Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Aug 9, 2018

Mengenal Intoleransi Laktosa dan Cara Menanganinya

Bagikan


Pernahkah Moms mendengar tentang intoleransi laktosa? Intoleransi laktosa merupakan sebuah kondisi kekurangan tingkat enzim pada tubuh yang dikenal dengan laktase.

Gejala ini dimulai dari gejala ringan hingga berat, tergantung pada jumlah laktase yang diproduksi itu sendiri. Mari kita mengenal lebih jauh mengenai intoleransi laktosa dan cara menanganinya!

Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah keadaan saat kita merasakan dampak aneh pada tubuh setelah mengonsumsi dairy product alias makanan serta minuman yang terbuat dari susu sapi, misalnya susu, es krim, dan keju.

Umumnya hal ini terjadi karena faktor genetik dan masalah pencernaan penyakit, alergi makanan, radang hingga infeksi usus.

Mengenali intoleransi laktosa pun tidak sulit, 30 menit sampai 2 jam setelah kita makan produk susu sapi, kita akan merasakan beberapa gejala pada tubuh. Misalnya, kram, diare, buang gas yang menyakitkan, bagian tubuh bengkak, dan mual.

Kadar intoleransi laktosa pada setiap orang berbeda-beda, ada yang langsung merasa sakit meski hanya makan sedikit produk susu sapi, tapi juga ada yang bisa makan dalam jumlah banyak, baru mereka merasakan efeknya.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa rata-rata seseorang dengan intoleransi laktosa hanya dapat menerima sebesar 12 gram laktosa saja. Namun kembali lagi bahwa kondisinya akan berbeda-beda pada setiap tubuh.

Setelah intoleransi tersebut membaik, maka mulai kembali secara perlahan memasukkan susu atau keju ke dalam makanan. Jangan mengonsumsi terlalu banyak, hal ini guna menakar seberapa jauh laktosa yang dapat diterima tubuh.

Baca Juga: Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula 

Intoleransi Laktosa Pada Si Kecil

Tidak hanya pada dewasa, intoleransi laktosa pun bisa dialami bayi dan anak-anak. Biasanya memang anak dibawah usia 1 tahun tidak mengonsumsi susu sapi, tapi ternyata laktosa juga terdapat pada beberapa MPASI.

Penanganan intoleransi laktosa pada Si Kecil sebaiknya memang melalui pengamatan khusus, Moms harus mampu memperhatikan makanan atau minuman yang menyebabkan gejala-gejala yang muncul dari pencernaan.

Sebaiknya Moms menyimpan catatan harian makanan guna mencatat apa yang ia makan. Setelahnya selalu perhatikan gejala yang terjadi untuk kemudian menemukan penyebab dan cara mengatasinya.

Baca Juga: Alergi Susu Ibu Hamil, Apa yang Harus Dilakukan? 

Mengatasi Intoleransi Laktosa

Hingga saat ini, pengobatan terbaik untuk mengatasi intoleransi laktosa hanyalah dengan membatasi konsumsi terhadap asupan susu sap, produk susu sapi, dan makanan lain yang mengandung laktosa. Jangan sampai terlena dengan makanan-makanan yang tanpa disadari mengandung laktosa, sepert sereal, sup, hingga pancake. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meringkankan intoleransi laktosa:

1. Yoghurt

Moms bisa mencoba untuk mengonsumsi yoghurt probiotik atau yang mengandung kultur hidup lactobacillus. Kultur bakteri hidup dan aktif ini dapat membantu memecah laktosa dan meringankan gangguan pencernaan.

2. Mencoba Susu Lain

Karena tubuh tak dapat menerima susu sapi, maka carilah pengganti susu yang lain, seperti susu kelapa, susu kedelai, susu almond, susu beras, susu oat, susu rami dan yang lainnya. Jika Moms tidak terbiasa dengan rasa susu tersebut, Moms dapat mengolahnya bersama makanan.

3. Cuka Sari Apel

Cuka sari apel ternyata dapat membantu mengurangi intoleransi laktosa karena membantu pencernaan. Hal ini karena cuka sari apel bekerja sebagai obat yang efektif untuk menetralkan asam lambung dan masalah pencernaan lain yang disebabkan oleh intoleransi laktosa.

4. Cukup Nutrisi

Susu dan produk sejenisnya adalah sumber utama dari nutrisi, terutama kalsium. Dengan kata lain, bila membatasi asupannya malah akan mengurangi untuk kebutuhan gizi.

Kalsium sangat penting untuk kesehatan gigi dan tulang. Untuk itu gantilah kebutuhan yang seharusnya didapatkan dari susu dengan mengkonsumsi gandum utuh, buncis, lentil, sayuran berdaun hijau (seperti bayam, sawi dan brokoli), produk kedelai, kacang-kacangan dan biji-bijian, buah-buahan kering dan jus yang diperkaya kalsium.

Apakah Moms atau Si Kecil juga mengalami intoleransi laktosa? Mari share pengalaman Moms di kolom komentar!

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.