Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Balita | Jul 12, 2018

Infeksi Saluran Kemih Pada Balita: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Bagikan


Di antara sekian banyak gangguan kesehatan yang bisa menimpa anak, infeksi saluran kemih pada balita termasuk yang tak boleh disepelekan.

Meski gampang disembuhkan, penanganan yang lambat bisa menyebabkan luka permanen pada ginjal bahkan komplikasi yang mengancam nyawa lho, Moms.

Infeksi saluran kemih pada balita lebih rentan menimpa anak perempuan ketimbang anak laki-laki. Tetapi, anak laki-laki yang belum disunat memiliki resiko 10 kali lebih besar daripada mereka yang sudah disunat.

Yuk Moms, baca uraian berikut untuk melindungi buah hati dari infeksi saluran kemih.

Gejala Infeksi Saluran Kemih Pada Balita

foto: physiciansimmediatecare.com

Pada anak berusia dibawah 2 tahun, infeksi ini berisiko menyebabkan gangguan kesehatan serius bila tidak segera ditangani. Jadi Moms harus jeli melihat gejalanya, seperti:

- Balita menunjukkan tanda kalau dia merasa sakit saat sedang buang air kecil, seperti menangis atau meringis.

- Balita lebih sering merasa ingin pipis.

- Setiap kali pipis, hanya keluar sedikit.

- Sering mengompol meski sudah terbiasa pipis di kamar mandi.

- Warna air seni seperti berkabut atau mengandung darah.

- Air seni berbau aneh.

- Muntah.

- Demam atau menggigil.

Pada balita yang lebih kecil dan belum lancar berkomunikasi, Moms perlu melihat beberapa gejala umum lain seperti sering rewel dan jadi susah makan.

Baca Juga: 5 Tips Sukses Toilet Training untuk Anak

Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Balita

foto: daddilife.com

Secara umum, infeksi saluran kemih pada balita disebabkan oleh masuknya bakteri kedalam saluran kencing atau uretra.

Dengan lingkungan area kemaluan yang lembap dan hangat, bakteri jadi semakin mudah berkembang biak.

Bakteri jadi lebih mudah masuk bila anak memakai popok kotor terlalu lama, tidak membersihkan area anus dan kemaluan dengan baik setelah buang air besar, atau membasuh kemaluan dengan air tidak bersih.

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih Pada Balita

foto: livestrong.com

Dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih pada balita. Butuh waktu sekitar 3 hingga 10 hari sampai gejalanya hilang dan tubuh balita sehat seperti semula.

Ingat ya Moms, antibiotik harus selalu dihabiskan sesuai dengan dosisnya. Menghentikan konsumsi antibiotik sebelum waktunya akan membuat bakteri menjadi kebal dan bisa menimbulkan infeksi lain.

Bila kondisi tidak membaik atau malah bertambah parah dalam waktu 3 hari setelah balita minum antibiotik, maka Moms harus segera menghubungi dokter.

Baca Juga: 3 Kriteria Ngompol yang Tak Wajar Pada Anak

Pencegahan

foto: babylondon.co.uk

Jangan khawatir Moms, infeksi saluran kencing juga bisa dicegah dengan cara:

- Rutin mengganti popok.

- Mengajarkan anak perempuan untuk membasuh vagina dari arah depan ke belakang, untuk mencegah bakteri dari feses masuk ke dalam vagina.

- Ingatkan buah hati untuk tidak menahan keinginan buang air kecil. Minta ia untuk segera ke kamar mandi bila sudah merasa kebelet.

- Memberikan celana dalam berbahan katun untuk mempermudah aliran udara dan mencegah pertumbuhan bakteri.

- Banyak minum air untuk membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih.

Karena balita seringkali sulit mengungkapkan rasa tidak nyaman yang dirasakan tubuhnya, maka Moms yang harus jeli dan peka melihat gejalanya. Apa Moms sudah melakukan beberapa langkah pencegahan yang disebutkan di atas?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.