Kesehatan

23 Juni 2021

7 Penyebab Perut Kembung dan Cara Mengatasinya

Perut sering terasa kembung bisa menjadi gangguan kesehatan, lho, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Pernahkah Moms merasakan perut kembung padahal tidak makan terlalu banyak? Atau Moms merasa terlalu banyak minum air?

Menurut WebMD, ternyata perut yang terasa kembung sangat berpengaruh pada jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Bisa saja Moms terlalu banyak asupan garam, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat, minum terlalu banyak soda atau makan dan minum secara terburu-buru.

Namun, perut yang kembung juga bisa menjadi gejala dari gangguan kesehatan tertentu dan harus segera mendapat pemeriksaan dari dokter lebih lanjut.

Nah, sebaiknya Moms pahami penyebab perut kembung agar bisa mengetahui cara mengatasi yang tepat. Yuk Moms disimak, semoga bisa membantu!

Baca Juga: Anak Sering Mengeluh Sakit Perut? Kenali 5 Penyebabnya Disini!

Penyebab Perut Kembung

penyebab perut terasa kembung-1.jpg

Foto: hopkinsmedicine.org

Melansir Healthline, perut kembung terjadi ketika saluran gastrointestinal dipenuhi dengan udara atau gas. Kebanyakan orang menggambarkan perut kembung sebagai perasaan penuh, kencang, atau bengkak di perut.

Perut Moms mungkin juga akan mengalami bengkak, terasa keras, dan nyeri. Kembung sering disertai dengan:

Ini dia beberapa faktor yang merupakan penyebab perut kembung dan wajib Moms ketahui.

1. Mengalami Sembelit

Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, penyebab perut kembung paling umum adalah karena mengalami konstipasi atau sembelit.

Ya, sembelit seringnya hanya ditandai dengan buang air besar lebih sedikit dari biasanya, padahal Moms tetap bisa buang air besar secara teratur meskipun mengalami sembelit.

“Banyak orang yang tidak tahu kalau mereka sedang mengalami sembelit. Gejala lainnya yang harus diperhatikan seperti tidak merasa kosong usai buang air besar dan kotoran terlihat seperti batu atau kerikil,” ungkap Dr. Linda Ann Lee, ahli gastroenterologi.

Dr. Lee mengungkapkan, semakin lama feses terhambat di usus besar, maka semakin banyak waktu bakteri harus memfermentasi apa yang ada di sana. Hal ini kemudian yang membuat perut terasa kembung.

Baca Juga: 5 Makanan Ini Bisa Menyebabkan Perut Kembung Pada Anak

Jika perut kembung ini mulai mengganggu aktivitas, cobalah bahan-bahan alami seperti teh chamomile dan teh peppermint untuk membantu mengurangi perut kembung ya, Moms.

Jangan lupa juga untuk rutin minum air, tapi hindari terlalu sering. Sebaiknya, makanan yang dikonsumsi harus tetap lembut dan mudah dicerna.

2. Infeksi Perut

Ya, perut juga dapat mengalami infeksi, seringnya disebabkan oleh bakteri seperti E.coli atau H.pylori, atau infeksi virus seperti norovirus dan rotavirus.

Hanya saja, ketika Moms mengalami infeksi perut, maka gejalanya tidak hanya berfokus pada perut yang kembung.

Infeksi perut juga bisa menyebabkan gejala lainnya, seperti diare, muntah, mual, dan sakit perut.

Kondisi ini dapat berangsur pulih dengan sendirinya, namun ketika Moms mengalami demam dan feses berdarah, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

3. Irritable Bowel Syndrome

5 Jenis Obat Alami untuk Meredakan Sakit Perut, Coba Sekarang.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Faktor penyebab perut kembung berikutnya adalah Irritable Bowel Syndrome (IBS), yaitu sindrom iritasi usus besar.

Menurut National Health Service, sindrom iritasi usus besar adalah kondisi yang memengaruhi sistem pencernaan, dan menyebabkan beberapa gejala seperti kram perut, perut kembung, dan diare.

Kondisi ini bisa datang dan pergi dari waktu ke waktu, selama beberapa hari hingga beberapa bulan.

Sayangnya, kondisi ini tidak dapat disembuhkan dan beberapa pola makan atau obat-obatan hanya dilakukan untuk mengurangi gejalanya.

Sindrom iritasi usus besar juga bisa Moms alami apabila memiliki riwayat keluarga dengan hal yang serupa.

Baca Juga: 5 Obat Alami Mengatasi Kembung Saat Hamil, Moms Perlu Tahu

4. Penyakit Celiac

Dilansir dari Harvard Health Publishing, penyakit Celiac adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika seseorang dapat mengalami kerusakan pada usus kecil saat mengonsumsi gluten. Nah, salah satu gejalanya adalah perut kembung.

Gejala lainnya yang dapat dialami adalah nyeri perut, tubuh kelelahan, intoleransi laktosa, diare, heartburn, mual, kram, penurunan berat badan, dan ruam kulit. Hanya saja, bisa dibilang penyakit satu ini cukup langka.

5. Maag

Maag atau kadang disebut juga dengan dispepsia, adalah ketidaknyamanan atau nyeri di perut yang bisa menjadi salah satu penyebab perut kembung.

Maag adalah gangguan pencernaan yang umum dialami banyak orang, biasanya disebabkan oleh:

  • Makan terlalu banyak
  • Minum alkohol terlalu banyak
  • Obat yang mengiritasi perut, seperti ibuprofen
  • Infeksi perut

Bila Moms sering mengalami maag, tapi bukan karena makanan atau penyebab jelas lainnya, sudah saatnya memeriksakan diri ke dokter. Sebab, maag yang terlalu sering dan parah bisa menjadi tanda kanker atau gagal ginjal.

Baca Juga: 6 Gejala Penyakit Radang Perut, Salah Satunya Perut Kembung!

6. Pertumbuhan Bakteri Usus Halus yang Berlebihan

Perut dan usus memiliki banyak bakteri baik yang bisa membantu tubuh mencerna makanan.

Ketika keseimbangan bakteri terganggu, produksi bakteri jahat akan meningkat dan menyebabkan perut kembung, diare, gangguan pencernaan, dan sulit menyerap nutrisi.

Bagi beberapa orang, pertumbuhan bakteri usus halus yang berlebihan bisa memicu osteoporosis dan penurunan berat badan yang tiba-tiba.

7. Retensi Cairan

Makan makanan asin, memiliki intoleransi terhadap makanan, dan perubahan hormon bisa meningkatkan cairan di dalam tubuh, sehingga menjadi penyebab perut kembung.

Beberapa wanita mengalami kembung sebelum menstruasi atau di awal masa kehamilan.

Baca Juga: Moms, Mari Mengenali Penyebab Perut Sebelah Kanan Sakit di Sini

Mengatasi Perut Kembung

penyebab perut terasa kembung-3.jpg

Foto: thehealthy.com

Setelah mengetahui berbagai penyebab perut kembung, berikut adalah cara mengatasinya:

1. Mengubah Gaya Hidup

Perut kembung sebenarnya bisa diatasi dan diminimalisir dengan mengubah gaya hidup.

Bila Moms obesitas, sebaiknya juga perlahan kurangi berat badan agar tidak lagi mengalami perut kembung.

Hindari minuman soda, makanan yang memicu perut kembung seperti kol, dan makanlah secara perlahan-lahan.

Kalau Moms intoleransi laktosa, konsumsilah makanan yang tidak mengandung bahan dari susu sapi.

Sebaiknya juga perbanyak makan probiotik seperti kefir dan greek yogurt untuk memaksimalkan fungsi bakteri baik di usus.

Journal of Neurogastroenterology and Motility menemukan kalau 70% pasien yang mengalami sindrom iritasi usus besar setuju kalau probiotik bisa mengurangi perut kembung.

2. Pijat

Pijat di bagian perut juga bisa mengurangi perut kembung. Sebuah studi menunjukkan 80 orang dengan penyakit asites mencoba pijat perut 15 menit sebanyak 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut.

Moms juga bisa mengikuti langkah berikut:

  • Tempatkan tangan tepat di atas tulang pinggul kanan.
  • Gosok tangan ke perut dengan gerakan melingkar, serta beri tekanan ringan ke arah sisi kanan tulang rusuk.
  • Gosokkan lurus melintasi area perut bagian atas ke arah tulang rusuk kiri.
  • Bergerak perlahan ke bawah menuju tulang pinggul kiri.
  • Ulangi sesuai kebutuhan.

Hasilnya, pijat bisa mengurangi depresi, kecemasan, dan meminimalisir gejala perut kembung.

Jika perut kembung ini mulai mengganggu aktivitas, cobalah bahan-bahan alami seperti teh chamomile dan teh peppermint untuk membantu mengurangi perut kembung ya, Moms.

Jangan lupa juga untuk rutin minum air, tapi hindari terlalu sering. Sebaiknya, makanan yang dikonsumsi harus tetap lembut dan mudah dicerna.

3. Hindari Makanan Pemicu Alergi

Alergi Ikan

Foto: Orami Photo Stock

Ketika Moms mengonsumsi makanan yang memicu alergi, hal ini dapat menyebabkan produksi gas berlebih, sehingga perut kembung tidak dapat terhindarkan.

Berikut adalah beberapa makanan yang perlu Moms hindari agar tidak mengalami perut kembung akibat alergi:

  • Laktosa: Intoleransi laktosa dikaitkan dengan banyak gejala pencernaan, termasuk perut kembung. Laktosa adalah karbohidrat utama yang Moms bisa temui dalam susu.
  • Fruktosa: Intoleransi fruktosa dapat menyebabkan perut kembung karena sulit dicerna.
  • Telur: Gas berlebih dan perut kembung adalah gejala umum alergi telur.
  • Gandum dan gluten: Banyak orang tidak toleran terhadap gluten, protein dalam gandum, barley, dan beberapa biji-bijian lainnya. Ini dapat menyebabkan berbagai efek buruk pada pencernaan, termasuk perut kembung.

Mengutip Healthline, laktosa dan fruktosa adalah bagian dari kelompok karbohidrat atau serat yang tidak dapat dicerna yang lebih besar yang dikenal sebagai FODMAP. Intoleransi FODMAP adalah salah satu penyebab paling umum kembung dan sakit perut.

Baca Juga: Begini Cara Mengurangi Nyeri Menstruasi yang Tak Tertahankan

4. Konsumsi Minyak Peppermint

Kapsul minyak peppermint dapat membantu mengurangi gangguan pencernaan dan gas berlebih. Produsen biasanya memasarkannya sebagai pengobatan untuk gejala IBS, tetapi orang tanpa IBS juga dapat menggunakannya untuk meredakan perut kembung.

MengutipMedical News Today, peppermint bekerja dengan mengendurkan otot-otot usus, yang memungkinkan gas dan tinja bergerak lebih efektif. Namun efek sampingnya pada beberapa orang menyebabkan BAB berlebih.

5. Gunakan Essential Oil

Essential oil adalah cairan yang mengandung senyawa tanaman suling. Kata "essential" mengacu pada fakta bahwa senyawa ini dipandang sebagai "esensi" tanaman, bukan "penting" untuk kesehatan.

Walau demikian, kini essential oil banyak digunakan untuk pengobatan rumahan yang tidak perlu menggunakan banyak bahan kimia.

Sebuah studi dari tahun 2016 menguji efektivitas suplemen yang mengandung kombinasi essential oil dan kurkumin pada 116 orang dengan IBS ringan hingga sedang. Setelah 30 hari, orang-orang melaporkan peningkatan gejala IBS mereka, termasuk perut kembung.

Berikut adalah beberapa essential oil yang direkomendasikan:

  • Peppermint: Direkomendasikan untuk sakit perut dan untuk meredakan kejang perut.
  • Jahe: Direkomendasikan untuk menghilangkan gas.
  • Adas: Direkomendasikan untuk sembelit.
  • Lemon: Direkomendasikan untuk mulas.
  • Oregano: Direkomendasikan karena sifat antibakterinya (efek pada bakteri usus).

6. Lakukan FODMAP Diet

Biasanya, pengobatan pertama untuk mencegah gas dan perut kembung adalah mengubah pola makan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa diet rendah fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides and polyols (FODMAP), dapat mengurangi gejala gas dan IBS.

Melansir John Hopkins Medicine, diet ini harus menghindari makanan yang difermentasi serta menghasilkan gas tinggi, seperti:

  • Oligosakarida, yang ditemukan dalam gandum, bawang merah, bawang putih, kacang-kacangan dan kacang-kacangan.
  • Disakarida, seperti laktosa dalam susu, yogurt, dan es krim.
  • Monosakarida, termasuk fruktosa (sejenis gula yang ditemukan dalam madu), apel dan pir.
  • Poliol atau gula alkohol yang ditemukan dalam makanan seperti aprikot, nektarin, plum dan kembang kol, serta banyak permen karet dan permen.

“Usus kecil tidak selalu sepenuhnya menyerap karbohidrat ini, melainkan meneruskannya ke usus besar, di mana mereka difermentasi oleh bakteri dan menghasilkan gas,” kata Linda Lee, M. D., Asisten Direktur Klinis Rumah Sakit John Hopkins.

Baca Juga: Disangka Pura-pura Sakit Perut, Balita Ini Ternyata Menderita Kanker Langka Mematikan

Itulah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab perut kembung.

Seringnya memang kondisi ini tidak berbahaya, namun tidak ada salahnya Moms mengecek ke dokter dengan baik ketika perut kembung tidak kunjung sembuh.

  • https://www.healthline.com/health/abdominal-bloating#when-to-seek-help
  • https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-ways-to-reduce-bloating#TOC_TITLE_HDR_4
  • https://www.webmd.com/digestive-disorders/ss/slideshow-bloating-reasons
  • https://www.verywellhealth.com/essential-oils-for-ibs-1945175
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322525#long-term-solutions
  • https://www.medicinenet.com/why_am_i_so_bloated/article.htm
  • https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/remedies-for-bloating-and-wind/
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/bloating-causes-and-prevention-tips
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait