17 April 2024

4 Rumus Taksiran Berat Janin dan Cara Menghitungnya!

Selain USG, rumus taksiran berat janin ini bisa memberikan gambaran kondisi Si Kecil

Mengetahui rumus taksiran berat janin saat hamil merupakan salah satu hal penting yang harus diketahui oleh semua ibu hamil.

Sebab, ini akan menunjukkan apakah ukuran janin sesuai dengan perkembangannya atau tidak.

Ini dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi Moms, salah satunya apakah perlu menaikkan berat badan atau tidak.

Taksiran berat janin adalah salah satu cara menafsir berat janin ketika masih di dalam uterus.

Berat badan janin mempunyai arti yang penting dalam pemberian informasi sebelum persalinan.

Baca Juga: Melahirkan dengan Induksi Persalinan, Apa Aman bagi Janin?

Perbandingan Rumus Johnson dan Rumus Risanto

Ilustrasi Rumus Taksiran Berat Janin
Foto: Ilustrasi Rumus Taksiran Berat Janin (Everylifecounts.ndtv.com)

Sebelum Moms mengetahui rumus taksiran berat janin, simak dulu perbandingan rumus Johnson dan rumus Risanto, ya!

Di tempat pelayanan kesehatan primer yang tidak memiliki alat ultrasonografi, biasanya sering menggunakan rumus taksiran berat janin menggunakan ukuran tinggi fundus uteri.

Menurut Journal of Issues in Midwifery, rumus Johnson-Toshack merupakan formula yang umum digunakan di Indonesia.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan, tinggi fundus uteri diukur menggunakan pita sentimeter dan data berat badan bayi yang diambil menggunakan timbangan bayi.

Data kemudian dibandingkan untuk mengetahui rumus taksiran berat janin mana yang memberikan hasil lebih mendekati berat lahir bayi.

Dari penelitian didapatkan hasil bahwa rumus Johnson-Toshack dan Risanto memiliki kesesuaian dalam memprediksi berat lahir bayi.

Selisih rata-rata rumus Risanto terhadap berat lahir bayi lebih kecil daripada Johnson-Toshack.

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa rumus Risanto memberikan taksiran lebih mendekati berat lahir bayi daripada rumus Johnson-Toshack.

Pada ibu yang memiliki kelebihan berat badan, rumus Risanto yang baru lebih akurat untuk memperkirakan berat badan bayi lahir daripada rumus Johnson-Toshack, menurut penelitian dari Jurnal Kesehata Reproduksi UGM.

Baca Juga: Penyebab Gerakan Janin Terasa di Perut Bagian Bawah dan Cara Mengatasinya

Grafik Pertumbuhan Janin

Ilustrasi Janin
Foto: Ilustrasi Janin (Sciencenorway.no)

Selain rumus taksiran berat janin, Moms juga perlu mengetahui grafik pertumbuhan janin.

Sejak awal kehamilan, bayi tumbuh pada tingkat yang berbeda, jadi angka-angka ini hanyalah rata-rata.

Ukuran sebenarnya bayi berdasarkan minggu dapat sangat bervariasi.

Sampai usia 14 minggu, pengukuran panjang badan bayi dilakukan dari ubun-ubun hingga pantat.

Setelah 14 minggu, pengukuran yang diberikan adalah dari ubun-ubun sampai tumit.

Sebelum mengetahui rumus taksiran berat janin, simak terlebih dahulu grafik pertumbuhan janin menurut Baby Center adalah:

1. Pengukuran dari Ubun-Ubun hingga Pantat

  • Usia 10 minggu: 3,1 cm, 35 gram
  • Usia 11 minggu: 4,1 cm, 45 gram
  • Usia 12 minggu: 5,4 cm, 58 gram
  • Usia 13 minggu: 6,7 cm, 73 gram

Baca Juga: 8 Ciri-Ciri Janin Tidak Berkembang, Waspada Jika Geraknya Tidak Aktif dan Denyut Jantung Berhenti

2. Pengukuran dari Ubun-Ubun ke Tumit

  • Usia 14 minggu: 14,7 cm, 93 gram
  • Usia 15 minggu: 16,7 cm, 117 gram
  • Usia 16 minggu: 18,6 cm, 146 gram
  • Usia 17 minggu: 20,4 cm, 181 gram
  • Usia 18 minggu: 22,2 cm, 223 gram
  • Usia 19 minggu: 24,0 cm, 273 gram
  • Usia 20 minggu: 25,7 cm, 331 gram
  • Usia 21 minggu: 27,4 cm, 399 gram
  • Usia 22 minggu: 29,0 cm, 430 gram
  • Usia 23 minggu: 30,6 cm, 501 gram
  • Usia 24 minggu: 32,2 cm, 600 gram
  • Usia 25 minggu: 33,7 cm, 660 gram
  • Usia 26 minggu: 35,1 cm, 760 gram
  • Usia 27 minggu: 36,6 cm, 875 gram
  • Usia 28 minggu: 37,6 cm, 1005 gram
  • Usia 29 minggu: 39,3 cm, 1153 gram
  • Usia 30 minggu: 40,5 cm, 1319 gram
  • Usia 31 minggu: 41,8 cm, 1502 gram
  • Usia 32 minggu: 43,0 cm, 1702 gram
  • Usia 33 minggu: 44,1 cm, 1918 gram
  • Usia 34 minggu: 45,3 cm, 2146 gram
  • Usia 35 minggu: 46,3 cm, 2383 gram
  • Usia 36 minggu: 47,3 cm, 2622 gram
  • Usia 37 minggu: 48,3 cm, 2859 gram
  • Usia 38 minggu: 49,3 cm, 3083 gram
  • Usia 39 minggu: 50,1 cm, 3288 gram
  • Usia 40 minggu: 51,0 cm, 3462 gram
  • Usia 41 minggu: 51,8 cm, 3787 gram

Baca Juga: Penyebab Detak Jantung Janin Lemah Dalam Kandungan dan Perawatan Kehamilan yang Bisa Dilakukan

Rumus Taksiran Berat Janin

Janin
Foto: Janin (Orami Photo Stocks)

Selain menggunakan USG, ada beberapa rumus taksiran berat badan yang bisa digunakan oleh ibu hamil untuk mengetahui perkembangan janin di dalam rahim.

Berikut beberapa rumus taksiran berat janin:

1. Rumus McDonald atau SFH

Rumus taksiran berat janin yang pertama adalah rumus McDonald atau SFH.

Pengukuran Height Symphysis-Fundal (SFH) adalah metode skrining yang umum digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan dan pertumbuhan janin setelah 24 minggu kehamilan.

SFH ini diukur dengan menggunakan semacam selotip yang ditempatkan di atas perut ibu.

Kandung kemih ibu harus kosong saat pengukuran dilakukan.

Jarak dari bagian atas tulang kemaluan (symphysis pubis) ke bagian atas rahim ibu hamil (fundus) diukur dalam sentimeter (cm).

SFH dalam sentimeter harus sama dengan usia kehamilan dalam minggu.

Perbedaan ukuran lebih dari 3 cm menunjukkan masalah pada janin.

Seperti terdapat masalah pada pertumbuhan, tingkat cairan ketuban abnormal, posisi melintang, kehamilan kembar, atau fibroid Rahim, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists.

2. Rumus Johnson

Rumus taksiran berat janin yang kedua adalah rumus Johnson.

Johnson dan Tausack (1954) menggunakan suatu metode untuk menaksirkan berat badan janin dengan pengukuran tinggi fundus uteri (TFU).

Yaitu dengan mengukur jarak antara tepi atas simfisis pubis sampai puncak fundus uteri dengan mengikuti lengkungan uterus, memakai pita pengukur dalam sentimeter dikurangi 11, 12, atau 13.

Hasilnya akan dikalikan 155, dan didapatkan taksiran berat badan bayi dalam gram. Pengurangan 11, 12, atau 13 tergantung dari posisi kepala bayi.

Jika kepala sudah melewati tonjolan tulang (spinaischiadika), maka dikurangi 12. Jika belum melewati tonjolan tulang (spinaischiadika) dikurangi 11.

3. Rumus Risanto

Rumus taksiran berat janin satu ini dinamai rumus Risanto.

Menurut penelitian Poltekkes Malang rumus Risanto adalah rumus yang diformulasikan berdasarkan penelitian yang dilakukan pada populasi masyarakat Indonesia.

Meski begitu, rumus ini tidak digunakan secara luas oleh tenaga kesehatan.

Rumus Risanto ditemukan oleh Risanto Siswosudarmo pada 1990 berdasarkan tinggi fundus uteri berupa persamaan garis regresi linier.

Rumus Hadlock digunakan untuk menghitung perkiraan berat janin berdasarkan pengukuran...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb