05 Mei 2023

8 Dampak Kelebihan Vitamin C pada Tubuh, Wajib Tahu!

Bisa memicu pembentukan batu ginjal lho Moms, waspada!

Vitamin C memang bagus untuk tubuh, tapi pastikan konsumsi dalam dosis yang dianjurkan. Karena, kelebihan vitamin C dapat membahayakan tubuh, lho!

Jadi, kita harus tahu persis vitamin apa yang dibutuhkan tubuh dan cara tepat mengonsumsinya agar terhindar dari dampak berbahaya.

Mengonsumsi multivitamin memang menjadi salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh.

Apalagi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, wajar jika banyak orang mulai berburu suplemen vitamin.

Nah, Moms tentu tahu bahwa mengonsumsi sesuatu yang berlebihan dapat memberikan beberapa efek pada tubuh. Termasuk jika tubuh Moms kelebihan vitamin C.

Vitamin C memang termasuk jenis suplemen vitamin yang sedang banyak dicari karena dapat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun kita perlu waspada dengan efek samping dari kelebihan vitamin C.

Lantas, apa saja efek konsumsi vitamin C berlebihan pada tubuh? Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: Sederet Vitamin untuk Anak Kurang Gizi dan Tanda-Tanda Si Kecil Membutuhkannya

Batas Maksimal Konsumsi Vitamin C

Konsumsi Vitamin
Foto: Konsumsi Vitamin (Freepik.com/kroshka__nastya)

Sebelum mencari tahu lebih lanjut tentang dampak kelebihan mengonsumsi vitamin C, sebaiknya Moms memahami takaran harian yang dibutuhkan.

Lalu, kapan seseorang disebut mengonsumsi vitamin C secara berlebih?

Melansir laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, praktisi gizi menyepakati bahwa dosis harian vitamin C yang disarankan adalah 45 miligram per hari.

Sedangkan batas dosis yang masih dapat ditoleransi oleh tubuh sampai dengan 2000 miligram per hari.

Jadi, pastikan Moms dan keluarga tidak mengonsumsi vitamin C lebih dari dosis yang telah dianjurkan, ya.

Baca Juga: 13 Cara Menjaga Kesehatan Ginjal, dari Minum Air Putih hingga Hindari Rokok

Dampak Kelebihan Vitamin C

Vitamin C berperan penting dalam proses pertumbuhan dan juga proses tubuh lainnya.

Tubuh kita tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri, sehingga sangat penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin C dari luar seperti melalui makanan atau suplemen.

Cara kerja vitamin C adalah ia akan larut dalam air dan dibuang oleh tubuh melalui ginjal.

"Tubuh tidak akan menyimpan kelebihan vitamin C yang dikonsumsi, setiap kelebihannya akan dikeluarkan melalui ginjal lalu urin," menurut dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc, Sp.GK Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Ada beberapa dampak yang bisa dialami seseorang jika kelebihan vitamin C dalam seharinya.

Oleh karena itu, sebaiknya Moms minum dalam jumlah yang tepat agar tidak berefek negatif pada tubuh.

Berikut ini beberapa dampak yang bisa dialami pada tubuh jika kelebihan vitamin C.

1. Masalah Pencernaan

Sakit Perut
Foto: Sakit Perut (Freepik.com/katemangostar)

Dalam National Institute of Health dijelaskan bahwa vitamin C memiliki toksisitas rendah dan tidak diyakini menyebabkan efek samping serius jika dikonsumsi tinggi.

Namun, keluhan yang paling umum dialami jika tubuh kelebihan vitamin C adalah diare, mual, kram perut, dan gangguan gastrointestinal lainnya.

Hal ini terjadi karena efek osmotik dari vitamin C yang tidak diserap dalam saluran pencernaan.

Pada sebagian orang, kelebihan vitamin C juga bisa menyebabkan asam lambung dan perut terasa tidak nyaman.

Jadi, sudah seharusnya dosis vitamin C yang dikonsumi harus tepat untuk menghindari masalah pencernaan dari kelebihan vitamin C.

Baca Juga: Ketahui 9+ Dampak Kelebihan Protein pada Tubuh!

2. Sakit Kepala

Sakit Kepala
Foto: Sakit Kepala (Orami Photo Stocks)

Beberapa efek samping dari kelebihan vitamin C bisa terjadi dan biasanya tidak memerlukan perhatian medis, misalnya sakit kepala.

Sakit kepala adalah dampak ringan karena terlalu banyak asupan suplemen vitamin C.

Meskipun dapat mereda, dapat menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan tepat apabila sakit kepala yang dialami semakin parah.

"Pada beberapa orang yang punya masalah dengan batu pada ginjal dan saluran kemih, kelebihan vitamin C dan tidak disertai dengan asupan cairan yang cukup juga dapat menyebabkan urin menjadi asam sehingga memudahkan terbentuknya batu," tambah dr. Tirta.

3. Insomnia

Insomnia
Foto: Insomnia (Freepik.com/jcomp)

Efek samping karena kelebihan vitamin C mungkin akan menimbulkan gejala yang tak begitu terlihat atau gejalanya ringan.

Gejala yang cukup ringan ini mungkin meliputi sulit tidur atau insomnia, susah berkonsentrasi, masalah saraf seperti mati rasa atau kesemutan, dan lebih mudah marah.

4. Batu Ginjal

Ilustrasi Ginjal
Foto: Ilustrasi Ginjal (Orami Photo Stocks)

Dalam jurnal Advances in Nutrition disebutkan, kelebihan vitamin C dalam jumlah tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal, meskipun buktinya beragam dan tidak konsisten.

Kelebihan vitamin C dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan senyawa oksalat dan asam urat dalam urin. Senyawa inilah yang memicu pembentukan kristal dan mengakibatkan penyakit batu ginjal pada tubuh.

Studi tersebut juga menjelaskan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi suplemen 1.000 mg vitamin C dua kali sehari selama 6 hari, dapat meningkatkan jumlah oksalat yang mereka keluarkan sebanyak 20%.

International Journal for Vitamin and Nutrition Research juga menambahkan, asupan vitamin C yang tinggi tidak hanya dikaitkan dengan jumlah oksalat urin yang lebih banyak.

Namun, hal ini juga berkaitan dengan perkembangan batu ginjal, terutama jika kita mengonsumsi vitamin C lebih dari 2.000 mg per harinya.

Maka dari itu, hindari konsumsi terlalu banyak minum suplemen vitamin C, terutama bagi Moms yang rentan terhadap pembentukan batu ginjal.

Baca Juga: 7 Vitamin untuk Anak Stunting, Yuk Penuhi Kebutuhannya!

5. Nutrisi Tidak Seimbang

Sumber Vitamin C
Foto: Sumber Vitamin C (Parenting.firstcry.com)

Dampak kelebihan vitamin C lainnya yakni tubuh tidak dapat mencerna nutrisi secara optimal. Asupan vitamin C yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan nutrisi tidak seimbang.

Ini dapat merusak kemampuan tubuh dalam mencerna nutrisi lain.

Misalnya, kelebihan vitamin C menyebabkan kadar vitamin A, vitamin D tidak tercukupi atau meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.

Tidak adanya keseimbangan nutrisi ini tidak baik untuk tubuh dan dapat memicu penyakit serius.

Misalnya ketika zat besi yang diserap tubuh terlalu banyak, dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, hati, pankreas, tiroid, dan sistem saraf pusat.

Namun penyerapan zat besi berlebihan ini hanya dapat terjadi ketika seseorang mengalami memiliki kondisi yang khusus, seperti hemokromatosis sehingga mereka perlu berhati-hati saat mengonsumsi vitamin C.

6. Taji Tulang

Tulang Kuat
Foto: Tulang Kuat (Freepik.com/wayhomestudio)

Dilansir dari Orthopedics & Sports Medicine, sebuah studi di Duke University menemukan bahwa kelebihan vitamin C dapat menyebabkan taji tulang, yaitu mempercepat kerusakan pada sendi.

Hal ini karena vitamin C yang berlebih pada tubuh mengaktifkan protein yang menyebabkan taji tulang dan nyeri pada pasien dengan osteoartritis.

Sebaliknya, penelitian lain dari Arthritis Foundation menunjukkan bahwa orang dengan 3 kali kadar vitamin C lebih rendah, lebih mungkin untuk mengembangkan rheumatoid arthritis daripada mereka yang memiliki kadar vitamin C secara normal.

Baca Juga: 15 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin B1, Perhatikan Moms!

7. Radang Usus

Gangguan pada Usus
Foto: Gangguan pada Usus (Orami Photo Stocks)

Kelebihan vitamin C pada anak juga bisa terjadi, salah satunya mengakibatkan masalah pencernaan hingga menyebabkan radang usus.

Vitamin C larut dalam air, jadi setiap kelebihan akan dikeluarkan dari tubuh melalui urin anak.

Namun, dosis tinggi vitamin C tetap dapat menyebabkan mual, diare, batu ginjal, dan gastritis (radang usus).

Melansir dari National Institutes of Health, vitamin C untuk orang dewasa dan anak-anak berusia 4 tahun ke atas adalah 60 mg, baik laki-laki maupun perempuan.

Ada cenderung peningkatakan menjadi 90 mg.

8. Osteofit

Tulang Bermasalah
Foto: Tulang Bermasalah (Orami Photo Stocks)

Salah satu hal yang akan terjadi ketika mengonsumsi kebanyakan vitamin C adalah osteofit.

Osteofit dapat membuat munculnya tulang baru yang halus dan disebut sebagai bone spur.

Pertumbuhannya sendiri terjadi seiring waktu dan tak menimbulkan gejala, Moms.

Kendati demikian, rasa sakit bisa muncul jika pertumbuhan tulang ini mengenai struktur tulang lannya, atau pertumbuhannya bisa membatasi gerakan pada sendi.

Perlu diketahui, osteofit sendiri pun muncul sebagai bentuk respons terhadap gangguan yang terjadi di sekitar sendi.

Penyebab osteofit paling umum sendiri yaitu osteoarthritis atau penyakit sendiri yang sifatnya degeneratif.

Jadi, bantalan antara persendiran dan tulang belakang bisa terkikis serta menipis seiring dengan bertambahnya usia.

Beberapa kondisi lain seperti lupus, arthritis rheumatoid, serta asam urat juga termasuk gangguan sendiri dan tulang yang bisa menyebabkan terjadinya osteofit, Moms.

Gangguan tulang ini pun bisa terjadi di tulang bagian mana saja.

Misalnya bisa menyerang tulang di bahu, leher, tulang belakang, bahu, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Pentingkah Minum Multivitamin untuk Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh?

Fungsi Vitamin C untuk Tubuh

Vitamin C
Foto: Vitamin C (Freepik.com/gargonia)

Melansir laman Mayo Clinic, vitamin C diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan di semua bagian tubuh.

Beberapa manfaat dari konsumsi vitamin C seperti:

  • Membentuk protein penting yang digunakan untuk membuat kulit, tendon, ligamen, dan pembuluh darah.
  • Menyembuhkan luka dan bentuk jaringan parut.
  • Memperbaiki dan memelihara tulang rawan, tulang, dan gigi.
  • Membantu penyerapan zat besi.

Karena tubuh tidak memproduksi atau menyimpan vitamin C, penting untuk konsumsi vitamin C dalam makanan atau suplemen. Bagi kebanyakan orang, jeruk, stroberi, cabai merah cincang, atau brokoli juga bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan vitamin C.

Pada data Kementerian Kesehatan Indonesia dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, disebutkan kebutuhan vitamin C per hari seseorang yaitu sebagai berikut:

  • Bayi usia 0 bulan hingga anak usia 12 tahun (40-45 mg/hari).
  • Anak remaja usia di atas 12 hingga 18 tahun (65-90 mg/hari).
  • Orang dewasa +18 tahun (75-90 mg/hari).

Banyak orang yang memilih untuk mengonsumsi vitamin C dengan cara meminum suplemen.

Namun, tak jarang yang mengonsumsi vitamin C langsung dari sumbernya, yakni buah-buahan dan juga sayur.

Selain mengonsumsi suplemen, Moms bisa mengonsumsi jambu biji nih untuk meningkatkan imunitas tubuh. Jambu biji mengandung sumber vitamin C yang tinggi sekitar, 126 mg.

Journal of Clinical and Diagnostic Research telah melakukan penelitian terhadap manfaat konsumsi jambu selama 6 minggu pada 45 orang sehat.

Studi ini pun menunjukkan bahwa mengonsumsi 400 gram atau 7 buah jambu setiap hari bisa menurunkan tekanan darah tinggi dan kolestrol.

Selain mengonsumsi suplemen, Moms bisa mengonsumsi jambu biji nih untuk meningkatkan imunitas tubuh. Jambu biji mengandung sumber vitamin C yang tinggi sekitar, 126 mg.

Buah lain yang bisa Moms konsumsi selain jambu biji adalah buah jeruk, kiwi, stroberi, tomat, dan juga leci.

Baca Juga: Vitamin D: Manfaat Kesehatan, Dosis Ideal, hingga Sumbernya

Itu dia Moms, beberapa dampak dari kelebihan vitamin C baik dewasa ataupun anak-anak.

Agar terhindari dari risiko ini, sebaiknya konsumsi sumber vitamin C yang alami, ya!

  • https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-HealthProfessional/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3884093/
  • https://www.proortho.com/vitamin-c-the-saving-grace-for-bone-health/#:~:text=A%20study%20at%20Duke%20University,pain%20in%20patients%20with%20osteoarthritis.
  • https://ods.od.nih.gov/HealthInformation/dailyvalues.aspx
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/vitamin-c/faq-20058030
  • https://peraturan.bkpm.go.id/jdih/userfiles/batang/PMK%20No.%2075%20ttg%20Angka%20Kecukupan%20Gizi%20Bangsa%20Indonesia.pdf
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5071920/
  • https://promkes.kemkes.go.id/?p=7949

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.