Program Hamil

24 Mei 2021

Mengenal PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome, Kondisi yang Memengaruhi Kesuburan Wanita

Ketidakteraturan jadwal menstruasi dapat menjadi penyebab utama PCOS
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Polycystic Ovary Syndrome atau PCOS adalah kondisi yang bisa memengaruhi kesuburan wanita.

Saat wanita didiagnosis mengidap Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), satu hal yang mungkin juga akan diinformasikan oleh dokter adalah bahwa penyakit PCOS mengganggu program hamil.

Gejala yang ditimbulkan akibat penyakit PCOS juga seringkali terabaikan, karena tidak menimbulkan gangguan yang berarti sehingga dalam banyak kasus, wanita baru mengetahui dirinya mengidap penyakit PCOS saat sedang berusaha menjalani kehamilan.

Meski berdampak besar pada kesuburan wanita, namun penyakit PCOS yang mengganggu program hamil dapat diatasi dengan cara yang tepat. Maka dari itu simak penjelasan mengenai PCOS di bawah ini.

Penyebab Polycystic Ovary Syndrome

penyakit pcos

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan PCOS pada wanita, seperti.

1. Peradangan Rendah

Wanita dengan penyakit Polycystic Ovary Syndrome memiliki peradangan dengan tingkat rendah dimana kondisi ini merangsang ovarium polikistik untuk menghasilkan androgen.

Kelebihan hormon androgen inilah yang menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan penyakit PCOS. Androgen adalah hormon seks laki-laki yang juga diproduksi oleh tubuh perempuan dalam jumlah kecil.

2. Genetik

Faktor genetik atau keturunan merupakan salah satu penyebab yang paling memungkinkan dari penyakit PCOS.

"Benar bahwa PCOS merupakan penyakit yang terkait genetik (keturunan) dan bisa menyebabkan sulit hamil sama seperti endometriosis," menurut dr. Gita Pratama, Sp.OG-KFER, M.ScRep, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Pondok Indah - Pondok Indah, pada acara sesi IG Live bersama Orami Parenting (23/07).

Biasanya seorang wanita menderita PCOS bila sang ibu atau saudaranya juga mengalami hal yang sama. PCOS ini ternyata tak hanya dapat diturunkan dari sang ibu saja, namun bisa pula dari keluarga ayah.

Bila pada salah satu silsilah keluarga tersebut ada yang memiliki periode menstruasi tidak teratur serta diabetes, makan kemungkinan untuk menderita Polycystic Ovary Syndrome akan menjadi semakin besar.

3. Insulin Berlebih

Faktor berikutnya bisa disebabkan apabila tubuh Moms resisten terhadap insulin, sehingga pankreas akan mengeluarkan insulin yang lebih banyak untuk memproduksi energi atau glukosa.

Lebihnya kadar insulin dalam tubuh inilah yang kemudian akan berpengaruh pada indung telur dengan meningkatnya produksi androgen. Produksi androgen berlebih ini yang nantinya akan menganggu kemampuan berovulasi.

PCOS Mengganggu Program Hamil

1 PCOS Mengganggu Program Hamil.jpg

Foto: womenshealth.gov

Dikutip dari Everyday Health, wanita yang mengidap Polycystic Ovary Syndrome berarti memiliki gangguan hormonal di mana tubuh terlalu banyak menghasilkan androgen.

Ini biasanya merupakan hormon pria, namun tetap dapat dimiliki wanita dalam jumlah kecil, sama seperti insulin. Ketidakseimbangan hormon ini dapat mengganggu sinyal yang dikirim dari kelenjar pituitari untuk mengarahkan ovarium menghasilkan telur.

Saat telur tidak dilepaskan, ovulasi tidak terjadi dan akhirnya PCOS mengganggu program hamil. Meski demikian, dalam beberapa kasus, wanita dengan kondisi PCOS tetap dapat mengalami kehamilan dan cukup membahayakan.

Menurut National Institutes of Health, wanita hamil yang mengidap Polycystic Ovary Syndrome berisiko mengalami komplikasi, seperti tiga kali lebih mungkin mengalami keguguran, diabetes, preeklampsia, kelahiran prematur, hingga kelahiran dengan operasi caesar.

Baca Juga: Telat Datang Bulan? Waspadai PCOS!

Kondisi Kesehatan yang Berkaitan dengan PCOS

Kondisi Kesehatan yang Berkaitan dengan PCOS

Foto: Orami Photo Stock

Selain mengganggu program hamil, banyak penelitian yang telah menemukan bahwa terdapat hubungan antara Polycystic Ovary Syndrome dengan masalah kesehatan lainnya, berikut yang dikutip dari Office of Women's Health:

  • Diabetes

Lebih dari separuh wanita dengan PCOS akan menderita diabetes atau pradiabetes (intoleransi glukosa) sebelum usia 40 tahun.

  • Tekanan darah tinggi

Wanita dengan riwayat Polycystic Ovary Syndrome berisiko lebih besar mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan dengan wanita pada usia yang sama tanpa PCOS. Perlu Moms ketahui, tekanan darah tinggi adalah penyebab utama penyakit jantung dan stroke.

  • Kolesterol

Wanita dengan Polycystic Ovary Syndrome seringkali memiliki kadar kolesterol LDL (jahat) yang lebih tinggi dan kadar kolesterol HDL (baik) yang rendah. Kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

  • Sleep apnea

Kondisi ini menyebabkan pernapasan penderitanya berhenti sejenak secara berulang-ulang sehingga mengganggu kualitas tidur.

Banyak wanita dengan Polycystic Ovary Syndrome mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, yang dapat menyebabkan sleep apnea. Dalam kondisi yang parah, sleep apnea dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

  • Depresi dan kecemasan

Depresi dan kecemasan juga merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada wanita dengan PCOS.

  • Kanker endometrium

Masalah dengan ovulasi, obesitas, resistensi insulin, dan diabetes (semua hal yang umum terjadi pada wanita dengan PCOS) ini akan meningkatkan risiko terkena kanker endometrium (kanker yang menyerang lapisan rahim bagian dalam).

Baca Juga: Diet Prakonsepsi, Ini 6 Makanan Terbaik Bagi Penderita PCOS

Gejala Polycystic Ovary Syndrome

2 Gejala PCOS.jpg

Foto: todaysparent.com

Beberapa gejala penyakit Polycystic Ovary Syndrome mengganggu program hamil cukup ringan, sehingga dalam banyak kasus, wanita tidak menyadari ada yang salah dengan tubuhnya (mengidap penyakit PCOS).

Gejalanya antara lain: pertumbuhan jerawat hingga bulu tubuh yang berlebihan. Namun gejala paling mudah untuk mengenali penyakit PCOS mengganggu program hamil adalah jadwal menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Dalam beberapa kasus, menstruasi hanya berlangsung sekali dalam beberapa bulan, bahkan sekali dalam enam bulan. Alasan dari tidak teraturnya jadwal menstruasi ini adalah karena Moms tidak berovulasi secara teratur.

Beberapa wanita yang belum berpikir tentang kehamilan, mungkin akan berpikir bahwa ketidakteraturan jadwal menstruasi adalah isu ringan (bahkan mungkin lebih menyenangkan, karena tidak perlu merasakan nyeri menstruasi yang mengganggu), namun sebenarnya hal ini juga dapat membahayakan.

“Semakin lama wanita tidak mendapatkan menstruasi, sel akan tumbuh tak terkendali dan bisa menjadi kanker,” ungkap Kepala Kebidanan dan Ginekologi di University of Southern California’s Keck School of Medicine, Jenny M. Jaque, MD, seperti dikutip dari laman Health.

Baca Juga: Kisah Tya Ariestya Mengidap PCOS dan Perjuangannya Memiliki Anak Lewat Program Bayi Tabung

Cara Mendiagnosis Polycystic Ovary Syndrome

usg-PCOS.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Selain melihat gejala berupa siklus menstruasi tidak teratur yang menandakan PCOS, penyedia layanan kesehatan juga akan bertanya tentang riwayat kesehatan Moms sebelum didiagnosis Polycystic Ovary Syndrome.

Tak hanya itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan panggul. Cara ini bertujuan untuk memeriksa kesehatan organ reproduksi, baik di dalam maupun di luar tubuh.

Pemeriksaan lain yang mungkin dilibatkan sebagai cara diagnosis PCOS, meliputi:

  • USG

Tes ini menggunakan gelombang suara dan komputer untuk membuat gambar pembuluh darah, jaringan, dan organ. Tes ini digunakan untuk melihat ukuran ovarium dan melihat apakah ada kista. Tes juga bisa melihat ketebalan lapisan rahim (endometrium).

  • Tes darah

Tindakan ini bertujuan untuk mencari tahu kadar androgen dan hormon lain yang tinggi penyebab PCOS. Penyedia layanan kesehatan juga dapat memeriksa kadar glukosa darah, kadar kolesterol, dan trigliserida.

Solusi PCOS Mengganggu Program Hamil

3 Solusi PCOS Mengganggu Program Hamil.jpg

Foto: health.com

Penyakit Polycystic Ovary Syndrome mengganggu program hamil telah banyak dikaitkan dengan masalah kelebihan berat badan.

dr. Gita menyampaikan, bahwa penderita PCOS mempunyai peluang besar untuk hamil. Namun perlu diawali dengan modifikasi gaya hidup, seperti melakukan diet sehat dan melakukan aktivitas fisik atau berolahraga untuk menurunkan berat badan..

Penurunan berat badan ini akan memberi dampak positif pada fungsi ovulasi, peningkatan kemungkinan pembuahan, kehamilan yang lebih aman bagi Moms dan bayi, serta respon yang lebih baik terhadap obat kesuburan.

"Bila Moms mempunyai masalah dengan berat badan, sebaiknya turunkan berat badan sebanyak 5-10%. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Moms akan membantu memberikan obat-obatan kesuburan," ujar. dr. Gita.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa hanya dengan mengurangi 5% berat badan, seorang wanita dapat mengembalikan siklus menstruasi menjadi lebih rutin dan berovulasi dengan baik.

Sementara mengutip Mayo Clinic, penderita Polycystic Ovary Syndrome juga disarankan agar menjadi lebih aktif.

Dalam hal ini, yaitu olahraga untuk membantu menurunkan kadar gula darah.

Dengan meningkatkan aktivitas harian dan berpartisipasi dalam program olahraga teratur, wanita yang menderita Polycystic Ovary Syndrome dapat mengobati atau bahkan mencegah resistensi insulin, membantu mengendalikan berat badan, serta menghindari diabetes.

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Cara mengatasi PCOS, Masalah Hormon yang Membuat Sulit Hamil

Namun, jika ovulasi masih tidak teratur, obat tambahan dapat diresepkan. Misalnya metformin yang dapat membantu tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin sehingga dapat membuat ovulasi lebih teratur.

Metformin juga dapat memperlambat perkembangan diabetes yang dialami wanita dengan Polycystic Ovary Syndrome, jadi bisa mencegah diabetes tipe 2 dan membantu menurunkan berat badan.

Sumber:

  • https://www.everydayhealth.com/pcos/
  • https://www.nhs.uk/conditions/polycystic-ovary-syndrome-pcos/
  • https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/polycystic-ovary-syndrome
  • https://www.health.com/condition/pcos/pcos-symptoms
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pcos/diagnosis-treatment/drc-20353443
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait