Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Jun 10, 2018

6 Kesalahan Menjemur Bayi Baru Lahir yang Sering Dilakukan Orang Tua

Bagikan


6 Kesalahan Menjemur Bayi Baru Lahir yang Sering Dilakukan Orang Tua

Bagi Moms yang baru melahirkan, salah satu aktivitas rutin setiap hari adalah menjemur bayinya saat matahari terbit. Konon, sinar matahari pagi mengandung vitamin D yang berperan penting dalam pembentukan tulang bayi. Benarkah demikian?

Perlu kita tahu Moms, vitamin D dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu proses penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan. Nah, kedua unsur mineral ini berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi anak. 

Bila kebutuhan vitamin D terpenuhi, diharapkan kelak saat ia tumbuh dewasa, bisa terhindar dari risiko berbagai penyakit. Misalnya, tekanan darah tinggi, osteoporosis, berbagai penyakit autoimun bahkan mencegah kanker. 

Sebaliknya, bila anak kekurangan vitamin D, dikhawatirkan kelak ia berisiko mengalami masalah tulang lemah dan lunak, bahkan mungkin mengalami masalah kelainan bentuk tulang (riketsa).

Baca Juga : Ternyata Ini Waktu Ideal dan Tata Cara yang Benar Menjemur Bayi

Lalu, bagaimana cara untuk mendapatkan vitamin D ini?

Salah satu caranya adalah dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari.  Paparan Ultra Violet B (UV B) tingkat rendah dari sinar matahari yang mengenai kulit, dapat membantu tubuh untuk memproduksi vitamin D. Ya, tubuh membutuhkan vitamin D dari sinar matahari untuk pembentukan tulang Si Kecil.  

Akan tetapi Moms mesti perhatikan juga, bila terlalu lama terpapar sinar matahari tidaklah baik. Pasalnya, hal tersebut bisa menyebabkan kulit Si Kecil terbakar. Bila hal itu terjadi, efeknya akan menimbulkan nyeri, demam bahkan dehidrasi pada Si Kecil.

Baca juga: Cara Memijat Bayi yang Bisa Anda Lakukan di Rumah

Selain itu, terlalu lama terpapar sinar matahari bahkan bisa meningkatkan risiko kanker kulit (melanoma) serta masalah kulit lainnya di kemudian hari. 

Maka sebelum menjemur Moms menjemur Si Kecil di bawah sinar matahari, ketahui terlebih dulu caranya, durasinya, tempatnya dan sebagainya. Dengan begitu, manfaat yang diperoleh dari menjemur bayi bisa dipetik, sekaligus bayi terhindari dari berbagai risiko yang disebutkan tadi.

Pertanyaannya, seberapa lama bayi perlu dijemur di bawah sinar matahari agar hasilnya efektif?

Tentu munculnya efek negatif sinar matahari terhadap kulit jadi merah dan terbakar berbeda-beda pada setiap individu. Akan tetapi, setidaknya untuk menjemur Si Kecil tidak lebih dari 10-15 menit. Durasi waktu tersebut sekiranya cukup bagi bayi untuk mendapatkan vitamin D.

Kemudian apakah perlu diberikan tabir surya sebelum bayi dijemur? Seperti kita tahu, ada beberapa produk tabir surya yang ada di pasaran.

Baca juga: Bayi Kuning Saat Baru Lahir? Ini Penyebab dan Cara Merawatnya

Nah, sebenarnya kulit bayi tak perlu diberikan perlindungan tabir surya. Pasalnya, bayi membutuhkan paparan sinar matahari langsung mengenai kulitnya. Di sisi lain, bagi bayi berusia 0-6 bulan, kulitnya masih terlalu sensitif bila dikenakan tabir surya. 

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa poin yang harus Moms perhatikan sebelum menjemur Si Kecil:

1. Waktu

Pilih waktu yang tepat. Pukul berapa? Sebaiknya di bawah pukul 10 pagi atau di atas pukul 4 sore. Soalnya, antara pukul 10 pagi hingga 4 sore sinar matahari sangat kuat.

2. Durasi

Hindari menjemur bayi terlalu lama. Setidaknya cukup 10-15 menit setiap hari. Menjemur bayi dengan durasi yang lama juga bisa menimbulkan efek negatif bagi bayi.

3. Pakaian

Bayi sebaiknya menggunakan pakaian saat dijemur. Kenapa tidak dilepaskan bajunya? Pasalnya, tubuh bayi baru lahir masih rentan dan sensitif terhadap kuman penyebab penyakit.

4. Gunakan Pelindung

Selain pakaian, sebaiknya Si Kecil mengenakan pelindung kepala dan wajah, seperti topi atau kacamata kecil. Dengan begitu, sinar matahari tak mengenai langsung pada kepala, wajah dan matanya. Cahaya matahari bisa memengaruhi retina mata Si Kecil, lo Moms!

5. Hindari Tabir Surya

Sekali lagi, untuk bayi usia 0-6 bulan sebaiknya hindari mengenakan tabir surya karena kulitnya masih sensitif ya Moms. Kecuali, bayi sudah berusia di atas 6 bulan. Boleh saja mengenakan tabir surya bila hendak bepergian. Namun pastikan pilih tabur surya dengan minimal SPF 15. Oleskan pada kulit Si Kecil 15-20 menit sebelum berangkat.

6. Tempat

Pilih tempat yang aman, nyaman dan pastikan terkena sinar matahari langsung. Bagaimana kalau dijemur di balik kaca rumah yang terpapar sinar matahari?

Sebenarnya hal itu tidak begitu berpengaruh karena sinar UV yang dibutuhkan untuk produksi vitamin D tidak menembus kaca.

Nah, selamat menjemur bayi ya Moms! 

(HIL)

Sumber: healthchild.net, babycenter.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.