11 Oktober 2023

Seberapa Penting Obat Pelunak Rahim untuk Ibu Melahirkan?

Ibu hamil dengan riwayat penyakit tertentu tidak boleh menggunakan obat ini

"Sebelum diinduksi, memang sudah minum obat pelunak rahim karena belum ada tanda-tanda kontraksi," tutur selebritis Tasya Kamila pada kehamilan pertamanya, dikutip dari kumparan.com.

Sejak saat itu, obat yang dikatakan bisa melancarkan persalinan ini menjadi daya tarik ibu hamil.

Namun, apakah ini aman dan penting digunakan agar melahirkan semakin lancar? Langsung tanyakan langsung pada ahlinya, yuk!

Adapun tema "Expert Room" kali ini tentang obat pelunak rahim yang akan dijawab dan dijelaskan langsung oleh seorang dokter yang ahli di bidangnya.

Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi RSIA Bina Medika, dr. Ingrid Felicia Oscilia Wengkang, Sp. OG akan menjelaskan terkait obat-obatan sebagai pelunak rahim.

Baca Juga: 7 Penyebab Keluar Sperma tapi Tidak Terasa, Cek Dulu!

Apa Itu Obat Pelunak Rahim?

Ketahui Obat Pelunak Rahim 2.jpg
Foto: Ketahui Obat Pelunak Rahim 2.jpg (Orami Photo Stocks)

"Obat pelunak rahim berfungsi untuk melembutkan area serviks, guna melancarkan proses kelahiran sang buah hati," jelas dr. Ingrid Felicia Oscilia Wengkang, Sp. OG, Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi RSIA Bina Medika.

Selama hamil, biasanya leher rahim akan kencang dan kaku. Hal ini berfungsi membantu rahim menopang janin.

Menjelang waktu persalinan, secara alamiah serviks akan melunak dan terbuka dengan sendirinya.

Namun, ada kondisi di mana leher rahim tidak kunjung melembut menjelang persalinan.

"Di kondisi seperti inilah obat pelembut rahim biasanya digunakan untuk membuat serviks menjadi lunak dan terbuka," tambah dr. Ingrid.

Ini merupakan salah satu metode dokter kandungan, untuk mempersiapkan leher rahim berkontraksi.

Apabila kontraksi semakin sering dan teratur, kelahiran pun akan semakin dekat, Moms.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Puasa di Trimester 1-3? Ini Penjelasannya

Jenis Obat Pelunak Rahim

Obat Pelunak Rahim, Pentingkah?
Foto: Obat Pelunak Rahim, Pentingkah? (https://ichef.bbci.co.uk/images/ic/1200x675/p04z74tk.jpg)

Obat pelunak leher rahim pada umumnya mengandung zat prostaglandin.

Melansir Britannica, ini adalah zat menyerupai hormon yang berfungsi merangsang pelunakan jaringan serviks.

Sejumlah obat prostaglandin utama yang digunakan untuk induksi persalinan saat ini yaitu:

1. Dinoprostone

Obat pelunak rahim ini terbagi menjadi dua, yaitu prepidil dan cervidil.

Prepidil merupakan obat pelunak berbentuk gel yang dioleskan ke selaput serviks menggunakan aplikator.

Sedangkan, cervidil berbentuk obat yang dimasukkan ke vagina atau di sebelah leher rahim.

2. Misoprostol

Misoprostol biasanya digunakan untuk mengobati dan mencegah tukak lambung.

Menurut dokter Ingrid, obat ini juga telah terbukti bermanfaat dalam induksi persalinan.

Berbeda dengan prepidil dan cervidil, misoprostol bisa digunakan di vagina atau diminum.

Penggunaan obat-obatan ini tidak boleh sembarangan dan perlu rekomendasi dokter kandungan.

Lalu, sebelum menggunakan obat pelunak rahim, pastikan Moms tidak sedang mengonsumsi obat lain yang bisa berinteraksi dengannya.

Konsultasi mengenai daftar obat yang Moms konsumsi saat ini kepada dokter untuk menghindari potensi interaksi obat, ya.

Baca Juga: 5 Gejala Tekanan Darah Tinggi pada Anak serta Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya

Siapa Saja yang Boleh Pakai Obat Ini?

Obat Pelunak Rahim untuk Bumil 01.jpg
Foto: Obat Pelunak Rahim untuk Bumil 01.jpg (magicmaman.com)

Moms, proses induksi sendiri tidak dapat dilakukan sembarangan.

Sebelum memutuskan menggunakan metode ini, perlu melihat kondisi kehamilan oleh dokter kandungan.

Berikut adalah kondisi-kondisi yang memerlukan obat pelunak rahim, antara lain:

1. Persalinan Mendadak

Ada beberapa kondisi yang diharuskan untuk persalinan segera mungkin.

Biasanya, ini bagi ibu hamil yang menderita beberapa penyakit bawaan seperti:

Induksi ini dilakukan bila masalah tersebut dinilai berdampak buruk pada kondisi janin ataupun ibunya.


2. Melewati Waktu HPL

Obat pelunak rahim mungkin direkomendasikan jika telah melewati Hari Perkiraan Lahir (HPL).

"Ini terutama bagi perempuan yang telah melewati usia 42 minggu kehamilan," jelas dr. Ingrid.

Apabila dibiarkan tak tidak segera dilahirkan, bisa meningkatkan risiko bayi meninggal dalam kandungan.

Baca Juga: 13+ Bahan Alami untuk Mengencangkan Payudara, Bikin Makin Percaya Diri!

3. Ketuban Mulai Berkurang

Air ketuban berkurang bisa mengganggu kesehatan bayi ataupun ibu hamil.

Dikenal dengan oligohidramnion, ini bisa meningkatkan risiko fatal bagi janin dalam kandungan.

The American College of Obstetrician and Gynecology menjelaskan bahwa obat pelunak rahim direkomendasikan bila kehamilan telah mencapai usia 36 minggu.

4. Air Ketubah Pecah Tapi Tak Ada Kontraksi Setelahnya

Tak hanya itu, saat air ketuban sudah pecah, Moms mungkin memerlukan obat untuk melunakkan rahim.

Apabila belum merasakan kontraksi meski ketuban pecah, ini bisa meningkatkan infeksi.

Namun, pertimbangan ini akan berbeda-beda sesuai usia kehamilan.

Biasanya bayi yang lahir di bawah usia 37 minggu lebih rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Sehingga, diperlukan induksi persalinan yang tepat.

Baca Juga: Bolehkah Anak Makan Pedas? Pahami Juga Dampaknya untuk Kesehatan Si Kecil, Ya Moms!

Kondisi Moms yang Tidak Boleh Pakai Obat Pelunak Rahim

Risiko Pakai Obat Pelunak Rahim 4.jpg
Foto: Risiko Pakai Obat Pelunak Rahim 4.jpg (https://hellosehat.com/)

Di luar itu, tak semua ibu hamil bisa menggunakan obat pelunak rahim sebagai induksi persalinan.

Secara umum induksi persalinan sendiri dengan metode apa pun, dikontraindikasikan pada:

  • Plasenta previa
  • Bayi sungsang
  • Plasenta akreta
  • Riwayat bekas luka pada uterus
  • Deformitas pelvis maternal
  • Solusio plasenta
  • Kelainan kongenital pada janin

"Metode induksi persalinan ini juga tidak dianjurkan untuk ibu hamil dengan riwayat vaginal birth after caesarean section (VBAC)," ungkapnya.

Baca Juga: Asma Bisa Sembuh? Cari Tahu Informasinya di Sini, ya Moms!

Efek Samping Obat Pelunak Rahim

obat-peunak-rahim-untuk-ibu-hamil.jpg
Foto: obat-peunak-rahim-untuk-ibu-hamil.jpg

Meskipun dapat membantu persalinan, obat pelunak leher rahim memiliki efek samping.

Efek samping yang umum terjadi di antaranya:

  • Demam dan menggigil
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Ruam di kulit
  • Nyeri perut

Baca Juga: Birthing Ball untuk Ibu Hamil, Ini Manfaat dan Cara Menggunakannya

Umumnya efek samping yang ditimbulkan hanya bersifat sementara.

Namun, apabila efek samping bertahan atau mengalami perburukan, segera konsultasi dengan dokter. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami efek samping seperti:

Demikian penjelasan mengenai obat pelunak rahim untuk melancarkan persalinan.

Tingkat kepentingan setiap ibu hamil akan berbeda pada kondisi yang dialami dan pengamatan dari dokter.

Jika Moms memiliki pertanyaan lain, dapat langsung dikonsultasikan dengan dokter kandungan, ya!


Artikel ini merupakan kerjasama dengan RSIA Bina Medika Bintaro.

expert room-25.jpg
Foto: expert room-25.jpg

  • https://www.britannica.com/science/prostaglandin
  • https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2021/07/medically-indicated-late-preterm-and-early-term-deliveries

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.