2-3 tahun

2-3 TAHUN
3 Februari 2021

Anak Batuk saat Tidur, Ini 12 Cara Mengatasinya

Segera hubungi dokter jika batuk membuat anak sulit bernapas!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Anak batuk saat tidur adalah hal yang biasa akan Moms alami saat bayi merasa kedinginan di malam hari karena menetesnya lendir di sepanjang bagian belakang tenggorokan.

Tapi anak batuk saat tidur bukanlah kondisi serius jika ia masih makan, minum, dan bernapas dengan normal.

Namun, jika batuk memburuk pada malam hari dan tidak membaik dalam jangka waktu yang lebih lama, maka Si Kecil mungkin mengalami kondisi yang lebih serius.

Baca Juga: 5 Gangguan Tidur yang Bikin Anak Susah Terlelap di Malam Hari

Anak batuk saat tidur juga bisa menjadi salah satu gejala dari asma, alergi, pilek, atau penyakit lainnya, terutama jika berat dan menyakitkan.

Segera hubungi dokter jika anak batuk saat tidur dan membuatnya sulit bernapas dan berlangsung lebih lama dari seminggu, disertai demam, atau setelah Si Kecil tersedak sesuatu.

Penyebab Anak Batuk saat Tidur

anak batuk saat tidur

Foto: Orami Photo Stock

Batuk di malam hari pada anak bukan kondisi normal pada Si Kecil dan biasanya memburuk karena posisi tidur telungkup. Anak batuk saat tidur bisa menjadi indikasi dari beberapa kondisi kesehatan.

Hai Cao, M.D., dokter anak di Brooklyn, mengatakan bahwa batuk pada anak yang memburuk di malam hari kemungkinan juga dipicu oleh lendir yang mengalir di refleks muntah.

Jika Si Kecil sedang sakit, maka batuk itu sendiri berfungsi untuk membersihkan tenggorokan dari lendir. Sementara penyebab lain yang paling mungkin adalah gastoesphageal reflux disease (GERD), di mana isi perut bocor ke belakang ke esophagus.

Ia juga mengatakan bahwa anak batuk saat tidur bisa juga terkait dengan paru-paru akan menunjukkan tanda-tanda visual, seperti kesulitan bernapas.

Baca Juga: Radang Tenggorokan pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Selain itu, tenggorokan bayi juga akan masuk dan keluar setiap kali bernapas. Bahkan lubang hidung bayi memerah saat batuk.

Jadi, jika Si Kecil tidak menunjukkan tanda-tanda tersebut, batuknya kemungkinan berasal dari postnasal drip dan bisa diatasi dengan menjaga agar saluran pernapasannya terbebas dari lendir.

Cara Mengatasi Anak Batuk saat Tidur Sesuai Penyebab

anak batuk saat tidur

Foto: Orami Photo Stock

Seperti kita tahu ada beberapa kondisi batuk pada anak yang berbeda-beda. Berikut cara untuk mengatasi anak batuk saat tidur.

1. Batuk yang Terkait dengan Pilek

Jika anak batuk saat tidur disebabkan oleh pilek dan cukup buruk sehingga menyebabkan ia terjaga sepanjang malam, ada cara untuk membuatnya lebih nyaman.

Bersihkan saluran pernapasan anak dengan menggunakan nose cleaner yang disarankan dokter.

Pastikan untuk menempatkan humidifier di kamar Si Kecil, yang memungkinkan sirkulasi udara lebih bersih dan segar.

Bayi di bawah 12 bulan bisa diberikan obat batuk bayi rekomendasi dokter anak untuk membantu mengatasi anak batuk saat tidur yang disebabkan oleh pilek.

Obat-obatan untuk menangani batuk lainnya tidak direkomendasikan.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mengenali Perbedaan Pilek dan Alergi pada Anak

2. Batuk yang Terkait dengan GERD

Jika batuk Si Kecil terkait dengan GERD, susu formula kental atau obat antasid mungkin akan membantu meredakan anak batuk saat tidur.

Susu formula yang kental memungkinkan Moms memberi Si Kecil lebih sedikit asupan susu dengan jumlah kalori yang sama.

Sedangkan antasid yang diresepkan dokter bisa digunakan bahkan pada bayi prematur sekaligus, yang mengalami GERD.

Namun, tidak peduli apapun penyebabnya, jika anak batuk saat tidur berlangsung lebih dari beberapa minggu, disertai demam, sesak napas, atau pernapasan yang cepat, segera hubungi dokter.

3. Batuk yang Terkait dengan Paru-paru

Jika Moms menduga anak batuk saat tidur berasal dari masalah pada paru-parunya, maka ini merupakan kondisi yang sangat serius.

Oleh karena itu, Moms harus segera menghubungi dokter agar Si Kecil mendapatkan perawatan yang terbaik.

Cara Rumahan Mengatasi Anak Batuk saat Tidur

cara mengatasi anak batuk saat tidur

Foto: christyvega.com

Ada berbagai pengobatan dan perubahan gaya hidup yang dapat Moms coba untuk meredakan atau mencegah anak batuk saat tidur yang sederhana.

4. Topang Kepala dengan Bantal

Bahan iritan lebih mudah masuk ke tenggorokan untuk memicu anak batuk saat tidur. Cobalah menopang beberapa bantal untuk mengangkat kepala Si Kecil saat tidur.

5. Minum Madu

Cara mengatasi anak batuk saat tidur selanjutnya adalah dengan bantuan madu. Minuman panas dan madu dapat membantu mengencerkan lendir di tenggorokan kita.

Dalam jurnal International Journal of Community Medicine and Public Health, madu memiliki efek menguntungkan dalam mengobati batuk pada anak-anak

Campurkan dua sendok teh madu ke dalam teh bebas kafein, seperti teh herbal, untuk diminum sebelum tidur. Moms tidak boleh memberikan madu kepada anak di bawah 1 tahun ya.

Baca Juga : Jangan Bingung, Ini 3 Cara Mudah Mengeluarkan Lendir Saat Bayi Batuk Pilek

6. Atasi GERD Anak

Berbaring memudahkan asam lambung mengalir balik ke kerongkongan kita. Kondisi ini dikenal sebagai refluks asam.

Penyakit gastroesophageal reflux (GERD) adalah bentuk kronis dari refluks asam dan penyebab umum batuk malam hari.

Namun ada beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Moms coba untuk mengurangi anak batuk saat tidur. Sebagai contoh:

  • Hindari makanan yang memicu GERD anak. Buatlah jurnal makanan untuk membantu anak mengetahui makanan apa ini jika tidak yakin.
  • Jangan berbaring setidaknya 2,5 jam setelah makan.
  • Topang kepala anak saat tidur 6 hingga 8 inci.

7. Gunakan Filter Udara dan Antialergi pada Kamar Tidur Anak

Ketika sistem kekebalan bereaksi berlebihan terhadap alergen, gejala alergi seperti anak batuk saat tidur dapat terjadi.

Alergi debu adalah penyebab umum batuk, terutama pada malam hari saat kita terpapar tungau debu atau bulu hewan peliharaan di tempat tidur.

Berikut beberapa strategi untuk membasmi tungau kamar:

  • Gunakan sarung alergi untuk sarung bantal, selimut, kasur, dan pegas kotak untuk mengurangi dan mencegah tungau debu.
  • Cuci seprai dengan air panas sekali seminggu.
  • Jalankan filter udara HEPA di kamar untuk menghilangkan alergen umum.
  • Jangan biarkan hewan peliharaan berada di tempat tidur atau di kamar tidur anak.
  • Jika Moms memiliki karpet, sering-seringlah menyedot debu dengan penyedot debu HEPA.

8. Gunakan Pelembap Ruangan

Udara yang kering dan hangat dapat mengiritasi tenggorokan dan saluran udara Si Kecil.

Beberapa orang juga batuk saat menyalakan pemanas di musim dingin. Ini karena pelepasan polutan yang menumpuk di saluran pemanas.

Baca Juga: Ini 4 Manfaat Humidifier untuk Bayi yang Penting Diketahui

Pelembap ruangan yang menghasilkan kabut dingin dapat membantu menjaga kelembapan udara di kamar tidur anak sehingga bisa meringankan anak batuk saat tidur. Ini bisa membuat tenggorokan anak terasa lebih baik.

9. Mencegah Kecoak

Air liur, feses, dan bagian tubuh kecoak dapat menyebabkan anak batuk saat tidur dan gejala alergi lainnya.

Menurut Asma and Allergy Foundation of America, kecoak adalah penyebab umum alergi dan serangan asma.

Moms dapat membantu mencegah atau mengurangi kecoak di rumah dengan strategi berikut:

  • Jaga agar wadah makanan tetap tertutup agar tidak menarik bagi kecoak.
  • Singkirkan tumpukan koran dan majalah yang menarik debu dan memberikan kecoak tempat bersembunyi.
  • Gunakan pembasmi hama untuk membasmi serangan kecoak yang parah.

10. Cari Pengobatan untuk Infeksi Sinus

Sinus yang tersumbat atau infeksi sinus dapat menyebabkan postnasal drip, terutama saat berbaring.

Tetesan postnasal menggelitik bagian belakang tenggorokan anak dan menyebabkan anak batuk saat tidur.

Jika batuk di malam hari disebabkan oleh kondisi medis seperti infeksi sinus, penting untuk mendapatkan pengobatan.

Moms mungkin memerlukan resep dari dokter anak untuk antibiotik. Moms juga bisa menggunakan neti pot untuk membantu membersihkan sinus.

11. Istirahat dan Minum Dekongestan untuk Masuk Angin

Batuk Si Kecil mungkin disebabkan oleh flu biasa. Batuk bisa memburuk di malam hari atau saat anak berbaring.

Istirahat, makan sup ayam, cukup cairan, dan waktu biasanya diperlukan untuk mengatasi flu.

Batuk parah akibat pilek, bagaimanapun, dapat diobati dengan obat batuk pada anak-anak di atas 6 tahun.

Semprotan dekongestan yang membantu mengurangi tetesan postnasal juga dapat digunakan pada anak-anak di atas 6 tahun.

Baca Juga: Bayi Batuk Berdahak? Ini yang Perlu Moms Perhatikan!

12. Kelola Asma

Asma menyebabkan saluran udara menjadi sempit dan meradang. Berdasarkan jurnal Chronic Dry Cough: Diagnostic and Management Approaches, batuk kering adalah gejala umum asma. Si Kecil mungkin memerlukan inhaler resep untuk mengobati asma.

Nah, itu dia Moms beberapa penyebab dan cara mengatasi anak batuk saat tidur yang tepat. Apa saja keluhan batuk Si Kecil di malam hari yang sering Moms hadapi? Coba perhatikan ya, Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait