ADVERTISEMENT

TRIMESTER 1
30 November 2022

12 Penyebab Keluar Flek saat Hamil Muda, Tak Selalu Tanda Keguguran!

Bisa jadi karena infeksi bakteri atau jamur juga, Moms!
Artikel ditulis oleh Nurul Aulia Ahmad
Disunting oleh Aprillia

Sering menjadi kekhawatiran, bahayakah keluar flek saat hamil muda?

Baik Moms yang baru pertama kali menjadi seorang ibu atau pernah hamil sebelumnya kondisi ini tentu bikin kepikiran.

Bercak atau pendarahan ringan pasti bisa membuat perempuan merasa takut dan cemas.

Ketakutan akan keguguran atau masalah dengan kehamilan pun menjadi alasan terkuat, bukan?

Daripada menerka-nerka, mari cari tahu penyebab perempuan hamil mengalami flek.

Baca Juga: Bukan Kanker, Ini Ciri-Ciri Benjolan di Ketiak yang Tidak Berbahaya

Normalkah Flek saat Hamil Muda?

ADVERTISEMENT

Foto: Wanita Hamil (Freepik.com/prostock-studio)

National Health Services (NHS) menjelaskan bahwa normal untuk seorang perempuan mengalami flek saat hamil muda.

Faktanya, hampir sepertiga dari semua wanita hamil akan mengalami kondisi tersebut.engan kehamilan. Sebagian besar flek saat hamil muda tidaklah berbahaya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, pada beberapa kasus, kondisi tersebut dapat menjadi tanda dari adanya komplikasi kehamilan.

Komplikasi yang dimaksud bisa berujung pada keguguran, kehamilan ektopik, dan plasenta previa.

Jika Moms ragu, tak ada salahnya untuk berobat ke dokter kandungan apabila mengalami flek saat hamil muda.

Baca Juga: Pusar Bayi Berdarah, Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya

ADVERTISEMENT

Penyebab Flek Saat Hamil Muda

Foto: Flek saat Trimester Kedua (Orami Photo Stocks)

Flek saat hamil muda berbeda dengan pendarahan.

Flek saat hamil muda pada vagina sering terjadi pada trimester pertama kehamilan dan biasanya tidak menjadi masalah yang serius.

Namun, flek atau pendarahan yang terjadi pada trimester kedua dan ketiga bisa menjadi tanda komplikasi kehamilan.

Berikut beberapa kemungkinan yang akan terjadi bila wanita hamil mengalami flek saat hamil muda.

1. Berhubungan Intim

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Tanpa disadari, penyebab flek pada wanita ini bisa saja terjadi.

Berhubungan intim bisa menyebabkan flek. Ini dikarenakan daerah serviks pada wanita hamil menerima aliran darah lebih banyak.

Sifatnya mudah berdarah akibat sentuhan atau gesekan, sehingga menimbulkan flek-flek darah usai Moms berhubungan seksual.

Hal tersebut normal dan biasanya tidak menimbulkan keguguran.

2. Keguguran Dini

Foto: Ilustrasi Keguguran (Orami Photo Stock)

Flek saat hamil muda bisa menjadi tanda awal keguguran.

Keguguran dini terjadi selama 13 minggu pertama kehamilan. Gejalanya adalah kram atau nyeri pada perut atau panggul.

Keguguran perdefinisi adalah keluarnya sebagian atau seluruh hasil konsepsi yang terjadi di awal kehamilan dan biasanya ketika janin belum berkembang.

ADVERTISEMENT

Keluar flek saat hamil muda 6 minggu, bisa terjadi pendarahan yang semakin parah.

Menurut jurnal Obstetrics & Gynecology pendarahan hebat pada trimester pertama, terutama bila disertai rasa sakit, dikaitkan dengan risiko keguguran yang lebih tinggi.

Namun jika hanya bercak saja itu normal, terutama jika hanya berlangsung 1–2 hari.

Baca Juga: 12 Doa agar Bayi Sungsang Kembali ke Posisi Normal, Yuk Amalkan!

3. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah keadaan darurat medis yang terjadi pada trimester pertama kehamilan Moms.

Kehamilan ini merupakan kehamilan yang terjadi di luar rahim, yaitu di tuba falopi atau bagian rongga perut lainnya.

Moms perlu segera memeriksakan diri jika terjadi flek saat hamil muda dengan kemungkinan kehamilan ektopik.

ADVERTISEMENT

Jika Moms mengalami nyeri perut atau panggul yang tajam atau tumpul, lemas, pusing, atau pingsan, segera hubungi dokter.

Umumnya, dokter akan memeriksa dengan USG transvaginal dan tindakan operasi untuk melakukan pengangkatan sel telur yang terlanjur berkembang di tuba falopi.

4. Masalah pada Plasenta

Foto: Ilustrasi Plasenta Previa (Orami Photo Stock)

Jika terjadi masalah pada plasenta, flek bisa terjadi pada trimester kedua atau ketiga.

Keluarnya flek cokelat saat hamil muda harus diwaspadai karena mungkin saja terpisahnya plasenta dari dinding rahim.

Bila Moms hanya mengalami flek saat hamil muda 3 bulan dan darah yang keluar tidak terlalu banyak, tidak perlu khawatir, ya.

Karena hal tersebut tidak berbahaya bagi Moms dan janin.

ADVERTISEMENT

Namun, jika perdarahan menandakan keguguran atau adanya plasenta menutupi jalan keluar dari bayi, ini perlu mendapatkan tindakan lanjut.

5. Pendarahan Implantasi

Mengutip Mayo Clinic, keluarnya flek cokelat saat hamil muda bisa karena proses implantasi.

Ini adalah penanaman telur di lapisan rahim terjadi sekitar 4 minggu setelah kehamilan Moms.

Jika mengalami flek saat hamil muda sekitar seminggu hingga 10 hari setelah pembuahan, maka hal tersebut disebabkan oleh implantasi embrio ke dalam dinding rahim.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan ya, Moms.

Baca Juga: Penyebab Kepala Pusing Badan Lemas dan Cara Mengatasinya

6. Perubahan Bentuk Leher Rahim

Foto: Pasangan Berhubungan (Freepik.com/racool-studio)

Selama trimester kedua dan ketiga, leher rahim Moms menjadi bengkak karena peningkatan suplai darah di area tersebut.

Ini menjadi penyebab flek saat hamil muda yang seterusnya.

Tak hanya itu, berhubungan intim selama periode ini juga dapat menyebabkan bercak ringan.

Selain flek, berhubungan seksual saat hamil juga bisa menyebabkan keluarnya cairan berwarna merah muda, merah, atau saluran vagina sedikit mengeluarkan darah.

7. Infeksi atau Peradangan

Terkadang keluar flek cokelat saat hamil muda 3 bulan juga terjadi karena infeksi, yang sebagian besar ditularkan secara seksual.

Dalam kasus ini, Moms perlu didiagnosis sendiri karena dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Perdarahan ringan dan bercak darah hamil sering terjadi, tetapi jika Moms mengalami pendarahan vagina yang berat saat hamil, segera konsultasikan dengan dokter.

Pendarahan hebat dapat disebabkan oleh beberapa infeksi komplikasi seperti plasenta previa, persalinan prematur keguguran lanjut.

8. Ruptur Uterus

Foto: Trimester Pertama Kehamilan (Flo.health.com)

Selama trimester kedua, perdarahan ringan atau bercak umumnya terjadi karena iritasi pada serviks.

Biasanya disebabkan setelah berhubungan seks atau pemeriksaan serviks.

Ini sangat umum dan tidak mengkhawatirkan. Namun, keluar flek saat hamil muda juga bisa karena ruptur uterus atau rahim robek.

Hal ini dapat membahayakan ibu dan bayi dengan menyebabkan perdarahan hebat dan bayi kehilangan oksigen.

Selain itu, kondisi ini juga bisa memicu persalinan dini. Beberapa tandanya adalah mengalami pendarahan, nyeri, dan demam.

Perempuan yang baru saja mengalami cedera pada perut atau rahim mungkin mengalami ruptur rahim dan harus segera ke dokter.

Baca Juga: Bisakah Moms Mendeteksi Tanda Hamil 1 Minggu?

9. Polip Serviks

Penyakit ini adalah alasan umum lainnya untuk pendarahan atau flek saat hamil muda pada trimester kedua.

Polip serviks adalah pertumbuhan tumor kecil yang memanjang di permukaan saluran serviks.

Hal ini dapat menyebabkan bercak karena peningkatan jumlah pembuluh darah di jaringan di sekitar area tersebut.

Polip serviks ini tidak berbahaya dan Moms tidak perlu mengkhawatirkannya.

Beberapa obat-obatan dibutuhkan untuk meredakan gejala kram perut yang dialami ibu hamil.

10. Penyakit Trofoblas Gestasional

Foto: Ini Pengertian Hamil Anggur (Todaysparent.com)

Penyakit trofoblas gestasional (GTD) adalah sekelompok penyakit langka yang menyebabkan sel-sel abnormal tumbuh di dalam rahim selama atau setelah kehamilan.

Tak jarang ini dapat menyebabkan keluar flek saat hamil muda trimester kedua ke atas.

Sel-sel ini dapat membentuk tumor dan massa. Kadang-kadang massa ini berubah menjadi kanker, meskipun sebagian besar bentuk GTD bersifat jinak.

Wanita dengan GTD mungkin mengalami perdarahan dan rahim yang cukup banyak.

Perawatan tergantung pada jenis GTD, seberapa besar pertumbuhannya, dan faktor lainnya.

Seorang dokter bedah mungkin perlu mengangkat massa selama atau setelah kehamilan.

Baca Juga: 15 Cara Memutihkan Ketiak Hitam, Moms Tak Perlu Minder Lagi!

11. Infeksi Bakteri dan Jamur

Melansir studi dalam Obstetrical & Gynecological Survey bakteri vaginosis bisa terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri di daerah vagina.

Kondisi ini cukup sering ditemukan pada ibu hamil, mengingat perubahan hormon yang terjadi padanya.

Munculnya flek cokelat muda atau berwarna tua saat hamil ini bisa menghasilkan cairan berbau amis saat hamil.

Jenis keputihan ini paling terlihat setelah berhubungan seks, dengan sensasi gatal atau terbakar.

Jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan komplikasi kehamilan.

"Bakteri vaginosis dimulai sebagai infeksi vagina, tetapi kadang-kadang dapat naik ke rahim dan menyebabkan pecahnya ketuban secara dini dan kelahiran prematur," kata April Sarvis, M.D., seorang OB-GYN di Bloomfield Hills, Michigan, melansir dari Parents.

Jika Moms mencurigai vaginosis bakterialis, segera berobat ke dokter, ya!

Obat resep dapat menghilangkan gejala tanpa membahayakan janin dan mengurangi kemungkinan persalinan prematur.

12. Solusio Plasenta

Pada trimester ketiga, perdarahan ringan atau bercak kebanyakan terjadi setelah berhubungan seks atau pemeriksaan serviks. Kondisi ini juga bisa terjadi karena nyeri persalinan.

Jika Moms mengalami keluar flek saat hamil muda pada trimester ketiga segera cari perawatan medis darurat.

Bisa juga disebabkan karena solusio plasenta. Jadi, Moms harus berhati-hati dan jangan mengabaikannya ya.

Baca Juga: Moms Wajib Tahu, Ini Dia 10 Ciri Hamil Anak Kembar

Cara Menghentikan Flek saat Hamil Muda

Foto: Wanita sedang Hamil (Orami Photo Stocks)

Penanganan awal dari terjadinya flek saat hamil muda yaitu segera beristirahat.

Beberapa cara mengatasi flek coklat saat hamil muda yang dapat dilakukan lainnya, yaitu:

1. Jaga Kebersihan Vagina

Berbaring dan minimalkan waktu berdiri maupun berjalan. Jika perlu, minta izin tidak masuk bagi ibu hamil yang masih bekerja.

Hindari berhubungan seks saat hamil selama perdarahan berlangsung.

Jangan pernah menggunakan pembersih vagina ketika organ intim sedang dalam fase flek.

Hindari penggunaan tampon. Disarankan untuk memilih pembalut biasa.

Manfaatkan pembalut untuk memudahkan menghitung seberapa banyak perdarahan yang terjadi.

2. Perhatikan Warna Darah Flek

Perhatikan warna dari darah yang keluar misalnya merah muda, merah kecokelatan, merah terang, dan lain-lain.

Waspadai perdarahan jika keluar semakin deras menyerupai haid, tampak merah menyala, ataupun diiringi kram perut.

Selain itu, perlu juga dicermati perdarahan yang terjadi secara terus menerus selama hamil muda.

3. Bedrest

Foto: Istirahat (Freepik.com/gpointstudio)

Untuk sampai kapan bedrest yang dapat Moms lakukan tidak dapat dihitung seberapa lama waktunya.

Karena hal tersebut tergantung dari setiap individu ibu hamil yang tentunya berbeda.

Intinya dalam bedrest adalah selama kehamilan ini sebisa mungkin untuk mengurangi berbagai aktivitas seperti sebelum waktu hamil.

Sehingga diharapkan dengan perbedaan aktivitas tersebut dapat membantu meredakan keluarnya flek cokelat saat hamil muda.

4. Minum Banyak Air

Saat mengalami keluarnya flek saat hamil muda, pastikan mengonsumsi banyak air putih agar tubuh tetap terhidrasi.

Tidak hanya baik dalam menghentikan bercak darah, namun juga baik untuk menjaga kesehatan bayi dalam kandungan.

5. Hindari Berhubungan Seks Sementara Waktu

Pada dasarnya, berhubungan seks selama masa kehamilan itu aman dan dapat dilakukan, selama memerhatikan beberapa kondisi.

"Berhubungan seks aman dilakukan kecuali bila kehamilan Anda berisiko tinggi, misalnya, jika Anda menderita plasenta previa," ungkap Sarah McMoyler, RN, seorang pregnancy expert dan penulis buku berjudul The Best Birth: Your Guide to the Safest, Healthiest, Most Satisfying Labor and Delivery (2008) melansir dari WebMD.

Baca Juga: Hamil 6 Bulan, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Untuk makanan pencegah flek saat hamil, tentunya tidak ada yang secara spesifik dapat menghentikan flek tersebut.

Intinya adalah konsumsi berbagai makanan dan minuman yang menyehatkan, hindari makanan cepat saji, dan sebagainya untuk kebutuhan nutrisi selama kehamilan.

Itu dia penjelasan mengenai flek saat hamil muda hingga trimester ketiga kehamilan.

Jika terjadi dan Moms ragu dengan keluhan tersebut, jangan sungkan untuk segera berobat ke dokter, ya!

Ingat, flek saat hamil muda juga bisa menjadi gejala dari masalah kehamilan.

  • https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vaginal-discharge/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2828396/
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/implantation-bleeding/faq-20058257
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10804540/
  • https://www.webmd.com/baby/features/sex-during-pregnancy-safe
  • https://www.parents.com/pregnancy/my-body/pregnancy-health/discharge-during-pregnancy-whats-safe-whats-not/

Sebelumnya

Cek Pencegahan Penularan HIV pada Ibu Hamil ke Bayi yang Dikandung Berikut Ini!
Nurul Aulia Ahmad • 30 Nov 2022

Selanjutnya

Konsumsi Jahe untuk Ibu Hamil, Amankah? Ini Jawabannya!
Floria Zulvi • 01 Des 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT