Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
25 Juni 2022

Serba-serbi Motilitas Sperma Rendah, Mulai dari Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Saat ingin sedang menjalani program hamil, kesuburan pria juga penting untuk diperhatikan
Serba-serbi Motilitas Sperma Rendah, Mulai dari Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Salah satu faktor penting kesuburan pria adalah motilitas sperma.

Ini karena kualitas sperma menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam proses terjadinya kehamilan.

Buruknya, jika Dads memiliki motilitas sperma rendah sering kali menyebabkan pembuahan gagal atau tidak terjadi. Termasuk

Lantas, apa itu motilitas? Apa penyebab dan cara mengatasi motilitias sperma yang bisa dilakukan oleh Dads?

Yuk, simak informasi mengenai motilitas sperma di sini.

Baca Juga: 15 Makanan Penambah Sperma untuk Dads, Yuk Coba!

Apa Itu Motilitas Sperma?

Sperma Suami Miliki Motilitas Yang Rendah, Bagaimana Agar Bisa Hamil? 1

Foto: Sperma Suami Miliki Motilitas Yang Rendah, Bagaimana Agar Bisa Hamil? 1

Foto Illustrasi Sprerma (freepik.com)

Motilitas sperma adalah kemampuan sperma untuk bergerak atau berenang secara efisien melalui sistem reproduksi wanita untuk bertemu dan membuahi sel telur.

Untuk hubungan seksual vaginal yang mengarah ke pembuahan, pria umumnya akan mengeluarkan air mani di dekat saluran serviks.

Tepatnya berada di ujung saluran vagina, meskipun karena motilitas, setiap air mani yang diejakulasi di dekat daerah vagina dapat naik ke saluran vagina dan ke leher rahim.

Sperma diprogram untuk berenang dengan cara yang akan membantunya mencapai tujuan akhir sel telur yang berovulasi.

Sementara sel telur dipindahkan dari ovarium ke tuba falopi dengan proyeksi seperti rambut kecil yang disebut silia, sel telur itu sendiri tidak berenang.

Sebaliknya, sperma bergerak sendiri. Mereka harus berenang dari saluran serviks, masuk dan melalui rahim, dan, akhirnya, ke tuba falopi.

Di sinilah mereka bertemu dengan sel telur yang berovulasi. Sesampai di sana, sperma harus membuahi sel telur, yang juga membutuhkan gerakan.

Penelitian telah menemukan bahwa dibutuhkan antara 2-10 menit setelah ejakulasi untuk mencapai saluran tuba.

Motilitas sperma yang sehat mampu bergerak lurus minimal 25 mikrometer per detik.

Sehingga jika motilitas sperma seorang pria kurang dari perhitungan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa ia memiliki motilitas sperma rendah atau disebut asthenozoospermia.

Adapun beberapa jenis masalah yang berkaitan dengan motilitas sperma, yaitu:

  • Motilitas progresif yang lamba
  • Motilitas non-progresif dengan pergerakan yang kurang dari 5 mikrometer per detik
  • Tidak bergerak sama sekali

Baca Juga: Rutin Makan Kacang Bantu Sperma Lebih Berkualitas?

Gejala Motilitas Sperma Rendah

Bolehkah Konsumsi Tempe Saat Sedang Promil? 3

Foto: Bolehkah Konsumsi Tempe Saat Sedang Promil? 3

Foto Illustrasi Pergerakan Sperma (Orami Photo Stock)

Bagi pria yang memiliki gangguan motilitas, terdapat gejala yang bervariasi tergantung pada bagian saluran pencernaan yang terpengaruh.

Tetapi umumnya gejala motilitas rendah, meliputi:

  • Sembelit (dua atau lebih sedikit buang air besar per minggu)
  • Perut bengkak
  • perut kembung
  • Sakit perut kronis atau ketidaknyamanan
  • Perut bengkak dan nyeri episodik
  • Mual atau muntah
  • Surutnya
  • Diare
  • Masalah menelan

Penyebab Motilitas Sperma Rendah

Sperma Suami Miliki Motilitas Yang Rendah, Bagaimana Agar Bisa Hamil? 2

Foto: Sperma Suami Miliki Motilitas Yang Rendah, Bagaimana Agar Bisa Hamil? 2

Foto Illustrasi Penyebab Motilitas Sperma Rendah (freepik.com)

Penyebab motilitas sperma rendah penting sekali dikenali terutama bagi Moms dan Dads yang berencana memiliki momongan.

Pasalnya, jumlah dan motilitas sperma yang rendah adalah salah satu penyebab utama infertilitas atau kemandulan.

Dengan mengetahui penyebab, Moms dan Dads tentu dapat mengetahui cara mengatasinya dengan tepat.

Berikut ini penyebab motilitas sperma rendah:

1. Genetik

Faktor genetik dapat memengaruhi setiap tahap kesuburan pria, mulai dari kerusakan DNA pada sel sperma (spermatozoa), cacat genetik pada kromosom Y, dan kelainan genetik seperti sindrom Klinefelter.

Sementara sebagian besar faktor genetik tidak dapat diobati, masalah ini seringkali dapat diatasi dengan penggunaan in vitro fertilization (IVF) atau program bayi tabung.

2. Merokok

Biasanya, bahaya merokok bagi kesehatan yang sering kali familiar di telinga, yakni bisa menyebabkan penyakit kanker, paru-paru, dan gangguan pada ibu hamil.

Namun, tidak hanya itu, terdapat bahaya merokok bagi kesehatan lainnya, yaitu menyebabkan motilitas sperma rendah.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Wiener Klinische Wochenschrift, telah dikaitkan dengan penurunan motilitas sperma, terutama jika pria merokok lebih dari 10 batang per hari.

Baca Juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Mental, Yuk Coba!

3. Peradangan

Penyakit radang pada saluran sperma atau organ reproduksi lainnya dapat menurunkan motilitas sperma.

Mikroorganisme dari penyakit ini secara langsung dapat mempengaruhi sperma yang memperlambat kecepatannya dan kemampuannya untuk menembus lendir serviks.

4. Kelainan Kromosom

Penyebab lain motilitas sperma adalah karena keanehan pada kromosom seks.

Ini tidak hanya memengaruhi kuantitas sperma, tetapi juga mobilitas sperma, sehingga meningkatkan kemungkinan kemandulan.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab motilitas sperma rendah, yaitu:

  • Infeksi pada testis
  • Kanker testis
  • Operasi testis
  • Testis tidak turun (kriptorkismus)
  • Penggunaan steroid anabolik jangka panjang
  • Varikokel, pembuluh darah di skrotum yang membesar
  • Penggunaan obat-obatan terlarang seperti ganja dan kokain
  • Obat herbal tertentu.

Baca Juga: 17 Bahaya Begadang bagi Kesehatan, Bisa Menurunkan Kualitas Sperma!

Cara Mengatasi Motilitas Sperma

olahraga

Foto: olahraga

Foto Latihan Squat (Orami Photo Stock)

Salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas sperma adalah dengan mengubah gaya hidup.

“Setiap gaya hidup yang berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh juga akan berdampak negatif pada fungsi reproduksi sperma."

"Apa yang baik bagi kesehatan tubuh, akan abik juga untuk sperma,” kata Stanton Honig, MD, seorang ahli urologi dan direktur dari Men’s Health di Yale Medicine Urology.

Perubahan gaya hidup yang dimaksud antara lain:

1. Diet

Jika Dads memiliki kelebihan berat badan, salah satu hal yang efektif adalah menjalani program diet.

Sebuah penelitian Randomized Controlled Trial menunjukkan bahwa, penurunan berat badan secara signifikan dapat meningkatkan kesehatan sperma secara keseluruhan.

Selain itu, pria yang memiliki berat badan ideal secara signifikan memiliki jumlah sperma lebih banyak dan sehat dibandingkan pria obesitas.

Dads bisa melakukan diet defisit kalori, yaitu menerapkan pola makan dengan mengurangi asupan kalori yang masuk dalam tubuh setiap harinya.

2. Workout

Tak hanya untuk menjaga tubuh tetap bugar, workout yang dilakukan teratur, baik itu di gym maupun di rumah, juga bisa jadi salah satu cara mengatasi motilitas sperma rendah, lho!

Workout yang teratur dapat meningkatkan hormon testosteron yang berkaitan dengan produksi air mani dan sperma.

Beberapa kombinasi gerakan otot saat workout mungkin dianjurkan, tapi Dads bisa memilih squat jika ingin lebih terlihat hasilnya.

Baca Juga: Haid Lebih dari 2 Minggu, Benarkah Akan Sulit Hamil?

3. Konsumsi Vitamin

Beberapa jenis vitamin, termasuk vitamin D, C, E, dan CoQ10, penting untuk kesehatan sperma.

Melansir Urology Journal menunjukkan bahwa, mengonsumsi 1.000 mg vitamin C setiap hari dapat membantu konsentrasi dan mobilitas sperma pria.

Jumlah sperma secara keseluruhan tidak akan meningkat, tetapi sperma bisa menjadi lebih terkonsentrasi dan mampu bergerak lebih efisien.

Sehingga ini bisa meningkatkan peluang Anda untuk hamil dengan sukses.

Studi lain mencatat tingkat kehamilan yang kurang berhasil di antara pasangan ini terjadi ketika pria memiliki kadar vitamin D yang rendah.

Namun sebelum mengonsumsi vitamin, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, ya.

4. Berhenti Merokok

Bagi Dads yang perokok berat, mungkin akan sulit saat diharuskan untuk berhenti merokok.

Namun, salah satu cara mengatasi motilitas sperma rendah memang dengan berhenti bersentuhan dengan tembakau dan rokok.

Rokok selalu dikaitkan dengan buruknya kualitas kesehatan seseorang, termasuk karena dapat menurunkan tekanan aliran darah ke testis.

Jika aliran darah rendah, maka Dads tak akan cukup energi untuk bisa memuaskan Moms.

Tentu saja air mani yang sedikit itu juga memengaruhi kekentalan, yang berarti jumlah sperma yang keluar saat ejakulasi pun tidak maksimal dan pergerakannya pun cenderung lambat.

5. Tingkatkan Asupan Zat Besi

Meningkatkan asupan zat besi jadi salah satu cara mengatasi motilitas sperma yang rendah.

Karena merupakan kandungan dalam makanan yang sangat penting untuk kualitas sperma. Mengonsumsi zat besi yang cukup akan membuat Dads tetap sehat dan bugar.

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan sperma jadi encer. Karenanya, Dads harus mengonsumsi zat besi dalam makanan sehari-hari.

Beberapa sumber zat besi antara lain daging, telur, ikan, dan juga kacang-kacangan.

Baca Juga: Ini Berbagai Hal Seputar Donor Sperma yang Perlu Moms Pahami

Program Hamil yang Disarankan

Sperma Suami Miliki Motilitas Yang Rendah, Bagaimana Agar Bisa Hamil? 4

Foto: Sperma Suami Miliki Motilitas Yang Rendah, Bagaimana Agar Bisa Hamil? 4

Foto Sperma (freepik.com)

Dalam beberapa kasus, motilitas sperma bisa saja sulit untuk meningkat, meskipun telah melakukan perubahan gaya hidup dan pengobatan.

Oleh karena itu, program hamil tertentu dapat dipilih oleh pasangan dengan masalah motilitas sperma rendah untuk bisa memiliki anak.

Sebagaimana dikutip dari Medcover Fertility, beberapa pilihan program hamil tersebut yaitu:

1. Intrauterine Insemination (IUI)

Dengan prosedur ini sperma langsung ditempatkan di leher rahim, sehingga membuatnya lebih mudah untuk mencapai sel telur.

Namun, IUI hanya direkomendasikan pada pria dengan motilitas sperma kurang dari 30% hingga 40%.

2. In Vitro Fertilization (IVF)

Meskipun diklaim dapat memberikan keberhasilan yang tinggi bagi pasangan dengan masalah motilitas sperma, IVF hanya direkomendasikan ketika IUI gagal.

Selain itu, program ini juga bisa dilakukan ketika tingkat motilitas sperma lebih rendah dari 30%.

3. Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI)

ICSI direkomendasikan pada pria dengan motilitas parah dengan jumlah sperma motil kurang dari 5 juta dalam sekali ejakulasi.

Prosedur ini diklaim memiliki tingkat keberhasilan sekitar 70-90%.

Baca Juga: Alergi Sperma: Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya agar Hubungan Intim Tetap Nyaman

Nah, itulah berbagai cara yang dapat Moms coba jika ingin hamil ketika Dads memiliki motilitas sperma rendah. Sudahkah Moms berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter?

  • https://link.springer.com/article/10.1007/s00508-017-1199-6
  • http://jpp.krakow.pl/journal/archive/06_18/pdf/10.26402/jpp.2018.3.05.pdf
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27085565/
  • https://www.researchgate.net/publication/301354228_Comparing_the_Effectiveness_of_Dietary_Vitamin_C_and_Exercise_Interventions_on_Fertility_Parameters_in_Normal_Obese_Men
  • https://www.healthline.com/health/fertility/how-to-increase-sperm-count#biking
  • https://www.healthline.com/health/how-long-can-sperm-live-outside-the-body#_noHeaderPrefixedContent
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/320160#outlook
  • https://www.templehealth.org/services/conditions/motility-disorders/symptoms