Kesehatan

13 April 2021

Obat Penambah Darah Alami: Jus hingga Jamu yang Ampuh

Saatnya Moms membuat obat penambah darah alami di rumah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Apakah Moms atau kerabat dekat Moms seringkali merasa mudah lelah, mata berkunang-kunang, dan sesekali terasa sesak napas? Bisa jadi Moms terkena Anemia.

Anemia dapat ditangani dengan mengonsumsi asupan makanan tinggi zat besi dan obat penambah darah.

Apakah yang dimaksud dengan anemia? Menurut webmd.com, anemia dapat didefinisikan sebagai rendahnya angka sel darah merah. Hal ini dapat diketahui dari hemoglobin atau hematokrit rendah saat Moms melakukan tes darah rutin.

Hemoglobin merupakan bagian utama sel darah merah yang memiliki protein. Perannya adalah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga: Urin Bayi Kemerahan? Belum Tentu Darah, Moms

Moms jika bayangkan jika kadar hemoglobin dalam darah rendah, setiap organ tubuh akan tidak mendapatkan oksigen secara optimal. Akibatnya, tubuh pun terasa lemas dan lemah.

Penyakit darah rendah atau anemia dapat dialami oleh setiap orang termasuk anak-anak. Apalagi jika orang tersebut memiliki riwayat penyakit yang berkepanjangan.

Di dunia medis, ada banyak tipe anemia yang dapat dialami oleh seseorang. Mulai dari yang ringan (biasanya terjadi pada Moms yang tengah hamil) hingga kasus yang lebih berat. Kasus anemia yang berat inilah yang memerlukan penanganan medis yang tepat serta obat penambah darah.

Dilansir dari mayoclinic.com, anemia tidak hanya bisa membuat penderitanya mudah lemas dan letih. Pada penderita anemia yang cenderung berat, penderitanya dapat menimbulkan gejala seperti kulit tampak pucat, kuku rapuh, sakit kepala, pusing ketika berdiri, tangan dan kaki dingin, sesak napas, hingga muncul keinginan untuk makan es batu dan makan makanan lain yang bukan makanan ( kondisi ini disebut pica)

Cara Menghindari Anemia

Tubuh yang belum terbiasa diet tanpa karbohidrat, dapat merasa lemas

Photo: Orami Photo Stock

Sebelum kita melangkah lebih lanjut untuk mengetahui obat penambah darah, sebaiknya kita cari tahu terlebih dahulu apa saja yang harus dilakukan agar tidak terkena anemia.

Lagipula, mencegah akan lebih baik dibanding mengobati kan, Moms? Beberapa cara ini bisa dilakukan untuk mencegah anemia.

Baca juga: Konsumsi Paracetamol untuk Ibu Hamil, Amankah?

1. Makan Makanan Kaya akan Zat Besi

Cara menghindari anemia yang pertama adalah dengan makan makanan yang kaya akan zat besi.

Seperti yang telah disebutkan di atas, hemoglobin dalam sel darah merah sangat memerlukan zat besi.

Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa orang dewasa memerlukan setidaknya 26mg zat besi per hari. Hal ini bertujuan untuk mencegah anemia.

Lalu apa saja bahan makanan yang kaya akan zat besi yang bisa dikonsumsi?

Menurut dr. Arti Indira, M.Gizi., Sp.GK dari Beyoutiful Clinic saat ditemui Orami, zat besi pada makanan dapat ditemukan mulai dari daging merah tanpa lemak, ikan, kerang-kerangan, kacang kedelai, bayam, biji wijen, tahu, kentang, hingga hati.

Meski demikian, karena hati merupakan salah satu jenis jerohan, seseorang yang mengonsumsi hati perlu dibatasi agar terhindar dari masalah kolesterol.

2. Makan Makanan kaya Vitamin C

Tidak hanya kaya akan antioksidan, vitamin C yang terdapat dalam sayuran dan buah dapat menjadi cara mencegah anemia secara alami.

Vitamin C memiliki peran penting dalam penyerapan zat besi dalam usus halus.

Optimalkan kebutuhan vitamin C dengan mengonsumsi beberapa buah seperti jambu biji, jeruk, kiwi, blackcurrants, papaya, hingga stroberi.

Moms juga bisa mendapatkan asupan vitamin C lewat brokoli, kembang kol, cabai, bayam, daun kenikir, hingga daun bangun-bangun.

3. Minum Susu Sapi pada Anak Mulai Usia 1 Tahun ke Atas

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), susu sapi yang diberikan pada anak dapat membantu mencegah anemia sejak dini. Meski demikian, pastikan Si Kecil sudah berusia 1 tahun ke atas ya, Moms!

ASI tetap menjadi susu terbaik yang perlu diberikan pada Si Kecil mulai dari lahir hingga usia 2 tahun.

Jika Si Kecil alergi mengonsumsi susu sapi, cobalah untuk memberikan susu kedelai. Jangan lupa untuk tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak keluarga ya, Moms!

4. Makan Makanan yang Mengandung B12 dan Asam Folat

Cara mencegah anemia sebelum mengetahui obat penambah darah selanjutnya adalah makan makanan yang mengandung vitamin B12 dan asam folat.

Temukan di dalam bahan makanan seperti telur, susu, selada, kangkong, hingga daging unggas.

5. Hindari Minum Minuman Mengandung Alkohol

Selain rokok, minum minuman beralkohol juga merupakan pencetus anemia.

Menurut alcohol.org, alkohol atau minuman lain yang memabukkan dapat menurunkan produksi sel darah merah di sum-sum tulang sekaligus menyerap nutrisi tubuh.

Nutrisi tubuh yang paling banyak diserap oleh alkohol adalah vitamin B12 dan asam folat.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini 5 Dampak Negatif Alkohol untuk Tubuh

6. Makan Makanan yang Mengandung Vitamin A

Untuk mencegah anemia, seseorang dapat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A.

Vitamin A dapat membantu sel darah merah mengakses zat besi.

Cukupi kebutuhan keluarga akan vitamin A melalui ubi jalar, labu, wortel, parika, sayuran berdaun gelap, semangka, melon, hingga jeruk bali.

7. Penggunaan KB Hormon

Dilansir dari lamanpandiahealth.com, Moms juga bisa menggunakan KB hormon untuk membantu mencegah anemia.

Sebut saja mulai dari pil KB hingga injeksi KB hormon. Hal ini karena KB hormonal dapat membantu mengontrol hormon estrogen dan progesteron sehingga rahim lebih “tipis”.

Ketika Moms mengalami menstruasi setiap bulan, darah yang dikeluarkan pun tidak terlalu deras. Hal ini tentu membantu mencegah anemia.

Baca juga: Memilih Jus Sehat sesuai Zodiak

Obat Penambah Darah Alami

jamu kunyit.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Jika seseorang terkena anemia, tak ada jalan lain selain mengonsumsi obat penambah darah.

Di pasaran, Moms bisa membeli suplemen atau obat penambah darah untuk Anemia seperti Sangobion, Sakatonik Liver, Hufanion, Green World Spirulina Plus, Nutrimax Vital, Feroglobin Syrup, hingga Chlorophyll Plus.

Tapi, bagaimana jika Moms enggan untuk mengonsumsi obat penambah darah yang dijual di apotek tersebut?

Tenang Moms, untuk menghindari anemia, cobalah untuk mengonsumi ramuan atau jamu atau obat penambah darah alami seperti berikut ini:

1. Jus Buah Bit

Obat penambah darah alami yang pertama bisa didapatkan dari minum jus buah bit. Tahukah Moms bahwa buah bit memiliki kandungan zat besi yang sangat tinggi?

Tidak hanya cocok untuk mengatasi darah rendah atau mencegah anemia, buah bit juga kaya antioksidan sehingga membantu kulit tampak lebih segar dan glowing.

Moms bisa menambahkan madu untuk mengatasi rasa getir dari buat bit. Sajikan dingin agar jus buat bit dan wortel terasa lebih enak.

Baca juga: 4 Masker Alami Untuk Mengencangkan Kulit Wajah

2. Jus Delima Putih

Salah satu rasa yang tidak nyaman saat mengalami anemia adalah sakit kepala atau pusing. Rasa tidak nyaman tersebut terjadi saat seseorang beraktivitas terlalu berat.

Cobalah untuk minum jus delima putih sebagai ramuan atau obat penambah darah alami.

Caranya, pisahkan dan peras 150 gram daging buah delima putih dengan menggunakan kain kasa. Tambahkan 2 sendok makan air jeruk nipis, segelas air dingin, dan 1 sdm madu. Minumlah obat penambah darah alami ini setiap seminggu sekali.

3. Jus Selada Air dan Lobak

Ramuan atau racikan atau obat penambah darah alami selanjutnya adalah jus selada air dan lobak. Kedua sayuran ini kaya akan zat besi dan vitamin D.

Untuk mempersiapkan jus sayuran ini, siapkan 5 ikat selada air dan 3 buah lobak. Cuci hingga bersih dan potong-potong. Masukkan semua bahan ke blender dengan satu gelas air.

Agar lebih segar, tambahkan perasan lemon dan madu ke dalam campuran sayuran di atas. Sajikan dingin.

4. Teh Jelatang

Teh jelatang atau dikenal sebagai urtica dioica ini kerap kali dikenal sebagai tanaman gulma di pekarangan. Namun, siapa sangka jika jelatang bisa menjadi jamu atau obat penambah darah alami?

Daun tanaman jelatang bercabang dan tampak seperti daun mint. Ketika disentuh, daun ini seringkali memberi sensasi gatal dan terbakar pada kulit.

Meski demikian daun ini memiliki berbagai macam khasiat, mulai dari membantu mengatasi radang sendi, membantu mengatasi tekanan darah tinggi, hingga membantu menjadi obat penambah darah alami.

Kini, daun jelatang sudah bisa Moms dapatkan dalam bentuk teh herbal dan dapat diperoleh di beberapa apotek atau toko obat yang menjual ramuan obat Tiongkok.

Baca juga: Minum Jamu saat Hamil, Bolehkah Dilakukan? Ini Kata Ahli!

5. Jamu Bebas Anemia

Dikutip dari buku Resep Sehat dan Ayu dengan Ramuan Tradisional Jawa, Moms dapat mencoba ramuan jamu bebas anemia sebagai obat penambah darah alami.

Bahan:

1 jari rimpang kencur
1 jari rimpang kunyit
7 helai bayam merah

1 kuning telur ayam kampung, ambil kuningnya saja.

Cara membuat:

  1. Kupas kencur dan kunyit. Cuci bersih kedua bahan tersebut bersama dengan bayam merah. Tumbuklah sampai halus, campurkan dengan segelas air matang hangat.
  2. Peras dengan kain halus dan bersih.
  3. Saat akan diminum beri 1 kuning telur dan sedikit madu. Minumlah obat penambah darah alami ini dua hari sekali setiap sore hari.

Itulah beberapa hal yang harus Moms ketahui tentang anemia, makanan yang perlu dikonsumsi untuk mencegah anemia, hingga obat penambah darah alami agar terhindar dari anemia. Coba, yuk Moms!

  • https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-basics
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/symptoms-causes/syc-20351360
  • https://peraturan.bkpm.go.id/jdih/userfiles/batang/PMK%20No.%2075%20ttg%20Angka%20Kecukupan%20Gizi%20Bangsa%20Indonesia.pdf
  • https://pedsinreview.aappublications.org/content/38/10/449
  • https://www.alcohol.org/effects/anemia/
  • https://www.pandiahealth.com/resources/anemia-birth-control/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait