Newborn

NEWBORN
15 Desember 2020

Hernia pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Anggapan yang menyebutkan hal ini dikarenakan cara dokter memotong tidaklah benar
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tahukah Moms bahwa hernia umbilikalis bisa dialami oleh Si Kecil juga? Hernia pada bayi biasanya ditandai dengan benjolan di sekitar pusar. Berbagai faktor risiko bisa jadi penyebab kondisi ini, namun tenang Moms, tidak membahayakan kok.

Benjolan pada pusar ini bisa terjadi karena otot di sekitar perut atau pusar tidak menutup dengan sempurna. Makanya bagian dari usus atau jaringan lemak menyodok area di sekitar pusar bayi sehingga terjadilah hernia umbilikalis.

Penyebab Hernia pada Bayi dan Gejalanya

hernia pada bayi

Hernia umbilikalis seringkali dijumpai pada bayi atau anak-anak. Penyebab dari kondisi ini tidak dapat diketahui dengan pasti, namun bayi yang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita hernia umbilikal adalah Si Kecil yang lahir belum cukup bulan alias prematur serta memiliki berat lahir rendah, yakni di bawah 1,5 kg.

Sementara itu, bayi yang menderita obesitas dan batuk yang terus-menerus dan lama juga berisiko mengalami hernia umbilikal. Dari faktor ibu, kehamilan dengan lebih dari satu janin (kembar dua, tiga, atau lebih) juga berisiko membuat bayi lahir dengan risiko hernia umbilikalis.

Moms mungkin pernah mendengar bahwa cara dokter memotong tali pusar bisa jadi penyebab hernia pada bayi ini. Namun, anggapan itu hanyalah mitos.

Kondisi hernia pada bayi akan terlihat lebih jelas ketika bayi sedang tertawa, menangis, ingin buang air kecil, atau batuk. Sedangkan ketika bayi sedang istirahat atau tidur, hernia akan terlihat menyusut.

Baca Juga: Perhatikan, Moms, Ternyata Ini Hal yang Menyebabkan Hernia pada Bayi

Konsultasi dengan Dokter

hernia pada bayi

Hernia pada bayi ini biasanya tidak menimbulkan efek yang berbahaya. Sekitar 90% hernia umbilikal akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi, jika hernia tidak tertutup saat anak menginjak usia 4 tahun, ia mungkin harus menjalani perawatan medis.

Dokter pun biasanya akan menunggu hingga anak mencapai usia tersebut sebelum melakukan tindakan medis. Namun, kita bisa langsung memeriksakan bayi ke dokter bila:

  • Bayi merasakan sakit di area sekitar pusar yang menonjol
  • Bayi muntah yang disertai dengan benjolan yang membesar
  • Benjolan di pusar menjadi lebih besar atau berubah warna
  • Pusar akan terasa sangat sakit ketika ditekan

Dokter akan memeriksa hernia pada bayi secara fisik dan memastikan apakah benjolan bisa kembali dimasukkan ke dalam perut (reducible) atau sudah ajeg pada tempatnya (incarcerated). Jika sudah ajeg, kondisi ini lebih serius karena mungkin membuat kerusakan permanen pada jaringan di dalam perut atau menghambat aliran darah.

Dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan X-ray atau ultrasound di area perut untuk memastikan tidak ada komplikasi akibat hernia ini.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Hernia dan Tipe-tipenya

Cara Mengobati Hernia pada Bayi

hernia pada bayi

Cara pengobatan yang biasa dilakukan oleh dokter adalah dengan prosedur operasi. Tindakan ini termasuk tindakan yang sederhana dan memerlukan waktu sebentar saja, yaitu 20-30 menit dengan anak diberikan bius total.

Area yang terbuka biasanya ditutup dengan jahitan. Namun jika hernia berukuran sedikit besar, jahitan juga akan ditopang dengan alat khusus untuk memperkuat area di sekitar bekas operasi hernia.

Perawatannya pun tidak memerlukan waktu lama, biasa pasien hernia diperbolehkan pulang satu hari setelah operasi. Jika Si Kecil mengeluhkan rasa kebas atau tidak nyaman, merupakan hal yang normal.

Namun tidak menutup kemungkinan terjadinya komplikasi. Diketahui 1 dari 10 anak yang menjalani operasi hernia mungkin mengalami komplikasi pascaoperasi. Ciri-cirinya adalah:

  • Infeksi (ditandai dengan bekas jahitan operasi memerah, bernanah, atau terasa sakit)
  • Pendarahan
  • Robek pada bekas jahitan
  • Hernia kambuh
  • Pusar terlihat tidak normal

Untuk meminimalisir kemungkinan komplikasi, batasi aktivitas anak selama masa pemulihan. Bila anak sudah sekolah, ia direkomendasikan untuk meliburkan diri selama 1-2 minggu pascaoperasi. Jika hasil operasi sudah benar-benar pulih, biasanya dokter akan memperbolehkan Anak untuk kembali beraktivitas normal.

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait