Kesehatan

9 September 2021

Waspada, Ini Bahaya Gizi Buruk pada Anak dan Cara Mengatasinya

Pahami bahaya dan cara mengatasi gizi buruk pada anak berikut ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Moms, memahami tentang gizi buruk sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan anak ke depannya. Ketika anak mengalami gizi buruk, kondisi ini disebut juga malnutrisi.

Dikutip dari laman Johns Hopkins Medicine, malnutrisi adalah kondisi yang berkembang ketika tubuh kekurangan vitamin, mineral, dan juga nutrisi lainnya yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jaringan serta fungsi organ dalam tubuh.

Ingat, Moms, malnutrisi atau gizi buruk dapat terjadi pada seseorang yang kekurangan gizi atau juga kelebihan gizi. Ketidakseimbangan pola makan dapat memicu terjadinya gizi yang buruk.

Dalam ulasan kali ini, akan dijelaskan pengertian gizi buruk pada anak, bahaya dan juga cara mengatasi yang dapat dilakukan.

Simak penjelasannya berikut ini, ya!

Baca Juga: Yuk, Kenali Tahap Pertumbuhan Gigi Anak!

Gizi Buruk, Kelebihan dan Kekurangan Gizi

Gizi Buruk, Kelebihan dan Kekurangan Gizi

Foto: Orami Photo Stock

Sejak awal mula hidupnya, seorang anak perlu mendapatkan nutrisi yang cukup agar terhindar dari kondisi gizi buruk. Malnutrisi adalah kondisi yang tidak dapat disepelekan.

Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), malnutrisi adalah salah satu penyakit paling berbahaya di dunia.

Malnutrisi menjadi penyebab utama 45 persen kematian pada anak di bawah 5 tahun. Mengejutkan, bukan Moms? Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya?

Perlu Moms pahami, gizi buruk dapat berarti seorang anak mengalami kekurangan gizi atau justru kelebihan gizi.

Kekurangan gizi terjadi ketika tidak cukup nutrisi penting yang dikonsumsi atau saat mereka diekskresikan lebih cepat daripada yang bisa diganti.

Sebaliknya, kelebihan gizi dapat terjadi pada orang yang makan terlalu banyak, salah makan, tidak cukup berolahraga atau mengonsumsi terlalu banyak vitamin atau makanan pengganti lainnya.

Risiko kelebihan gizi dapat menyebabkan seorang anak mengalami obesitas atau kelebihan berat badan lebih dari 20 persen atau mengonsumsi makanan tinggi lemak dan garam.

Tentunya, dalam jangka panjang, kondisi ini juga sangat berbahaya.

Memenuhi kebutuhan anak terutama pada 1000 hari pertama kehidupannya sangat penting karena berpengaruh pada kesehatan dan kondisinya di masa yang akan mendatang.

Pastikan juga Moms memberikan ASI kepada Si Kecil saat ia berusia 0-6 bulan secara rutin setiap hari.

Kemudian, dilanjutkan dengan pemenuhan nutrisi melalui makanan pendamping ASI atau MPASI yang bergizi.

Selanjutnya, apa saja gejala dan bahaya yang dapat terjadi saat seorang anak mengalami gizi buruk? Intip ulasan berikutnya, ya!

Baca Juga: Cegah Obesitas pada Anak dengan 6 Cara Ini

Gejala Anak Mengalami Kekurangan Gizi

Gejala Anak Mengalami Kekurangan Gizi

Foto: Orami Photo Stock

Kurang gizi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup gizi untuk bisa berfungsi dengan baik. Bentuk terparahnya yang bisa terjadi, yaitu gizi buruk.

Dilansir dari National Health Service, berikut ini gejala yang terjadi saat anak mengalami kekurangan gizi, yaitu:

  • Penurunan berat badan yang cukup drastis, seperti kehilangan berat badan 5-10% atau lebih selama 3 hingga 6 bulan. Kondisi ini menjadi salah satu tanda utama kekurangan gizi.
  • Berat badan yang rendah, dengan indeks massa tubuh (BMI) di bawah 18,5 berisiko mengalami kekurangan gizi.
  • Kurangnya minat makan dan minum.
  • Merasa kelelahan sepanjang hari.
  • Tubuh terasa lemah dan lesu.
  • Tubuh yang kurus dengan perut yang kembung.
  • Sistem kekebalan tubuh anak yang lemah.
  • Sering sakit dan butuh waktu lama untuk pulih.
  • Berat badan anak tidak bertambah pada tingkat yang diharapkan.
  • Anak tidak bertumbuh dengan baik.

Selain itu, terdapat juga beberapa gejala fisik yang mengarah pada anak dengan kekurangan gizi, yaitu:

  • Kulit menjadi pucat pasi.
  • Kulit mudah memar dan munculnya ruam.
  • Perubahan pigmentasi kulit.
  • Rambut tipis dan mudah dicabut.
  • Sendi mudah sakit.
  • Tulang yang lembut dan empuk.
  • Gusi mudah berdarah.
  • Lidah yang membengkak.
  • Peningkatan kepekaan terhadap cahaya.

Tentunya, untuk menentukan apakah seorang anak mengalami kekurangan gizi atau tidak, diperlukan diagnosis yang tepat dari dokter.

Dokter akan memeriksa penampilan keseluruhan, distribusi lemak tubuh, dan fungsi organ yang dapat menandakan akan adanya malnutrisi.

Pemeriksaan menggunakan sinar-X juga mungkin dibutuhkan. Sinar-X dapat menentukan kepadatan tulang dan gangguan pencernaan, serta kerusakan jantung dan paru-paru.

Baca Juga: Cegah Penyakit, Ajarkan Si Kecil 3 Kebiasaan Menjaga Kesehatan Jantung Anak Ini

Bahaya Anak Mengalami Kekurangan Gizi

Sebenarnya, banyak faktor yang membuat anak mengalami gizi buruk.

Kondisi ini dapat terjadi karena ekonomi keluarga yang kurang, bisa karena orang tua tidak tahu cara memberi makan yang benar, bisa juga terjadi karena lingkungan yang tidak memadai, atau anak mengalami infeksi penyakit tertentu.

Untuk itu, pahami bahaya anak mengalami kekurangan gizi, yaitu:

1. Stunting

Stunting

Foto: Orami Photo Stock

Sudah pasti gizi buruk akan menyebabkan pertumbuhan anak terganggu. Pada tahapan yang parah, bisa terjadi kondisi yang bernama stunting.

Anak yang mengalami stunting cenderung lebih lamban pertumbuhannya dibanding anak lain seusianya.

Mulai dari tinggi, berat badan, hingga lingkar kepala yang akan cenderung berada di bawah grafik normal.

Stunting pada anak yang mengganggu perkembangan dan pertumbuhan anak. Stunting dapat terjadi di usia berapa pun, sepanjang pertumbuhannya tidak sesuai dengan kurva.

Dampak stunting pada anak bisa menyebabkan rendahnya IQ, bertubuh pendek, obesitas, hingga mudah mengalami infeksi penyakit di masa yang akan mendatang.

Baca Juga: Apakah Stunting Merupakan Penyakit Genetik? Ini Kata Ahli!

2. Marasmus

marasmus

Foto: Orami Photo Stock

Marasmus terjadi ketika tubuh yang mengalami kekurangan kalori tingkat berat. Bahayanya, kondisi ini juga dapat mengakibatkan keterbelakangan mental.

Ciri-ciri seseorang mengalami marasmus, seperti:

  1. Berat badan yang menurun drastis
  2. Kulit yang kering dan terkadang berwarna lebih gelap dari kulit yang sehat
  3. Kehilangan lemak dan massa otot
  4. Mengalami kerontokan rambut

3. Kwashiorkor

Kwashiorkor

Foto: Orami Photo Stock

Sudah tahukah Moms tentang kondisi bernama kwashiorkor? Kondisi ini termasuk jenis kekurangan protein akut yang sering terjadi pada anak yang mengalami malnutrisi. Kondisi ini sering juga disebut busung lapar.

Gejalanya biasanya berupa rambut yang berwarna kemerahan, ruam kulit, perut buncit karena kembung, serta hati yang membesar atau bengkak.

Kondisi kekurangan gizi ini bisa berakibat fatal hingga dapat berujung pada kematian.

Itulah bahaya anak mengalami kekurangan gizi, yang mengarah pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangannya.

Lantas, bagaimana cara mengatasi gizi buruk pada anak?

Baca Juga: Manfaat Protein untuk Bayi dan Tumbuh Kembangnya

Cara Mengatasi Gizi Buruk pada Anak

Cara Mengatasi Gizi Buruk pada Anak

Foto: Orami Photo Stock

Seorang anak yang mengalami gizi buruk memerlukan perhatian dan pemeriksaan intensif dari dokter atau ahli gizi.

Jika dokter mendiagnosis malnutrisi, mereka akan membuat rencana perawatan untuk Si Kecil. Perawatan tentunya tergantung pada tingkat keparahan malnutrisi dan adanya kondisi atau komplikasi lain yang mendasarinya.

Dikutip dari laman Medical News Today, berikut ini beberapa perawatan yang dimaksud, yaitu:

  • Membuat rencana pola makan, yang mungkin termasuk mengonsumsi suplemen tertentu.
  • Mengobati gejala tertentu, seperti mual.
  • Mengobati infeksi yang mungkin terjadi.
  • Pemeriksaan mulut dan gigi pasien.
  • Menyarankan peralatan makan alternatif yang diperlukan.
  • Pada tahapan yang parah, asupan nutrisi seperti kalium dan kalsium dapat diberikan dengan cara disuntikkan.

Perawatan yang diberikan dapat berbeda pada tiap-tiap anak, tergantung pada seberapa parah kondisinya, ya, Moms. Mungkin saja, anak harus dirawat inap dalam jangka waktu tertentu.

Itulah penjelasan tentang gizi buruk pada anak yang perlu dipahami.

Semoga informasi ini dapat membantu Moms untuk mencegah terjadinya gizi buruk pada Si Kecil, ya!

  • https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/179316
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/malnutrition
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait