Kesehatan

KESEHATAN
27 Juli 2020

Kriteria Pembalut yang Aman Digunakan

Memakai pembalut tidak boleh sembarangan, ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, sudahkah memilih pembalut yang aman setiap bulannya? Pada wanita yang masih berada dalam masa subur, setiap bulannya akan menstruasi. Pembalut digunakan untuk membantu menyerap darah haid yang Moms alami.

Berbagai banyak jenis dan bentuk produk pembalut yang ada di pasaran, semua tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Namun, sebenarnya penting untuk memilih kriteria pembalut yang aman untuk digunakan. Apa saja? Ini ulasan selengkapnya.

Kriteria Pembalut yang Aman

Kriteria Pembalut yang Aman Digunakan-1.jpg

Foto: irishtimes.com

Sebelum membeli produk pembalut yang beredar di pasaran, Moms harus teliti terhadap hal paling sederhana, seperti tanggal kedaluwarsanya.

Tentunya memakai produk yang sudah lewat tanggal kedaluwarsanya bisa membahayakan kesehatan.

Setelah itu, pastikan produk pembalut yang dibeli tidak rusak atau tidak keluar serabutnya.

Pastikan juga Moms membeli pembalut yang tidak berbau atau memiliki pewangi terutama jika Moms memiliki kulit yang sensitif.

1. Syarat Pembalut Aman Menurut Kemenkes

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ada beberapa syarat lainnya untuk pembalut yang aman, di antaranya:

  • Memiliki izin edar dan telah melewati uji keamanan, mutu dan kemanfaatan produk dari laboratorium yang terakreditasi. Untuk memastikannya, Moms bisa melihat ijin edar AKL atau AKD yang tercantum pada kemasan.
  • Pembalut yang dipakai memenuhi persyaratan sesuai SNI tentang pembalut wanita, yaitu memiliki daya serap minimal 10 kali dari bobot awal dan tidak berfluoresensi kuat.
  • Pembalut wanita dilarang menggunakan gas chlorin dalam proses pemutihan terhadap bahan baku yang digunakan, karena dapat menghasilkan senyawa dioksin yang bersifat karsinogenik. Artinya, berpotensi tingkatkan risiko terkena kanker.
  • Pembalut wanita berbentuk lembaran/pad yang terbuat dari bahan selulose atau sintetik yang gunanya untuk menyerap cairan menstruasi atau cairan dari vagina.

Baca Juga: Mengganti Pembalut, Sebaiknya Setiap Berapa Jam?

2. Syarat Pembalut Aman untuk Kesehatan

Selain dari Kemenkes, ada juga beberapa kriteria pembalut aman yang harus diperhatikan menurut Sigma Test & Research Centre.

- Mengetahui tipe menstruasi

Setiap wanita memiliki tipe menstruasi yang berbeda, mulai dari jumlah, durasi, sampai gejala.

Bila Moms biasanya mengalami menstruasi yang banyak, berarti harus memilih pembalut yang lebih panjang dan besar.

- Kemampuan menyerap

Kemampuan menyerap sangat penting dalam memilih pembalut yang aman digunakan. Pembalut harus mampu menyerap darah agar tidak bocor.

- Perhatikan panjang

Panjang pembalut ditentukan berdasarkan banyaknya darah menstruasi, bentuk tubuh, dan tipe celana dalam yang digunakan.

Gunakan pembalut yang lebih panjang saat menstruasi sedang banyak-banyakan, kemudian selanjutnya bisa pakai pembalut yang pendek saat darah menstruasi sudah berkurang.

- Sesuaikan dengan gaya hidup

Bila Moms banyak bergerak seharian, pilih pembalut yang menggunakan wing (sayap) agar bisa tetap aman beraktivitas.

Itulah syarat atau kriteria pembalut yang aman untuk digunakan Moms saat menstruasi.

Selain itu, penting bagi Moms untuk menjaga kebersihan pembalut saat menstruasi dan juga jenis-jenis pembalut yang ada.

Baca Juga: Mengganti Pembalut, Sebaiknya Setiap Berapa Jam?

Menjaga Kebersihan Pembalut saat Menstruasi

Kriteria Pembalut yang Aman Digunakan-2.jpg

Foto: dailyhive.com

Idealnya, Moms harus mengganti pembalut setiap kali sudah merasa ‘penuh’. Jadi, tidak ada ukuran pasti harus berapa lama ganti pembalut dalam sehari, tapi umumnya kita harus mengganti pembalut tiap 3-6 jam sekali.

“Memang tidak ada jumlah yang pasti kapan sebaiknya pembalut perlu diganti, terutama selama tiga hari pertama menstruasi. Semua tergantung pada seberapa berat aliran darah yang terjadi. Namun, umumnya pembalut diganti setiap 4-6 jam sekali,” ungkap Dr. Uma Vaidyanathan, ginekolog yang berasal dari New Delhi.

Selain itu, hari pertama menstruasi pasti akan berbeda dengan hari ketiga dan seterusnya. Hanya saja, penting diingat jangan terlalu lama mengganti pembalut yang sudah penuh.

Kebiasaan yang kelihatan sepele ini bisa mengancam kesehatan reproduksi Moms nantinya.

“Tidak menjaga kebersihan saat menstruasi dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih, infeksi vagina dan ruam. Fatalnya, bisa menyebabkan komplikasi. Beberapa wanita dapat menderita infeksi genital karena kebersihan menstruasi yang buruk atau nyeri panggul yang dapat menyebabkan anemia hingga infertilitas,” ujar Dr. Anjali Kumar, dokter kandungan dari Gurgaon, India, dilansir dari India Today.

Duh, dampaknya bisa berbahaya untuk kesehatan ya, Moms. Selain memilih pembalut yang aman, penting sekali bagi wanita untuk menjaga kebersihan saat menstruasi.

Baca Juga: 5 Kelebihan Menstrual Cup Dibanding Pembalut

Ketahui Jenis-jenis Pembalut

Kriteria Pembalut yang Aman Digunakan-3.jpeg

foto: whateveryourdose.com

Pembalut yang selama ini Moms kenal adalah jenis pembalut yang sekali pakai lalu dibuang.

Padahal, ada beberapa jenis pembalut lainnya yang bisa jadi pilihan dan beberapa sudah ada di Indonesia.

Menurut Journal of Environmental and Public Health, berikut ini jenis-jenis pembalut wanita:

- Reusable Cloth Pads

Pembalut berbentuk kain, yang bisa dicuci dan dipakai kembali. Harganya lebih hemat, mudah didapatkan, dan ramah lingkungan.

- Tampon

Berbentuk kapas yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menyerap aliran menstruasi. Harganya cukup mahal dan tidak terlalu ramah lingkungan.

Tampon memang akan lebih menyerap darah, namun sayangnya tak nyaman digunakan bila belum terbiasa, karena akan terasa mengganjal. Harganya cukup mahal dan tidak terlalu ramah lingkungan.

- Menstrual Cup

Menstrual cup berbentuk seperti cangkir yang terbuat dari karet silikon yang mudah dilipat dan dimasukkan ke dalam vagina.

Bisa dipakai selama 6-12 jam dan dapat digunakan kembali sehingga ramah lingkungan.

Setiap 6 hingga 12 jam, disarankan untuk mengeluarkan dan mengosongkan darahnya.

Setelah menstrual cup dicuci, Moms dapat kembali menggunakannya. Untuk membuatnya steril, sebaiknya rendam dengan air hangat.

Baca Juga: Jaga Area Intim Bebas Iritasi Pembalut, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan

Itulah beberapa jenis pembalut yang bisa jadi pilihan, serta kriteria pembalut yang aman Moms. Namun, pastikan setiap jenis pembalut yang dipakai terjamin keamanannya, ya!

Artikel Terkait