Kesehatan

11 Juni 2021

Ini 6 Sayuran yang Dilarang untuk Darah Tinggi, Hindari!

Meski sehat, beberapa sayur ini tidak direkomendasikan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Menjaga dan membatasi asupan makanan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah sekaligus mengatasi tekanan darah tinggi. Namun, ada beberapa jenis sayuran yang dilarang untuk darah tinggi.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi, terjadi ketika tekanan darah meningkat ke tingkat yang tidak sehat.

Pengukuran tekanan darah dengan memperhitungkan berapa banyak darah yang melewati pembuluh darah dan jumlah resistensi yang ditemui darah saat jantung memompa.

Pembacaan tekanan darah di bawah 120/80 mmHg dan hingga 139/89 mmHg.

Arteri yang sempit meningkatkan resistensi. Semakin sempit arteri Moms, semakin tinggi tekanan darah

Tekanan darah secara alami naik turun sepanjang waktu, menyesuaikan dengan kebutuhan jantung tergantung pada aktivitas yang Moms lakukan.

Baca Juga: 6 Manfaat Ikan Sarden, Dapat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Sangat penting untuk memeriksakan tekanan darah secara teratur dan jika terus tinggi perlu dikontrol.

Melansir Nature Reviews Disease Primers, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan banyak masalah kesehatan lainnya hingga kematian.

Pola makan yang tepat dapat membantu seseorang mengontrol tingkat tekanan darahnya. Selama ini buah dan sayuran dianggap menjadi asupan yang baik untuk mencegah tekanan darah tinggi.

Padahal, ada beberapa jenis sayuran yang dilarang untuk darah tinggi. Untuk mengetahui jenis sayuran yang dilarang untuk darah tinggi mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Sayuran yang Dilarang untuk Darah Tinggi

Makan sayur setiap hari penting untuk kesehatan. Mereka menyediakan vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya, seperti antioksidan dan serat.

Sayangnya tidak semua sayur bisa dikonsumsi pada kondisi kesehatan tertentu. Terdapat beberapa jenis sayuran yang dilarang untuk darah tinggi.

1. Sayuran yang Ditambahkan Garam Berlebihan

garam

Foto: Orami Photo Stock

Sayuran yang dilarang untuk darah tinggi pertama adalah sayuran yang dibumbui garam berlebih.

Garam atau khususnya natrium dalam garam, adalah kontributor utama untuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Hal ini karena bagaimana hal itu mempengaruhi keseimbangan cairan dalam darah.

Garam mengandung sekitar 40% natrium. American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 2.300 miligram (mg) natrium atau setara dengan 1 sendok teh garam setiap hari.

Melansir Journal of the American College of Cardiology, garam menduduki puncak daftar makanan yang harus dihindari penderita hipertensi. Sodium meningkatkan jumlah cairan dalam darah sehingga meningkatkan tekanan darah.

Oleh sebab itu, bagi pengidap darah tinggi sebaiknya hindari sayuran yang ditambahkan garam secara berlebih.

Meskipun sayuran tersebut baik bagi kesehatan, tambahan garam di dalamnya bisa berdambak buruk.

Baca Juga: Mengenal Garam Epsom atau Garam Inggris Beserta Manfaatnya

2. Produk Tomat Kalengan

produk tomat.jpg

Foto: fittr.com

Tomat segar memang dikenal kaya akan kandungan lycopene yang bermanfaat sebagai antioksidan, sehingga menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.

Namun, berbeda dengan produk tomat kalengan yang bisa menjadi salah satu sayuran yang dilarang untuk darah tinggi.

Kebanyakan produk saus tomat kalengan, saus pasta, dan jus tomat mengandung natrium tinggi. Kandungan ini berisiko tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, terutama jika Moms sudah memiliki tekanan darah tinggi.

Satu porsi (135 g) saus marinara mengandung 566 mg sodium. Sedangkan satu cangkir jus tomat mengandung 615 mg.

Jika ingin mengonsumsi tomat, sebaiknya konsumsi tomat yang segar ya Moms.

3. Sayuran yang Dibuat Menjadi Acar

sayuran acar.jpg

Foto: feastingathome.com

Sayuran acar merupakan makanan yang diawetkan dengan penggunaan campuran cuka, air, dan garam.

Mengawetkan makanan apa pun menggunakan garam. Hal ini dilakukan untuk menghentikan makanan agar tidak membusuk dan membuatnya bisa dimakan lebih lama.

Semakin lama sayuran berada dalam pengalengan dan mengawetkan cairan, semakin mengandung natrium yang tinggi. Kandungan ini sangat berbahaya bagi penderita darah tinggi.

Oleh karena itu, acar menjadi salah satu sayuran yang dilarang untuk darah tinggi.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Darah Tinggi saat Hamil!

4. Sayuran Kalengan

sayur kalengan

Foto: Orami Photo Stock

Sayuran yang dilarang untuk darah tinggi selanjutnya adalah sayuran kalengan.

Meskipun mereka dipasarkan sebagai pengganti yang sehat dan bergizi untuk sup yang diproses dalam waktu lama, sayuran kalengan sangat tidak sehat jika dilihat kandungan garam dan natriumnya.

Sayuran kalengan memiliki serat dengan natrium serta kandungan garamnya yang tinggi. Kandungan tersebut bisa menjadi pemicu tekanan darah naik.

Namun, jika Moms tetap ingin menggunakan sayuran kalengan, lihat label nutrisinya atau pilih yang ditandai sebagai rendah garam atau rendah natrium.

5. Sayuran Beku

sayuran beku.jpg

Foto: sideraconsult.com

Sayuran beku saat ini sedang menjadi tren, karena dinilai lebih praktis dan memiliki umur simpan yang lebih panjang. Sayuran beku dengan mudah bisa Moms temukan di pasar atau supermarket.

Sayangnya, sayuran beku menjadi salah satu sayuran yang dilarang untuk darah tinggi.

Sayuran beku merupakan salah satu sumber natrium terburuk, karena kandungan natriumnya sangat tinggi.

Kandungan natrium di dalamnya dapat mengandung hingga 1800 miligram natrium, yang melebihi asupan garam harian yang direkomendasikan.

Oleh karena itu, bagi Moms yang menderita darah tinggi tidak disarankan untuk mengonsumsi sayuran beku.

6. Sayuran yang Dijadikan Keripik

kentang

Foto: Orami Photo Stock

Sayuran yang dilarang untuk darah tinggi selanjutnya adalah kentang.

Kentang merupakan salah satu jenis sayuran yang sering diolah menjadi camilan keripik. Bagi pengidap darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi keripik kentang.

Kadar natrium yang tinggi dari camilan ini tidak hanya meningkatkan hipertensi, tetapi lemaknya juga berkontribusi pada penambahan berat badan dan kesehatan jantung yang buruk.

Jika Moms ingin mengonsumsi keripik kentang, cobalah makan porsi kecil dari yang rendah sodium sebagai gantinya.

Baca Juga: 11+ Makanan Penurun Darah Tinggi, Ada Greek Yogurt dan Pisang!

Hal yang Harus Dilakukan Ketika Tekanan Darah Melonjak

Darah Tinggi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms setelah mengetahui sayuran yang dilarang untuk darah tinggi, tak ada salahnya untuk mengetahui hal yang harus dilakukan ketika tekanan darah melonjak.

Hal ini karena tekanan darah tinggi bisa terjadi secara tiba-tiba. Berikut ini beberapa cara yang bisa Moms lakukan.

1. Konsumsi Cokelat Hitam

Cokelat hitam telah terbukti menurunkan tekanan darah. Tetapi cokelat hitam harus terdiri dari 60 hingga 70 persen kakao.

Melansir Harvard Education, menemukan bahwa makan satu hingga dua kotak cokelat hitam per hari dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah dan peradangan.

Manfaatnya tersebut berasal dari flavonoid yang ada di dalam cokelat. Flavonoid membantu melebarkan, atau memperlebar, pembuluh darah.

2. Pastikan Tidur yang Nyenyak

Tekanan darah biasanya turun saat Moms tidur. Jika Moms tidak tidur nyenyak, hal itu dapat memengaruhi tekanan darah.

Seseorang yang mengalami kurang tidur, terutama mereka yang berusia paruh baya, memiliki peningkatan risiko tekanan darah tinggi.

Bagi sebagian orang, mendapatkan tidur malam yang nyenyak tidaklah mudah. Ada banyak cara untuk membantu Moms mendapatkan tidur nyenyak.

Cobalah atur jadwal tidur yang teratur, habiskan waktu bersantai di malam hari, berolahraga di siang hari, hindari tidur siang, dan buat kamar tidur nyaman.

Baca Juga: 11 Contoh Kuku yang Tidak Sehat, Bisa Jadi Tanda Anemia Hingga Penyakit Jantung

3. Makan Bawang Putih

Ekstrak bawang putih atau bawang putih segar keduanya banyak digunakan untuk menurunkan tekanan darah.

Melansir National Institutes of Health, sebuah penelitian tahun 2012 melakukan eksperimen terhadap 87 orang dengan tekanan darah tinggi.

Orang tersebut diberikan bawang putih dan hasil penelitian menemukan pengurangan diastolik 6 mm Hg dan pengurangan sistolik 12 mm Hg pada mereka yang mengonsumsi bawang putih, dibandingkan dengan orang yang tidak menjalani pengobatan apa pun.

4. Kurangi Minum Beralkohol

Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, meskipun Moms sehat.

Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah sebesar 1 mm Hg untuk setiap 10 gram alkohol yang dikonsumsi. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi secukupnya.

Baca Juga: Mengenal Hipertensi Pulmonal, Tekanan Darah Tinggi yang Terjadi di Paru-Paru

5. Kurangi Kopi

Kafein dapat meningkatkan tekanan darah, tetapi efeknya hanya sementara.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek kafein dalam meningkatkan tekanan darah lebih besar, jika tekanan darah Moms sudah tinggi.

Moms harus pertimbangkan untuk mengurangi konsumsi kopi agar tekanan darah tetap stabil.

Nah itu dia Moms sayuran yang dilarang untuk darah tinggi. Mulai sekarang, yuk kita lebih waspada terhadap makanan yang dikonsumsi.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6477925/
  • https://www.researchgate.net/publication/273464174_Dietary_Sodium_and_Health_More_Than_Just_Blood_Pressure
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0048277/
  • https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/food-features/dark-chocolate/
  • https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/diet/foods-to-avoid-in-hypertension/articleshow/19797814.cms
  • https://www.healthline.com/health/high-blood-pressure-hypertension/foods-to-avoid#sugar
  • https://www.healthline.com/health/high-blood-pressure-hypertension/lower-it-fast#12.-Eat-garlic-or-take-garlic-extract-supplements
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait