Biasanya, bawang dayak paling cocok untuk dikonsumsi saat mentah dan dimasak seperti menumis, merebus, atau menggoreng.

Bawang dayak bisa dipotong, diiris, dan ditambahkan ke salsa segar atau ditambahkan ke dalam salad.

Bawang dayak juga bisa dicampur menjadi tumis, sup, atau kari.

Selain itu, bawang dayak juga cocok dipadukan dengan dengan berbagai makanan seperti udang, ikan, unggas, daging sapi, terasi asam, belacan, jahe, tomat, terong, brokoli, kacang polong, wortel, kentang, dan nasi kukus.

Untuk ketahanannya, bawang dayak akan mampu bertahan 2-3 bulan jika disimpan di tempat yang sejuk dan kering.

Untuk bawang dayak yang diiris tipis-tipis sebelumnya, dapat tahan hingga tiga bulan jika disimpan di dalam wadah kedap udara.

Agar manfaat bawang dayak ini bisa dirasakan secara maksimal, Moms bisa mengikuti petunjuk aman menggunakannya di bawah ini:

  • Pembuatan Simplisia. Pisahkan bawang dayak dari akar dan daunnya, cuci bersih kemudian iris dengan ketebalan 1-2 mm. Kemudian keringkan di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan oven pada suhu 500°C selama 8 jam. Dinginkan dan bawang dayak pun siap dikemas atau dinikmati.
  • Pembuatan Bubuk. Proses pembuatan bawang dayak bubuk hampir sama dengan proses pembuatan simplisia. Pisahkan bawang dayak dari akar dan daunnya, lalu cuci hingga bersih. Setelah itu, iris dengan ketebalan 1-2 mm dan dikeringkan selama 8 jam dengan oven pada suhu 500°C atau di bawah sinar matahari. Setelah didinginkan, bawang dayak dihaluskan dengan blender dan diayak sampai mendapati bubuk halusnya. Simpan bubuk bawang dayak ini di toples yang tertutup rapat.
  • Pembuatan Manisan. Setelah bawang dayak dicuci dengan bersih dan dipisahkan dari akar dan daunnya, kukus bawang dayak selama sekitar 5 menit. Kemudian buatlah larutan gula dengan cara mencampurkan gula ke dalam air dengan perbandingan 1 : 1.
  • Masak sampai kental dan terus di aduk-aduk, angkat bila gula sudah terlihat cukup kering. Terakhir, campurkan bawang dayak yang telah di kukus ke dalam larutan gula tersebut. Manisan bawang dayak pun siap dinikmati.

Adakah Efek Samping Bawang Dayak?

Sampai saat ini, belum ada hasil penelitian yang secara khusus menjelaskan beberapa efek samping buruk yang timbul akibat mengonsumsi bawang dayak.

Meski begitu, Moms bisa tetap mengkonsumsi bawang dayak dengan kadar normal dan tidak berlebihan untuk tetap mendapatkan manfaatnya.

Dengan melihat berbagai komposisi kandungan dan manfaatnya, tak mengherankan apabila bawang dayak saat ini sering dijadikan sebagai tanaman obat, dan juga olahan makanan yang tetap enak namun berkhasiat.

Artikel Terkait