3-12 bulan

14 November 2021

9 Jenis Imunisasi yang Disarankan untuk Bayi 0-9 Bulan dan Jadwal Pemberiannya

Untuk menghindari keparahan penyakit yang mengancam nyawa, anak wajib melakukan imunisasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Widya Citra Andini

Jadwal imunisasi seperti yang direkomendasikan IDAI dirancang untuk melindungi bayi dan anak-anak di awal kehidupannya. Sebagai orang tua, memang sudah semestinya Moms memahami pentingnya dan jenis imunisasi bayi.

Pasalnya, bayi dan anak-anak rentan tertular penyakit berbahaya. Oleh karena itu, sebelum terkena penyakit yang berpotensi mengancam jiwa, mereka harus melakukan beberapa jenis imunisasi.

Melansir Archives of Disease in Childhood, melakukan imunisasi mencegah sejumlah besar penderitaan dan kematian bayi dan anak-anak dari wabah penyakit yang menular.

Sudahkah Moms memeriksa jadwal imunisasi wajib yang dianjurkan sesuai dengan usia Si Kecil saat ini?

Berikut ini merupakan jenis imunisasi yang harus didapatkan bayi 0-9 bulan beserta waktu atau jadwal pemberian imunisasi sesuai usia yang dianjurkan.

Baca Juga: Benarkah Sering Mimpi Buruk Adalah Tanda Awal Masalah Kesehatan Mental Pada Anak?

Jenis Imunisasi Bayi 0-9 Bulan

Kondisi lingkungan sekitar yang tidak sehat sering kali berpotensi membawa penyakit yang bisa menyerang siapapun, termasuk bayi dan anak-anak.

Melakukan beberapa jenis imunisasi adalah cara untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit.

Banyak dari penyakit ini mudah menyebar dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Bayi harus diimunisasi selama dua tahun pertama kehidupan mereka. Si Kecil mungkin memerlukan beberapa dosis vaksin agar terlindungi sepenuhnya.

Berikut usia bayi yang direkomendasikan untuk menerima jenis imunisasi:

  • Usia 0-1 bulan: Hepatitis B, Polio-0.
  • Usia 2 bulan: DPT-HB-Hib-1, BCG, Polio-1, PCV, Rotavirus.
  • Usia 3 bulan: DPT-HB-Hib-2, Polio-2.
  • Usia 4 bulan: DPT-HB-Hib-3, Polio-3, PCV, Rotavirus.
  • Usia 6 bulan: PCV, Rotavirus.

Berikut ini kegunaan, jenis imunisasi, dan jadwalnya sesuai umur bayi.

1. BCG

bayi imunisasi

Foto: Orami Photo Stock

Jenis imunisasi BCG harus diberikan pada bayi sebelum berusia 3 bulan. Jika usia bayi sudah lebih dari 3 bulan, dianjurkan untuk terlebih dahulu dilakukan uji tuberkulin.

Melansir Journal the BMJ, jenis imunisasi BCG melindungi terhadap tuberkulosis, yang juga dikenal sebagai TB.

TBC adalah infeksi serius yang menyerang paru-paru dan terkadang bagian tubuh lainnya, seperti tulang, sendi, dan ginjal. Ini juga dapat menyebabkan meningitis.

Jenis imunisasi BCG bisa diberikan jika uji tuberkulin menunjukkan hasil negatif. Tempat penyuntikan imunisasi BCG yang dianjurkan yakni pada lengan kanan atas.

2. DPT

bayi imunisasi

Foto: Orami Photo Stock

Jenis imunisasi DPT berfungsi melindungi terhadap penyakit difteri, yaitu infeksi serius pada tenggorokan yang dapat menyumbat jalan napas dan menyebabkan masalah pernapasan yang parah.

Vaksinasi DPT dianjurkan untuk diberikan sebanyak lima kali, masing-masing pada usia:

  • 2, 4, 6 – 18 bulan dan 4-6 tahun, atau
  • 2 – 3 – 4 - 18 bulan dan SD kelas 1

3. Campak

bayi imunisasi

Foto: Orami Photo Stock

Vaksinasi campak merupakan jenis imunisasi dasar lengkap yang harus diberikan saat bayi berusia 9 bulan.

Vaksinasi diulang saat anak berusia 2 tahun dan saat masuk sekolah SD.

Vaksin campak memiliki tingkat efektifitas hingga 97% untuk mencegah penyakit campak.

Baca Juga: 3 Hal yang Perlu Moms Ketahui Sebelum Bayi Mendapatkan Imunisasi DPT

4. Hepatitis B

bayi imunisasi

Foto: Orami Photo Stock

Vaksinasi hepatitis B harus diberikan sebelum bayi berusia 6 bulan, sebanyak 3 dosis:

  • Dosis pertama: diberikan saat bayi baru lahir. Tepatnya sebelum bayi berusia 12 jam.
  • Dosis kedua: diberikan saat bayi berusia 1 – 2 bulan.
  • Dosis ketiga: diberikan saat bayi berusia 6 – 12 bulan.

Jika bayi mendapatkan vaksin kombinasi yang mengandung hepatitis B, dapat diberikan 4 dosis.

Selain itu, bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B, perlu mendapatkan vaksin hepatitis B dosis pertama sebelum usianya 12 jam.

Selain itu, ditambah dengan imunoglobulin hepatitis B pada saat bersamaan di bagian paha yang berbeda (dilakukan setelah mendapat suntikan vitamin K1).

Pemberian jenis imunisasi selanjutnya dapat diberikan sesuai jadwal. Saat berusia 9-18 bulan, bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B perlu diperiksa antiHBs dan HbsAg.

5. Hib

Imunisasi Bayi

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin Hib adalah jenis imunisasi yang digunakan untuk mencegah infeksi Haemophilus influenzae tipe b (Hib).

Di negara-negara yang memasukkannya sebagai vaksin rutin, tingkat infeksi Hib yang parah telah menurun lebih dari 90%.

Vaksin Hib dianjurkan untuk diberikan saat bayi berusia 2, 4, 6 bulan dan diulang pada usia 12 – 15 bulan dengan dosis tergantung usia bayi (3 atau 4 dosis).

Baca Juga: Vaksin Tetanus: Jenis, Dosis, dan Efek Sampingnya pada Bayi Maupun Orang Dewasa

6. Flu

bayi imunisasi

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Journal Lancet, virus influenza (flu) menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut, yang mengakibatkan morbiditas dan mortalitas yang cukup besar di seluruh dunia.

Maka dari itu, penting bagi Si Kecil mendapatkan imunisasi flu.

Vaksinasi flu dapat diberikan setiap tahun saat anak berusia 6 bulan hingga 8 tahun dalam 2 dosis dasar atau awal.

Bayi di bawah 6 bulan tidak bisa mendapatkan jenis imunisasi ini. Tetapi mereka akan terlindungi jika orang tua mereka, pengasuh lain, dan anak-anak lain di sekitar mendapatkannya.

7. Pneumokokus

bayi imunisasi

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin pneumokokus adalah jenis imunisasi terhadap bakteri Streptococcus pneumoniae.

Penggunaannya dapat mencegah beberapa kasus pneumonia, meningitis, dan sepsis.

Ada dua jenis vaksin pneumokokus, yaitu vaksin konjugasi dan vaksin polisakarida.

Saat bayi berusia 2, 4, 6, dan 12 - 15 bulan, ia harus mendapatkan vaksinasi pneumokokus konjugasi secara rutin.

Baca Juga : Pentingkah Si Kecil Mendapat Imunisasi Tambahan?

8. Polio

bayi imunisasi

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin polio adalah jenis imunisasi yang digunakan untuk mencegah penyakit poliomielitis (polio).

Dua jenis vaksin yang digunakan, yaitu virus polio yang tidak aktif yang diberikan melalui suntikan (IPV) dan virus polio yang dilemahkan yang diberikan melalui mulut (OPV).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan semua anak divaksinasi polio secara lengkap.

Anak-anak perlu mendapatkan 4 dosis vaksinasi polio dengan jadwal pemberian dosis pertama saat lahir dan dilanjutkan saat berusia 2, 4, 6 bulan.

Kemudian, diulang saat berusia 18 bulan dan 4 – 6 tahun.

9. Rotavirus

bayi vaksin

Foto: Orami Photo Stock

Vaksinasi rotavirus terbagi menjadi 2 jenis yang diberikan sebanyak 2 atau 3 dosis, tergantung jenis vaksin yang digunakan.

Vaksin dapat diberikan dengan cara diminum (bukan disuntik) saat bayi berusia 2, 4 (dan 6 bulan jika diberikan 3 dosis). Dapat diberikan bersama vaksin lain.

Baca Juga : Si Kecil Mau Disuntik Vaksin? Cek Dulu 5 Tips Berikut Ini!

Jangan ragu untuk menanyakan pada dokter mengenai jenis imunisasi apa yang harus didapatkan oleh Si Kecil di usianya saat ini ya, Moms.

Perhatikan baik-baik jadwal dan jenis imunisasi Si Kecil dan jangan sampai ada yang terlewat.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2083746/
  • https://www.bmj.com/content/349/bmj.g5434
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3662362/#R1
  • https://www.who.int/immunization_standards/vaccine_quality/qa_production_control_pq_11july2012.pdf
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait