Trimester 1

21 Maret 2021

Konsumsi Paracetamol untuk Ibu Hamil, Amankah?

Penggunaan parasetamol ini harus sesuai dengan yang dianjurkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms pasti sudah tidak asing lagi dengan paracetamol. Obat yang juga disebut sebagai acetaminophen ini bisa mengurangi rasa sakit dan memulihkan kondisi seseorang dari flu. Tetapi, bagaimana dengan konsumsi paracetamol untuk ibu hamil?

Obat ini juga sering digunakan untuk berbagai macam penyakit lain seperti sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi dan demam.

Pada radang sendi, obat ini bekerja pada bagian dalam sehingga tidak ada efek apapun di bagian peradangan dan bengkaknya.

Penggunaan parasetamol ini harus sesuai dengan yang dianjurkan oleh label dari produk obat karena jika berlebihan jelas akan membahayakan pemakainya. Parasetamol merupakan salah satu bahan obat yang menjadi dari berbagai macam obat.

Moms mungkin saja mengonsumsi parasetamol dari 2 obat yang berbeda dan sudah termasuk dalam kategori overdosis.

Bacalah terlebih dahulu label dari obat yang akan diminum apakah mengandung parasetamol, acetaminophen atau APAP. Pada orang dewasa, jumlah parasetamol yang boleh dikonsumsi sebesar 1 gram/dosis dan 4 gram/hari.

Jika Moms memiliki gangguan pada hati dan pernah mengonsumsi alkohol sebelumnya, sebaiknya kunjungilah dokter dan konsultasikan kesehatan terlebih dahulu sebelum menggunakan paracetamol untuk ibu hamil.

Penggunaan paracetamol untuk ibu hamil dalam jangka panjang tidak baik untuk tubuh. Oleh karena itu, hentikan penggunaan parasetamol dan segera hubungi dokter jika masih demam setelah 3 hari mengonsumsinya, rasa sakit tak kunjung hilang dalam 5 hari dan keadaan makin memburuk.

Selain itu, ada pula gejala yang akan dirasakan jika berlebihan mengonsumsi parasetamol seperti kurang nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, berkeringat, letih dan lesu.

Gejala lanjut dari overdosis tersebut adalah sakit pada lambung, air seni berwarna gelap, kulit menguning dan mata pucat.

Lalu, seperti apa penggunaan paracetamol untuk ibu hamil yang aman? Simak lebih lanjut penjelasannya berikut ini ya, Moms.

Baca Juga: Dosis Parasetamol Balita Berlebihan, Ini Bahayanya

Amankah Paracetamol untuk Ibu Hamil Muda?

Parasetamol untuk Ibu Hamil

Foto: Orami Photo Stock

Para ibu hamil dan menyusui perlu berhati-hati supaya tidak terlalu banyak meminum obat-obatan, termasuk yang mengandung paracetamol untuk ibu hamil.

Segala obat yang diminum oleh ibu hamil akan diserap bayi yang berada dalam kandungan dan melalui ASI.

Menurut dr. Ulfi Umroni sebagaimana dikutip dari alodokter.com, parasetamol menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat untuk kategori kehamilan masuk ke dalam kategori B, yakni aman untuk ibu hamil.

Namun, tidak disarankan penggunaan paracetamol intravena atau yang masuk pembuluh darah langsung, karena termasuk kategori C untuk parasetamol yang langsung disuntikkan ke pembuluh darah, kecuali menurut dokter, manfaatnya lebih besar.

Menurut UK Teratology Information Service (UKTIS), paracetamol untuk ibu hamil telah digunakan selama bertahun-tahun tanpa efek berbahaya yang jelas pada bayi yang sedang berkembang.

Untuk alasan inilah, biasanya parasetamol direkomendasikan sebagai pilihan pertama obat penghilang rasa sakit untuk ibu hamil.

Obat penghilang rasa sakit lainnya, termasuk yang dijual bebas tanpa resep, belum terbukti lebih aman dari parasetamol. Bahkan, beberapa tidak cocok untuk digunakan selama tahap kehamilan tertentu.

Meskipun tidak mungkin untuk mengatakan bahwa obat apa pun benar-benar aman digunakan selama kehamilan, saat ini tidak ada bukti kuat bahwa paracetamol untuk ibu hamil akan membahayakan bayi dalam kandungan.

Namun umumnya wanita yang sedang hamil dianjurkan untuk menggunakan parasetamol dengan dosis terendah yang berhasil, hanya selama dibutuhkan.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Menyusui Minum Paracetamol?

Selain itu, hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi paracetamol untuk ibu hamil bisa meningkatkan risiko keguguran.

Mungkin Moms juga bertanya-tanya apakah penggunaan parasetamol saat hamil akan menyebabkan bayi lahir dengan cacat lahir?

Tubuh bayi dan sebagian besar organ dalam terbentuk selama 12 minggu pertama kehamilan. Terutama selama waktu inilah beberapa obat diketahui menyebabkan cacat lahir.

Mayoritas penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan paracetamol untuk ibu hamil di trimester pertama atau selama tiga bulan pertama kehamilan tidak lebih besar kemungkinannya untuk memiliki bayi dengan cacat lahir dibandingkan wanita yang tidak.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan parasetamol dalam kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan bayi laki-laki lahir dengan testis yang tidak turun, meskipun penelitian lain belum ada untuk temuan ini.

Sebuah studi yang menggunakan tikus yang dilaporkan dalam berita menunjukkan bahwa penggunaan parasetamol dalam kehamilan dapat menurunkan kadar testosteron (hormon yang penting untuk perkembangan pria) pada keturunan yang belum lahir.

Karena ini adalah penelitian pada hewan, maka masih belum diketahui bagaimana kaitannya dengan efek paracetamol untuk kehamilan manusia.

Karenanya, saat ini tidak ada bukti ilmiah bahwa konsumsi paracetamol untuk ibu hamil menyebabkan cacat lahir, testis tidak turun, atau perubahan kadar hormon.

Selain itu, parasetamol untuk ibu hamil juga tidak ditemukan adanya peningkatan risiko melahirkan terlalu dini (sebelum 37 minggu kehamilan), hal ini ditunjukkan dalam satu penelitian yang menyelidiki risiko ini pada wanita yang menggunakan parasetamol selama trimester ketiga.

Baca Juga: Jangan Bingung Dulu, Ini yang Harus Dilakukan Jika Ibu Hamil Demam

Amankah Konsumsi Paracetamol untuk Ibu Hamil Tua?

paracetamol untuk ibu hamil tua

Foto: Orami Photo Stock

Nampaknya, Moms perlu berhati-hati bila ingin menggunakan paracetamol untuk ibu hamil tua. Karena beberapa studi menunjukkan beberapa efek samping.

Dalam sebuah studi pada jurnal EBioMedicine, dilakukan penelitian pada 518 wanita, di mana 40% menggunakan paracetamol sebagai pengobatan analgesik utama selama kehamilan.

Frekuensi asupan dan dosis parasetamol bervariasi antara wanita dan secara keseluruhan rendah dengan kecenderungan frekuensi yang lebih tinggi dan dosis yang lebih tinggi pada trimester ketiga.

Didapati, bahwa asupan paracetamol untuk ibu hamil, terutama selama trimester ketiga, mengakibatkan penurunan jumlah HSC (sel induk hematopoietik) relatif dalam darah tali pusat, tidak bergantung pada usia ibu, indeks massa tubuh trimester pertama, usia kehamilan dan berat bayi baru lahir.

Sehingga disimpulkan bahwa asupan paracetamol untuk ibu hamil, terutama selama trimester ketiga, dapat menyebabkan penurunan HSC dalam darah tali pusat.

Selain itu, studi dari jurnal Reproductive Toxicology juga mendeteksi hubungan antara peningkatan risiko preeklamsia dan penggunaan paracetamol untuk ibu hamil tua atau pada trimester ketiga.

Selain itu, penggunaan paracetamol untuk ibu hamil tua di trimester ketiga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur setelah preeklamsia.

Karena itu, sebaiknya jika ingin menggunakan paracetamol untuk ibu hamil agar meredakan nyeri, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan ya, Moms.

Apakah Konsumsi Paracetamol untuk Ibu Hamil Bisa Sebabkan Masalah Perilaku Anak?

parasetamol aman dikonsumsi ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin bertanya-tanya tentang apakah penggunaan paracetamol untuk ibu hamil dapat memengaruhi kondisi janin atau anak ketika ia tumbuh besar.

Otak bayi terus berkembang hingga akhir kehamilan. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa mengonsumsi obat-obatan tertentu pada setiap tahap kehamilan dapat memberikan efek yang bertahan lama pada pembelajaran atau perilaku anak.

Saat ini, ada banyak penelitian tentang kemungkinan penyebab masalah belajar dan perilaku, seperti gangguan spektrum autisme (ASD) dan gangguan hiperaktif defisit perhatian (ADHD).

Namun, ini adalah bidang yang sangat sulit untuk dipelajari dan saat ini hanya ada sedikit informasi ilmiah tentang subjek tersebut. Jadi, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan ya, Moms.

Baca Juga: 5 Cara Mengobati Bisul pada Ibu Hamil Secara Alami dan Rumahan

Berapa Dosis Paracetamol untuk Ibu Hamil yang Direkomendasikan?

konsumsi parasetamol

Foto: Orami Photo Stock

Dosis umum maksimum penggunaan paracetamol untuk ibu hamil adalah satu atau dua tablet (total 500mg atau 1.000mg) yang diminum setiap empat hingga enam jam, hingga empat kali dalam 24 jam.

Namun, jika Moms hamil, ahli mengatakan Moms harus mengambil jumlah minimum yang dibutuhkan.

Jangan tergoda untuk menambah dosis lain, untuk berjaga-jaga jika rasa sakitnya kembali.

Perlu juga diingat bahwa beberapa obat lain mungkin juga benar-benar mengandung parasetamol, jadi jika tidak diketahui ibu hamil, obat ini dapat dengan mudah melampaui batas.

Jika Moms tidak yakin, sebaiknya periksakan diri ke dokter atau bidan sebelum mengonsumsi paracetamol untuk ibu hamil ya.

“Hati-hati saat Moms membeli ini tanpa resep karena parasetamol biasanya dikombinasikan dengan obat lain dalam produk yang dijual bebas seperti obat flu dan pilek dan komponen lainnya mungkin tidak aman untuk kehamilan,” jelas Dr. Philip Kaye.

Menurutnya, selalu tanyakan kepada apoteker bahwa apa yang Moms beli hanyalah parasetamol sederhana dan aman untuk kehamilan.

Apa Saja yang Perlu Diketahui Tentang Penggunaan Paracetamol untuk Ibu Hamil?

Parasetamol untuk Ibu Hamil

Foto: Orami Photo Stock

Sementara di Inggris, penggunaan paracetamol untuk ibu hamil dianggap sangat aman.

Sebuah penelitian pada International Journal of Epidemiology yang melakukan penelitian di Norwegia terhadap hampir 50.000 anak menyoroti kemungkinan adanya hubungan antara penggunaan obat jangka panjang secara teratur ('jangka panjang' digolongkan lebih dari sebulan selama kehamilan) dan masalah dengan perkembangan seperti komunikasi dan perilaku.

Studi terbaru lainnya yang dilakukan oleh University of Edinburgh menunjukkan bahwa penggunaan ekstensif, tidak sesekali dapat menyebabkan gangguan reproduksi pria saat lahir atau di masa kanak-kanak karena produksi testosteron yang rendah.

Pengujian ini masih dalam tahap awal dan apa yang menyebabkan penurunan testosteron masih belum diketahui.

"Penting untuk diingat bahwa penelitian ini dilakukan pada tikus, bukan pada manusia. Namun, ada banyak kesamaan antara kedua sistem reproduksi tersebut," jelas Profesor Richard Sharpe, dari Pusat Kesehatan Reproduksi MRC Universitas Edinburgh, yang ikut memimpin penelitian tersebut.

“Temuan penelitian ini mengirimkan pesan yang jelas, ibu hamil tidak boleh memperpanjang penggunaan paracetamol untuk ibu hamil, hanya meminumnya saat diperlukan,” jelas Dr. Martin Ward-Platt dari Royal College of Paediatrics and Child Health.

Ada juga penelitian yang mengaitkan asma masa kanak-kanak dengan penggunaan parasetamol pada kehamilan.

Tetapi, National Health Service ingin menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang membuktikan bahwa parasetamol tidak aman dalam dosis yang dianjurkan.

Baca Juga: Demam dan Menggigil Selama Kehamilan, Kenapa?

Apa Saja Pil Paracetamol untuk Ibu Hamil yang Harus Dihindari?

konsumsi parasetamol

Foto: Orami Photo Stock

National Health Service merekomendasikan agar wanita hamil tidak mengonsumsi pil paracetamol untuk ibu hamil yang mengandung kafein (sering digunakan oleh orang yang merasa sakit tetapi perlu tetap terjaga).

Tablet yang memiliki kombinasi parasetamol dan kafein tidak dianjurkan.

Kadar kafein yang tinggi dapat mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah, yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan di kemudian hari. Terlalu banyak kafein juga bisa menyebabkan keguguran.

Bukan berarti Moms harus berhenti mengonsumsi kafein sama sekali, ya. NHS merekomendasikan agar Moms tidak mengonsumsi lebih dari 200 miligram (mg) sehari.

Seperti biasa, jika kita khawatir tentang minum obat (atau apa pun) saat hamil, bicarakan dengan dokter kandungan akan lebih aman.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait