Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
26 Januari 2022

Dyslipidemia: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatan

Bisa menjadi bibit penyakit jantung di masa depan
Dyslipidemia: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatan

Selain kadar gula tinggi, lemak dalam tubuh pun bisa meningkat ataupun di bawah normal. Inilah yang dikenal dengan dyslipidemia.

Lemak yang tak normal dalam darah ini bisa mengacu pada sejumlah penyakit serius. Serangan jantung menjadi satu kondisi yang dikhawatirkan apabila mengalami dislipidemia.

Untuk mencegahnya, mari ketahui serba-serbi dan informasi penting terkait ini, Moms.

Kadar Kolesterol dan Lemak Tubuh Normal

dyslipidemia-lemak-visceral.jpg

Foto: dyslipidemia-lemak-visceral.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Baik orang dewasa ataupun anak-anak, tinggi risikonya untuk bisa mengalami dislipidemia.

Hormone Health Network mengutarakan, dsylipidemia adalah tingkat abnormal kolesterol dan lemak lain di dalam tubuh.

Dikenal dengan istilah medis lipid, setiap orang tentu berbeda kadarnya di dalam darah.

Lipid dalam kadar normal dibutuhkan tubuh untuk berbagai hal, yakni:

Secara umum, lipid atau lemak yang dikatakan normal apabila kadarnya yakni seperti:

  • Kolesterol total: Di bawah 200 mg/dL
  • Kolesterol HDL: Pria di atas 40 mg/dL dan Wanita - di atas 50 mg/dL
  • Kolesterol LDL: Di bawah 100mg/dL untuk normalnya dan di bawah 70 mg/dL untuk penderita diabetes atau penyakit jantung
  • Trigliserida: Di bawah 150 mg/dL

Beda halnya ketika seseorang mengalami kolesterol tinggi atau dislipidemia, gejalanya yakni:

  • Kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) tinggi
  • Kadar kolesterol high-density lipoprotein (HDL) rendah
  • Trigliserida tinggi

Baca Juga: 8 Aktivitas Eksperimen Sederhana untuk Anak, Dapat Menstimulasi Otak Si Kecil!

Gejala Dyslipidemia

Gejala Dyslipidemia anatomi-jantung.jpg

Foto: Gejala Dyslipidemia anatomi-jantung.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ketika kadar kolesterol LDL ataupun lemak tinggi, ini dapat memicu plak arteri yang membawa darah dari jantung, ke seluruh tubuh.

Seiring waktu, plak akan mempersempit arteri, dan memicu aterosklerosis (pengerasan arteri).

Hal inilah yang dapat menyebabkan penyakit jantung, serangan jantung, penyakit arteri perifer atau stroke.

Gejala umum dari kondisi dyslipidemia ini meliputi:

  • Sakit kaki, terutama saat berjalan atau berdiri
  • Nyeri dada
  • Sesak atau tekanan di dada
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri pada punggung ataupun lengan
  • Gangguan pencernaan
  • Insomnia
  • Sakit kepala

Gejala-gejala ini mungkin bertambah buruk dengan aktivitas atau stres yang tidak dikelola dengan baik.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala di atas, terutama nyeri dada ya, Moms.

Baca Juga: Sering Sakit Kepala saat Haid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Penyebab Dyslipidemia

Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak 1.jpg

Foto: Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak 1.jpg

Foto: br.freepik.com

Ada beragam faktor yang menyebabkan seseorang mengalami dyslipidemia. Beberapa penyebab paling umum yang sering terjadi, meliputi:

1. Obesitas

Penelitian yang dilakukan Nutrients menjelaskan bahwa obesitas menjadi faktor utama dislipidemia.

Kondisi dengan berat badan berlebih ini bisa dialami pria ataupun wanita.

Pemicu obesitas bisa dari beragam hal, mulai dari riwayat keluarga, kebiasaan makan berlebihan, serta kurang berolahraga.

Peningkatkan lemak berlebih pada tubuh ini bisa memengaruhi cara kerja jantung.

2. Diabetes

Mencegah Diabetes dari Dyslipidemia.jpg

Foto: Mencegah Diabetes dari Dyslipidemia.jpg (Hindustantimes.com)

Foto: hindustantimes.com

Tak hanya itu, penderita diabetes pun bisa jadi penyebab seseorang mengalami dyslipidemia.

Kadar kolesterol dan lemak yang tinggi sering ditemukan pada penderita diabetes.

Jika tak diatasi dengan cepat, dapat berisiko mengalami penyakit kardiovaskular, seperti jantung ataupun serangan stroke.

3. Hipotiroidisme

Sejumlah ahli menemukan bahwa hipotiroidisme dapat memicu peningkatkan kadar kolesterol total dan LDL.

Kondisi rendahnya hormon tiroid ini lebih sering dialami wanita dibandingkan pria.

Melansir National Health Services, gejala yang bisa terlihat yakni seperti:

  • Tubuh mudah lelah
  • Sensitif terhadap suhu dingin
  • Berat badan berlebih
  • Sembelit
  • Depresi
  • Kram otot

Baca Juga: Sindrom Baby Blues: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Biasanya, orang dengan hipotiroidisme harus menghindari makanan olahan dan suplemen seperti selenium dan seng.

4. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Dyslipidemia dan Penderita PCOS.jpg

Foto: Dyslipidemia dan Penderita PCOS.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme yang sangat umum pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Studi lain menunjukkan bahwa penderita PCOS, berisiko lebih tinggi mengalami kadar lemak yang abnormal.

Melansir verywellhealth.com, faktanya diperkirakan hingga 70% wanita dengan dyslipidemia mengalami peningkatkan kolesterol dan lemak.

Ini pun juga berisiko mengganggu kesehatan reproduksi pada wanita.

5. Genetik Keluarga

Sejumlah ahli pun percaya genetik keluarga menjadi penyebab dyslipidemia yang selanjutnya.

Jika ada anggota keluarga dengan kolesterol atau lemak tinggi, tinggi risikonya untuk bisa mengalaminya juga.

Untuk mencegah hal ini terjadi, bisa dengan rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan rendah lemak.

6. Sindrom Metabolik

dyslipidemia kolesterol.jpg

Foto: dyslipidemia kolesterol.jpg (iStock.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Sindrom metabolik adalah sekelompok gangguan kesehatan yang terjadi bersamaan. Gejala yang dirasakan yakni seperti:

  • Peningkatan tekanan darah
  • Gula darah tinggi
  • Lemak tubuh meningkat
  • Kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal

Sehingga, ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

7. Efek Samping Obat

Dalam Mayo Clinic menjelaskan bahwa ada sejumlah obat-obatan yang dapat memicu dyslipidemia.

Ini termasuk obat antihipertensi seperti diuretik thiazide dan penghambat beta-adrenergik nonspesifik.

Berbagai hormon steroid termasuk glukokortikoid, estrogen, androgen, dan senyawa lainnya juga memiliki efek samping yang serupa.

Baca Juga: Perut Begah dan Keras? Ini Gejala hingga Langkah Pencegahannya

Komplikasi Dislipidemia pada Tubuh

Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak 2.jpg

Foto: Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak 2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dyslipidemia dapat memicu terbentuknya plak pada dinding arteri. Dinding arteri yaitu pembuluh yang membawa darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh.

Dalam jangka panjang, plak yang terus menumpuk dapat menyebabkan penyempitan arteri.

Sehingga meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit, seperti:

Jadi bisa disimpulkan kalau dislipidemia cukup berbahaya dan tidak bisa dianggap sepele.

Ini pun bisa dialami anak-anak dan meningkatkan berbagai penyakit kardiovaskular di masa depan ya, Moms.

Baca Juga: Teratozoospermia, Mungkinkah Istri Bisa Hamil dengan Hasil Cacat Lahir?

Cara Mengobati Dislipidemia

Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak 3.jpg

Foto: Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak 3.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Jangan panik, Moms! Ini bisa diatasi dengan mengadopsi pola hidup sehat, yakni meliputi:

1. Konsumsi Makanan Lemak Sehat

Selain karena faktor keturunan, dislipidemia juga bisa terjadi secara perlahan bila sering konsumsi makanan tidak sehat.

Salah satunya karena banyak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak.

Untuk mencegahnya, cobalah konsumsi makanan dengan lemak sehat seperti:

Kacang almond dipercaya cukup baik untuk dikonsumsi sehari-hari, lho.

2. Olahraga Rutin

Masih malas bergerak ataupun berolahga? Ini bisa meningkatkan risiko serangan jantung, Moms.

Mari atasi dyslipidemia dengan rajin berolahraga, setidaknya minimal 30 menit setiap hari.

Bisa dengan memulai olahraga ringan seperti berjalan ataupun bersepeda.

3. Minum Air Putih

Berita baiknya, dislipidemia dapat dicegah dan diredakan dengan mengonsumsi cairan dengan cukup.

Perbanyak minum air putih untuk menjaga kadar kolesterol dan lemak dalam tubuh tetap stabil.

Hindari minum minuman tinggi gula dan kemasan untuk kadar gula lebih terjaga, ya.

Setelah membaca penjelasan di atas, setujukah Moms kalau dyslipidemia dapat dicegah dengan pola hidup sehat?

Yuk, mulai lakukan pola hidup sehat untuk terhindari dari risiko serangan jantung!

  • https://www.hormone.org/diseases-and-conditions/dyslipidemia
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3705344/
  • https://www.nhs.uk/conditions/underactive-thyroid-hypothyroidism/symptoms/
  • https://www.verywellhealth.com/link-between-polycystic-ovarian-syndrome-and-high-cholesterol-4082358
  • https://mayoclinic.pure.elsevier.com/en/publications/drug-induced-dyslipidemia