Newborn

NEWBORN
5 Maret 2021

Hernia pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya, Catat!

Apa benar disebabkan oleh cara memotong pusar?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tahukah Moms bahwa hernia umbilikalis bisa dialami oleh Si Kecil juga? Hernia pada bayi biasanya ditandai dengan benjolan di sekitar pusar. Berbagai faktor risiko bisa jadi penyebab kondisi ini, namun tenang Moms, ini tidak membahayakan kok.

Benjolan pada pusar ini bisa terjadi karena otot di sekitar perut atau pusar tidak menutup dengan sempurna. Makanya bagian dari usus atau jaringan lemak menyodok area di sekitar pusar bayi sehingga terjadilah hernia pada bayi.

Mari cari tahu penyebab dan cara mengobatinya di bawah ini.

Penyebab Hernia pada Bayi dan Gejalanya

hernia pada bayi

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip dalam Healthy Children, hernia adalah kondisi ketika organ pada tubuh berada di luar posisi yang semestinya. Hal ini dikarenakan otot-otot mengalami kelainan sehingga tidak kuat menahan organ tersebut.

"Hernia pada bayi biasanya disebabkan karena adanya kegagalan penutupan prosesus vaginalis saat dalam kandungan. Akibat tidak menutupnya prosesus vaginalis pada bayi, organ dari rongga perut dapat keluar menonjol melalui lubang tersebut," jelas dr. Robert Soetandio, Sp.A, M.Si.Med, Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Hernia tampak seperti tonjolan di bawah kulit. Pada bayi laki-laki, tonjolan di skrotum merupakan jenis hernia pada bayi yang paling umum.

Ini terjadi karena saluran persisten antara skrotum dan perut yang biasanya menutup saat janin sedang berkembang. Hernia dapat bergerak kembali ke perut melalui saluran tersebut.

Moms mungkin pernah mendengar bahwa cara dokter memotong tali pusar bisa jadi penyebab hernia pada bayi ini. Namun, anggapan itu hanyalah mitos.

Gejala yang mungkin dirasakan Si Kecil yang menderita hernia adalah, antara lain:

1. Muncul Benjolan

Hernia pada bayi, biasanya orang tua menjumpai adanya benjolan di sekitar paha, kemauan atau buah zakar bayi. Biasanya ini terjadi ketika hernia inguinalis.

Sedangkan pada hernia umbilikalis, pusar bayi akan tampak seperti bodong atau lebih menonjol dibandingkan normal pusar.

Benjolan ini muncul terutama saat bayi menangis, batuk, bersin dan hilang sendiri ketika bayi tenang.

2. Gangguan Pencernaan

4 Tanda Bahaya Hernia pada Bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Akibat adanya benjolan yang ada di sekitar lipat paha maupun pusar, tak jarang menyebabkan masalah pencernaan pada Si Kecil.

Beragam kondisi yang bisa terjadi seperti perut kembung, terasa kencang ketika dipegang hingga muntah. Biasanya bayi akan lebih mudah rewel yang disertai dengan penurunan nafsu makan.

Tak jarang mereka juga mengalami sembelit pada bayi dan ditemukannya darah pada BAB.

Baca Juga: Muncul Bintik Merah pada Kulit Bayi Setelah Demam, Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

3. Demam

Meski ini terbilang jarang, namun sebagian anak mengalami demam saat terjadi hernia pada bayi.

Tetapi, jika bayi mengalami demam dan tampak ada kemerahan di sekitar benjolannya mungkin ini tanda infeksi yang terjadi akibat hernia tersebut.

Segera bawa anak ke dokter untuk tindakan lebih lanjut, ya.

4. Bayi Gelisah

Penyebab Hernia pada Bayi Apa Saja -2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Bayi tampak gelisah, rewel dan menangis dapat menjadi tanda bahwa ada yang salah dengan tubuhnya.

Hernia pada bayi umumnya tidak menyebabkan nyeri, tetapi pada kondisi tertentu apabila ada bagian yang terjepit maka timbul keluhan nyeri hebat dan rasa yang tidak nyaman.

Jika Moms menemukan benjolan di lipatan paha atau di sekitar pusar, ada baiknya segera ke dokter anak untuk konfirmasi diagnosis dan mendapatkan terapi.

Kondisi hernia pada bayi akan terlihat lebih jelas ketika bayi sedang tertawa, menangis, ingin buang air kecil, atau batuk. Sedangkan ketika bayi sedang istirahat atau tidur, hernia akan terlihat menyusut.

Saint Luke's Hospital memaparkan, orang yang berisiko terkena hernia pada bayi dan paling sering terjadi pada:

  • Bayi prematur, karena otot perut belum berkembang sempurna
  • Anak laki-laki, karena hernia mudah terbentuk di ruang sekitar testis
  • Bayi dengan penyakit paru-paru, karena sering tegang untuk bernapas

Anak usia sekolah lebih rentan terhadap komplikasi dari hernia mereka.

Dalam beberapa kasus, ini juga terjadi pada orang dewasa. wanita yang mengalami hernia pusar yang belum diperbaiki mungkin mengalami kekambuhan atau nyeri saat mereka hamil ketika dewasa.

Baca Juga: Sakit Perut Hilang Timbul Pada Anak 5 Tahun, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jenis Hernia pada Bayi

hernia pada bayi kenali penyebab dan penanganannya hero

Foto: Orami Photo Stocks

Hernia pada bayi dibedakan dalam dua jenis, yakni hernia umbilikalis dan hernia inguinalis.

Jenis hernia pada bayi umumnya adalah hernia umbilikalis (organ rongga perut keluar dari pusar) dan hernia inguinalis (organ rongga perut bawah mencuat ke daerah sekitar alat kelamin).

"Keduanya tidak berbahaya, namun apabila tidak ditanggulangi dapat berdampak buruk," tambah dr.Robert.

1. Hernia Umbikalis

Jenis hernia pada bayi ini umum terjadi.

Apabila bayi memiliki hernia umbilikalis, Moms tidak perlu khawatir, karena hernia jenis ini tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.

Sementara itu, bayi yang menderita obesitas dan batuk yang terus-menerus dan lama juga berisiko mengalami hernia umbilikalis.

Dari faktor ibu, kehamilan dengan lebih dari satu janin (kembar dua, tiga, atau lebih) juga berisiko membuat bayi lahir dengan risiko hernia umbilikalis.

Namun apabila tonjolan itu tidak hilang hingga Si Kecil berusia 5 tahun, maka kemungkinan tindakan operasi harus dipilih.

Mengutip dalam Stanford Children's Health, dalam kebanyakan kasus, hernia pada bayi mungkin disarankan operasi jika mengalami gejala seperti di bawah ini:

  • Menjadi lebih besar seiring bertambahnya usia
  • Tidak bisa didorong kembali ke perut
  • Masih ada setelah usia 3 tahun

Terapi untuk hernia sendiri secara spesifik adalah operasi. Tindakan operasi ini bertujuan untuk menutup lubang dari prosesus vaginalis yang terbuka, sehingga mencegah keluarnya kembali bagian organ.

Prosedur operasi juga harus dipertimbangkan apabila tonjolan itu menyebabkan nyeri, diiringi oleh pembengkakan yang parah, atau teksturnya berubah

menjadi keras.

Baca Juga: 6 Penyebab Hernia pada Ibu Hamil, Hati-hati!

Selama operasi untuk hernia umbilikalis, anak akan diberi anestesi. Potongan atau sayatan kecil dibuat di sekitar pusar. Lingkaran usus dimasukkan kembali ke perut. Otot-otot tersebut kemudian dijahit menjadi satu.

Anak-anak yang menjalani operasi hernia pusar mungkin bisa pulang pada hari yang sama.

2. Hernia Inguinalis

Berbeda hernia pada bayi dengan tipe inguinalis. Jenis ini tidak dapat hilang tanpa bantuan operasi.

Pembedahan diperlukan untuk mengobati hernia pada bayi jenis inguinalis.

Operasi dilakukan untuk menghindari tonjolan bertambah besar, bertekstur keras, dan menghitam. Apabila dibiarkan, hal ini dapat merusak jaringan pada tubuh secara permanen.

Dalam banyak kasus, pembedahan dilakukan segera setelah hernia inguinalis ditemukan. Itu karena usus bisa tersangkut di saluran inguinalis. Saat ini terjadi, suplai darah ke usus bisa terputus dan usus bisa rusak.

Ketika orangtua merasa ciri-ciri hernia terlihat pada bayi, maka dapat langsung membawa Si Kecil ke rumah sakit. Dokter spesialis anak akan memastikan apakah tonjolan tersebut merupakan hernia atau bukan

Baca Juga: Perhatikan, Moms, Ternyata Ini Hal yang Menyebabkan Hernia pada Bayi

Dampak Hernia pada Bayi

hernia pada bayi

Foto: Orami Photo Stocks

Hernia pada bayi ini biasanya tidak menimbulkan efek yang berbahaya. Mengutip Nation Wide Children's sekitar 80 persen hernia umbilikal akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi, jika hernia tidak tertutup saat anak menginjak usia 4 tahun, ia mungkin harus menjalani perawatan medis.

Dokter pun biasanya akan menunggu hingga anak mencapai usia tersebut sebelum melakukan tindakan medis.

Namun, kita bisa langsung memeriksakan bayi ke dokter bila:

  • Bayi merasakan sakit di area sekitar pusar yang menonjol
  • Bayi muntah yang disertai dengan benjolan yang membesar
  • Benjolan di pusar menjadi lebih besar atau berubah warna
  • Pusar akan terasa sangat sakit ketika ditekan

Dokter akan memeriksa hernia pada bayi secara fisik dan memastikan apakah benjolan bisa kembali dimasukkan ke dalam perut (reducible) atau sudah ajeg pada tempatnya (incarcerated).

Jika sudah ajeg, kondisi ini lebih serius karena mungkin membuat kerusakan permanen pada jaringan di dalam perut atau menghambat aliran darah.

Dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan X-ray atau ultrasound di area perut untuk memastikan tidak ada komplikasi akibat hernia pada bayi.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Hernia dan Tipe-tipenya

Cara Mengobati Hernia pada Bayi

hernia pada bayi

Foto: Orami Photo Stocks

Cara pengobatan hernia pada bayi yang biasa dilakukan oleh dokter adalah dengan prosedur operasi. Tindakan ini termasuk tindakan yang sederhana dan memerlukan waktu sebentar saja, yaitu 20-30 menit dengan anak diberikan bius total.

Area yang terbuka biasanya ditutup dengan jahitan. Namun jika hernia berukuran sedikit besar, jahitan juga akan ditopang dengan alat khusus untuk memperkuat area di sekitar bekas operasi hernia.

Perawatannya pun tidak memerlukan waktu lama, biasa pasien hernia diperbolehkan pulang satu hari setelah operasi. Jika Si Kecil mengeluhkan rasa kebas atau tidak nyaman, merupakan hal yang normal.

Anak bisa mandi dengan normal, mulai 48 jam (dua hari) setelah operasi hernia pada bayi.

Ada beberapa pengobatan alami dalam pemulihan setelah operasi hernia pada bayi. Yuk coba!

1. Konsumsi Air Putih

Beri Si Kecil air dalam jumlah yang cukup setelah setiap menyusui. Air minum diketahui dapat menjaga kebersihan sistem dan dapat mengurangi masalah hernia pada bayi jenis umbilikalis

Ini meningkatkan sirkulasi darah dan dapat mengurangi ketegangan saat buang air besar.

Konsumsi air hangat membantu merilekskan diafragma dan perut, serta memberi massa pada perut. Cara ini akan menurunkan perut, dan mungkin cukup untuk menurunkan hernia pada bayi.

2. Aloe Vera

4 - 5 Manfaat Aloe Vera Gel dalam Hernia paa Bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Aloe vera adalah salah satu tanaman herbal dalam mengobati hernia pada bayi secara alami.

Moms dapat mengekstrak jus lidah buaya dan menambahkannya ke makanan yang disiapkan untuk anak jika ia berusia di atas 6 bulan.

Jika ia masih bayi, Moms dapat memberinya beberapa sendok teh jus yang diekstrak setelah berkonsultasi dengan dokter anak ya pastinya.

Baca Juga: 9 Manfaat Minum Jus Lidah Buaya untuk Kesehatan

3. Minyak Kelapa dan Minyak Zaitun

Minyak kelapa dan minyak zaitun dianggap sangat efektif dalam mengurangi terjadinya hernia pada bayi. Dianjurkan agar secara teratur memijat perut anak dengan kelapa atau minyak zaitun 5 hingga 6 kali sehari.

Journal of Tropical Pediatrics menemukan bahwa mengoleskan minyak kelapa murni pada bayi baru lahir prematur juga membantu memperbaiki dan memperkuat kulit mereka.

Ini dapat melakukan hal yang sama untuk hernia pada bayi sebagai minyak pijat dan pelembab.

4. Buah Beri

manfaat-buah-strawberry-untuk-hernia-pada-bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Buah beri seperti strawberry ataupun blueberry dianggap sebagai salah satu obat alami terbaik untuk hernia pada bayi.

Ini karena buah beri kaya akan antioksidan dan memiliki kandungan serat yang tinggi yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu buah-buahan seperti apel, buah pir dan melon juga baik dalam proses penyembuhan hernia pada bayi.

Moms bisa membuatkan Si Kecil jus buah agar ia lebih mudah untuk mencernanya.

5. Sayuran Hijau

Sayuran hijau segar seperti brokoli, capsicum, mentimun, dan bayam memiliki kandungan serat, vitamin dan mineral yang tinggi yang dapat membantu pemulihan hernia pada bayi.

Masak sayuran dengan minyak organik dan campuran lemak sehat, seperti alpukat, kelapa, dan minyak zaitun.

Tambahkan makanan probiotik ke dalam menu sayuran seperti acar. Yogurt, kefir, dan kombucha adalah pilihan bagus lainnya.

Mengonsumsi suplemen probiotik juga merupakan pilihan untuk hernia pada bayi.

Baca Juga: Ini Cara Membedakan Anak Alergi Dingin atau Pilek

6. Hindari Makanan Ini

13+ Manfaat Bawang Bombay, Ternyata Mengobati Hernia pada Bayi!

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam proses mengobati hernia pada bayi, Moms juga perlu menghindari makanan di bawah ini. Sebab, di antaranya dapat membuat asam pada usus dan pencernaan terasa tidak nyaman.

Apalagi hernia pada pusar membuat perut terasa kencang, kembung bahkan ingin muntah.

Makanan yang perlu dihindari meliputi:

  • Bawang bombay dan bawang putih
  • Buah jeruk tertentu seperti jeruk nipis
  • Tomat dan makanan berbahan dasar tomat
  • Makanan pedas
  • Gorengan
  • Makanan tinggi natrium
  • Cokelat
  • Peppermint

Saat malam sebelum operasi, jangan memberikan makanan padat atau cairan berwarna. Minuman itu termasuk ASI, susu formula, jus buah, atau makanan mengandung gula lainnya.

7. Kurangi Aktivitas Fisik

Anak akan bisa duduk, merangkak atau berjalan dalam beberapa jam setelah operasi hernia pada bayi.

Namun, Moms harus mengawasi Si Kecil agar ia tak terlalu beraktivitas penuh pasca operasi terjadi.

Di rumah, Si Kecil harus istirahat selama satu atau dua hari. Setelah itu, mereka secara bertahap dapat kembali ke aktivitas normal dengan pemulihan yang dilalui.

Bergantung pada kondisi tubuh anak, mereka sebaiknya tidak melakukan angkat berat, mengendarai sepeda atau bermain dengan mainan berisiko selama dua hingga empat minggu.

Hal ini agar pemulihan hernia pada bayi berjalan dengan cepat.

Namun tidak menutup kemungkinan terjadinya komplikasi setelah operasi hernia pada bayi.

Diketahui 1 dari 10 anak yang menjalani operasi hernia mungkin mengalami komplikasi pascaoperasi. Ciri-cirinya adalah:

  • Infeksi (ditandai dengan bekas jahitan operasi memerah, bernanah, atau terasa sakit)
  • Pendarahan
  • Robek pada bekas jahitan
  • Hernia kambuh
  • Pusar terlihat tidak normal

Untuk meminimalisir kemungkinan komplikasi, batasi aktivitas anak selama masa pemulihan.

Bila anak sudah sekolah, ia direkomendasikan untuk meliburkan diri selama 1-2 minggu pascaoperasi. Jika hasil operasi sudah benar-benar pulih, biasanya dokter akan memperbolehkan Si Kecil untuk kembali beraktivitas normal.

Jika anak mengalami demam tinggi, pendarahan atau infeksi berbau busuk dari daerah sekitar sayatan, hubungi dokter yang melakukan operasi segera.

Baca Juga: Anak Sering Pusing, Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Itu dia Moms penyebab dan cara mengobati hernia pada bayi. Jika Moms masih ragu apakah benjolan itu hernia atau bukan, segera konsultasi ke dokter ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait