Scroll untuk melanjutkan membaca

PERNIKAHAN & SEKS
09 Desember 2022

7 Penyebab Vagina Kering, Bisa Karena Faktor Psikologis, Lho! Pahami Juga Cara Mengatasinya di Sini!

Vagina kering dapat membuat hubungan seks terasa tidak nyaman bahkan menyakitkan
7 Penyebab Vagina Kering, Bisa Karena Faktor Psikologis, Lho! Pahami Juga Cara Mengatasinya di Sini!

Waktu intim bersama Dads sudah ditunggu-tunggu, tapi hubungan menjadi terasa sangat tidak nyaman karena vagina kering.

Pasti Moms juga bertanya-tanya dan bingung, bukan?

Sebetulnya, vagina yang normal sewaktu-waktu dapat menjadi lebih kering akibat hormon wanita yang mudah berubah seiring siklus menstruasi.

Keringnya vagina inipun biasanya bersifat sementara dan tidak berlangsung lama tergantung kondisi kesehatan.

Coba cari tahu kemungkinan penyebabnya, yuk!

Baca Juga: 8 Resep Perkedel Jagung yang Renyah dan Enak, Bisa Divariasikan dengan Campuran Bahan Lainnya!

Penyebab Vagina Kering

Ilustrasi Vagina

Foto: Ilustrasi Vagina (Freepik.com/nadiiaaks)

Vagina kering dapat memengaruhi kepuasan hubungan intim dengan Dads, sehingga Moms harus terus mengandalkan produk pelumas.

Inilah beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab pelumas alami vagina tidak kunjung keluar saat berhubungan.

1. Sedang dalam Pengobatan

Jika Moms sedang dalam pengobatan kondisi kesehatan tertentu, ini dapat menjadi alasan kenapa vagina kering saat berhubungan.

Beberapa jenis pengobatan secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kinerja tubuh dan mengakibatkan kurangnya lubrikasi alami pada vagina.

Contoh-contoh obat yang dapat memengaruhi lubrikasi vagina adalah obat yang mengandung antihistamine (misalnya obat pilek dan obat alergi), obat asma, antidepresan, anti-estrogen, dan beberapa obat lainnya.

Obat-obatan ini bekerja dengan mengendalikan sistem saraf atau kelenjar produk lendir, sehingga mengakibatkan efek samping produksi lubrikasi vagina tidak seperti biasanya.

Umumnya, ketika konsumsi obat-obatan ini dihentikan, lubrikasi juga akan kembali normal.

Jika Moms merasa efek samping ini cukup mengganggu, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah ada pilihan obat lain tanpa memberikan efek samping ini.

2. Membersihkan Vagina dengan Sabun

Jika Moms punya kebiasaan membasuh vagina dengan produk kebersihan, mungkin ini adalah salah satu sebab kenapa vagina kering saat berhubungan.

Alasannya, produk-produk kebersihan seperti sabun atau pelumas dengan aroma tertentu dapat mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu keseimbangan kelembapan vagina.

Organ intim wanita adalah salah satu organ yang memiliki kemampuan membersihkan diri sendiri selain mata dan telinga.

Membersihkan vagina dengan sabun dapat mengubah tingkat keasaman dan malah membuang bakteri-bakteri baik yang ikut berperan menjaga kebersihan alami vagina.

Namun, bukan berarti Moms tidak perlu membersihkan vagina ketika mandi.

Hanya saja, cobalah untuk menggunakan produk yang bebas parfum, pewarna, dan deterjen yang berlebihan.

Pilih juga sabun khusus yang tingkat keasaman pH-nya netral.

Baca Juga: Sinopsis Connect, Drama Korea soal Pemburu Organ Manusia yang Dibintangi Jung Hae In dan Go Kyung Pyo!

3. Kurangnya Rangsangan

Ilustrasi Pasangan Berhubungan

Foto: Ilustrasi Pasangan Berhubungan (Freepik.com/jcomp)

Kurangnya rangsangan dan foreplay juga mungkin adalah alasan kenapa vagina kering saat berhubungan.

Faktanya, dalam penelitian di the Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa kurangnya foreplay adalah alasan tertinggi dari vagina kering saat bercinta.

Tentu saja Moms dan Dads harus bekerja sama agar mencapai ekspektasi dan kepuasan seksual untuk kedua pihak.

Hubungan seks juga harus melibatkan komunikasi yang baik dengan pasangan agar dapat saling mengerti pentingnya foreplay untuk Moms.

Jika Moms juga tidak juga merasa “turn on” walaupun sudah dilakukan foreplay cukup lama, Moms dan Dads mungkin harus menemukan titik-titik rangsangan yang cocok untuk Moms.

Kemungkinan penyebab lainnya adalah rendahnya libido Moms yang dapat dipengaruhi berbagai faktor.

4. Level Hormon Estrogen Rendah

Kurangnya cairan pelumas alami di dinding vagina juga dapat dipengaruhi oleh level hormon estrogen tubuh Moms.

Jika level hormon estrogen ini turun, maka ini dapat menjadi salah satu alasan kenapa vagina kering saat bercinta.

Banyak faktor yang dapat memengaruhi naik turunnya estrogen, antara lain saat fase perimenopause, menjelang akhir menstruasi, setelah menopause, melahirkan, menyusui, kemoterapi, dan kebiasaan merokok.

Jika Moms merasa perlu menaikkan level hormon, cobalah berkonsultasi dengan ahlinya.

Umumnya dokter akan memberikan beberapa saran seperti terapi hormon, atau krim dan suplemen hormon.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Nyantrik, Prosesi Pernikahan Adat Jawa yang Dilakukan Kaesang dan Erina Gudono

5. Faktor Emosional dan Psikologis

Jika Moms masih bingung kenapa vagina kering saat berhubungan padahal Moms masih dalam usia dan fase subur, mungkin Moms dalam keadaan stres.

Ketika stres, tubuh manusia secara alami akan memproduksi hormon kortisol.

Jika level hormon ini terlalu banyak, maka dapat memengaruhi respon rangsangan seksual.

Setiap orang dapat mengelola stres dengan cara yang berbeda-beda.

Moms dapat mencoba beberapa cara yang terbukti efektif, misalnya meditasi, curhat, melakukan hobi, olahraga, dan lain sebagainya untuk menurunkan tingkat stres.

6. Gaya Hidup

Merokok

Foto: Merokok (Freepik.com/nensuria)

Moms juga perlu mengevaluasi kembali kebiasaan dan gaya hidup Moms sehari-hari.

Karena kebiasaan tidak sehat seperti konsumsi alkohol dan merokok adalah salah satu alasan kenapa vagina kering saat berhubungan.

Alkohol memiliki efek dehidrasi ke seluruh tubuh, termasuk vagina.

Dengan kurangnya kadar air dalam tubuh, alkohol membuat cadangan cairan lubrikasi juga semakin sedikit.

Selain itu, alkohol adalah depresan sistem saraf pusat, menyebabkan ujung saraf Moms tidak sesensitif biasanya.

Akibatnya, hubungan antara pikiran dan tubuh dapat menjadi tidak efektif dalam memberikan sinyal stimulasi untuk mengeluarkan lubrikasi seperti biasanya.

Selain alkohol, merokok juga dapat memengaruhi keringnya vagina saat berhubungan seks.

Alasannya, rokok dapat mengganggu aliran darah ke jaringan tubuh, termasuk ke area vagina. Hal ini berdampak negatif untuk stimulasi seksual, rangsangan, dan lubrikasi.

Baca Juga: Mengenal Keluarga Erina Gudono, Calon Istri Kaesang Pangarep yang Berasal dari Keluarga Terpandang!

7. Alergi Produk

Saat ini di pasaran beredar banyak produk yang bertujuan untuk menghilangkan bau tidak sedap.

Padahal, penggunaan produk-produk ini dapat menjadi salah satu alasan kenapa vagina kering saat berhubungan.

Walaupun tercium harum, namun produk-produk dengan parfum buatan ini sebaiknya tidak digunakan dekat area vagina.

Alasannya, mungkin saja salah satu kandungannya menyebabkan alergi dan memicu iritasi di area yang sangat sensitif ini.

Salah satu dampaknya adalah kekeringan akibat kurangnya lubrikasi.

Contoh-contoh produk yang dapat memicu alergi, misalnya deterjen atau pewangi pakaian yang digunakan untuk mencuci pakaian dalam, losion, tisu toilet, pantyliner dengan parfum, hingga sabun.

Jika Moms menyadari vagina kering setelah menggunakan sebuah produk baru, bisa jadi produk tersebut penyebab kenapa Miss V kering saat berhubungan.

Baca Juga: Profil Felicia Tissue, Mantan Kaesang yang Viral karena Jadi Korban Ghosting dan Gagal Nikah

Gejala Vagina Kering

Ilustrasi Nyeri Vagina

Foto: Ilustrasi Nyeri Vagina (Freepik.com/feepikcontributorthailand)

Vagina yang terasa kering akan menyebabkan rasa ketidaknyamanan dan nyeri pada vagina, terutama saat melakukan berhubungan seks bersama pasangan.

Selain rasa ketidaknyamanan, beberapa gejala lainnya yang dapat dialami, yakni:

  • Rasa terbakar dan gatal.
  • Pendarahan setelah berhubungan seks.
  • Nyeri di vulva (area kulit di sekitar vagina dan uretra).
  • Infeksi saluran kemih berulang (ISK) atau infeksi jamur.
  • Intensitas buang air kecil meningkat.
  • Menurunkan gairah seksual.

Melansir dari Journal of Climacteric, menunjukkan bahwa 37% wanita dengan gejala ketidaknyamanan di vagina tidak berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, dan sebanyak 40% menunggu hingga 1 tahun sebelum berkonsultasi.

Moms perlu khawatir jika keringnya vagina terjadi lebih dari seminggu, vagina terasa gatal atau bengkak, muncul rasa sakit ketika berhubungan, atau keluar darah setelah berhubungan.

Jika gejala-gejala ini muncul, sebaiknya Moms segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: 7 Cara Mengobati Vulvodynia, Pahami Juga Jenis, Penyebab, serta Gejala Nyeri di Vagina Ini

Diagnosis Vagina Kering

Diagnosis Dokter

Foto: Diagnosis Dokter (Orami Photo Stocks)

Untuk mendiagnosis vagina kering pada wanita, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan.

Dokter juga akan menanyakan terkait gejala-gejala yang dialami dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Ini bertujuan untuk menemukan penyebab dari vagina kering yang dialami.

Bila dirasa belum cukup untuk memastikan diagnosis yang tepat, maka diperlukan pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Pemeriksaan panggul untuk melihat bagian dalam vagina.
  • Tes darah untuk menentukan apakah vagina kering disebabkan karena kadar hormon atau kondisi kesehatan lainnya.

Selain itu, dokter juga biasanya akan melakukan pengujian pada cairan keputihan untuk memastikan bahwa gejala vagina kering yang dialami bisa jadi karena adanya infeksi.

Baca Juga: Kandidiasis, Jamur Vagina yang Pengaruhi Kesuburan?

Cara Mengatasi Vagina Kering

Ilustrasi Vagina Wanita

Foto: Ilustrasi Vagina Wanita (healthline.com)

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi vagina kering pada wanita.

Berikut beberapa contohnya.

1. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Beberapa contoh obat-obatan yang biasa diberikan untuk penderita kondisi vagina yang kering, antara lain:

  • Ospemifene. Obat ini biasanya dikonsumsi untuk mengatasi dispareunia (nyeri berhubungan seks), dan berbagai kondisi lainnya.
  • Dehydroepiandrosterone (DHEA). Obat ini bertindak sebagai hormon estrogen yang membantu meringankan nyeri berhubungan seks pada wanita menopause.

Pastikan sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut, Moms telah berkonsultasi dengan doker ahli.

Sebab, obat-obatan tersebut mengandung estrogen atau zat yang mirip estrogen.

Di mana kandungan estrogen berisiko tidak aman untuk sebagian orang yang pernah menderita kanker payudara atau yang berisiko tinggi terkena kanker payudara.

2. Menggunakan Pelumas atau Pelembap pada Vagina

Penggunaan pelumas sebelum berhubungan seks atau pelembap pada vagina dapat membantu mengurangi rasa sakit pada saat berhubungan seks dan mengurangi kekeringan.

Namun, perlu diperhatikan, bahwa pelembap pada vagina tidak bisa disamakan dengan jenis pelembap lainnya, seperti pelembap wajah atau tubuh.

3. Perhatikan Bahan Pakaian Dalam

Pakaian Dalam

Foto: Pakaian Dalam (Freepik.com/freepik)

Pakaian dalam yang terbuat dari bahan sintetis bisa menyebabkan iritasi vagina dan mungkin membatasi pergerakan udara.

Pilihlah celana dalam yang berbahan katun karena dapat meningkatkan aliran udara yang baik dan memungkinkan vagina untuk "bernapas" sehingga mengurangi risiko terjadinya vagina kering.

4. Menggunakan Minyak Esensial

Untuk mengatasi vagina kering secara alami, Moms bisa menggunakan beberapa jenis minyak esensial.

Melansir dari Cleveland Clinic, minyak alami seperti minyak biji anggur, zaitun, sayuran, bunga matahari, dan minyak kelapa dapat menjadi perawatan rumahan yang aman untuk mengatasi kekeringan pada vagina.

Pastikan penggunaan minyak alami diaplikasikan sebagai pelumas eksternal sebelum hubungan seksual.

Namun, pelumas berbahan dasar minyak berisiko dapat merusak kondom.

Jadi jika Moms sedang berada dalam masa subur, bisa menggunakan alternatif lain, seperti pelumas berbahan dasar air.

5. Hindari Penggunaan Produk Pembersih Vagina

Banyak produk pembersih vagina mengandung pewangi dan pewarna yang dapat mengiritasi atau mengeringkan jaringan vagina.

Padahal, vagina mengandung bakteri baik yang seimbang dan dapat membersihkan diri sendiri.

Dengan demikian, tidak perlu douching atau penggunaan sabun wangi di sekitar area sensitif vagina.

Cara Mengatasi Vagina Kering dengan Konsumsi Makanan dan Minuman Berikut Ini

Wanita Makan Salad Buah

Foto: Wanita Makan Salad Buah (Freepik.com/freepik)

Mengatasi vagina kering juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi sejumlah makanan dan minuman.

Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang bisa Moms coba.

6. Konsumsi Kedelai

Produk kedelai seperti tempe, tahu, dan edamame mengandung banyak isoflavon yang diketahui fungsinya menyerupai dengan estrogen.

Fungsi estrogen sendiri adalah menjaga kelembapan vagina agar tidak kering.

Ketika Moms mengonsumsi produk kedelai, tubuh akan memecahnya menjadi fitoestrogen, yang bisa memicu terbentuknya estrogen.

Hal ini menjadi produk kedelai dapat menjadi salah satu cara mengatasi vagina kering pada wanita.

Selain itu, kandungan ini juga bisa membantu Moms menjaga kesehatan kulit agar tetap sehat dan pembuluh darah pasca menopause.

7. Mengonsumsi Sayuran Berdaun Hijau

Belanja Sayuran

Foto: Belanja Sayuran (Freepik.com/pressfoto)

Siapa sih yang tidak tahu kalau sayuran hijau memang punya banyak manfaat bagi tubuh ketika kita mengonsumsinya secara teratur?

Selain bisa menyehatkan, sayuran hijau juga nyatanya bisa membantu mengurangi vagina kering.

Diperkaya dengan nutrisi yang bisa meningkatkan sirkulasi darah sehingga mencegah kekeringan pada vagina.

Sayuran ini juga kaya akan vitamin E, magnesium, dan kalsium, yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan otot tubuh, termasuk otot vagina.

8. Menambahkan Biji Rami dalam Menu Makanan

Kaya akan kandungan fitoestrogen dan asam lemak omega 3, biji rami alias flaxseed juga dapat memerangi masalah terkait dengan vagina kering.

Kandungan fitoestrogen yang terdapat di dalam biji rami, dapat meningkatkan kadar estrogen.

Hal ini tentu saja bisa mencegah terjadinya vagina kering dan berbagai gejala menopause.

Biji rami bisa sangat praktis untuk Moms implementasikan ke dalam diet Moms.

Taburkan sekitar 1 sendok makan biji rami ke dalam sereal, yoghurt, salad, ataupun jus kesukaan Moms.

Hal yang perlu diingat, jangan lupa juga tetap minum air yang cukup agar pencernaan lancar, ya.

9. Konsumsi Ikan Segar

Sama halnya dengan biji rami, ikan juga mengandung omega 3.

Asam lemak esensial ini memainkan peran penting dalam menjaga pelumas atau lendir vagina dan mencegah vagina kering.

Dilansir dari Maturitas, disebutkan bahwa asam lemak omega 3 ini bisa membantu Moms mengurangi kekeringan vagina pasca menopause.

Dalam penyajian ikan, bisa Moms olah dengan berbagai resep yang bisa dipilih sesuai selera. '

Olahan ikan salmon, sarden atau makarel bisa menjadi pilihan yang bagus untuk Moms.

Agar hasil yang didapatkan maksimal, cobalah mengonsumsinya secara teratur selama 3 kali seminggu, ya.

Sebab, sangat penting bagi Moms untuk selalu memastikan vagina cukup terlumasi selama hubungan seks agar tidak terjadi trauma dan mencegah infeksi pada lapisan vagina.

10. Minum Air Putih yang Cukup

Minum Air

Foto: Minum Air (Orami Photo Stock)

Cara mengatasi vagina kering dapat dimulai dengan kebiasaan minum air putih, lho.

Menjaga tubuh agar tidak dehidrasi adalah cara yang tepat menjaga kesehatan seluruh tubuh secara bersamaan.

Melansir dari Mayo Clinic, sangat disarankan untuk minum 10-12 gelas air setiap hari untuk mengatur fungsi tubuh.

Air sangat berperan penting untuk mencuci racun berbahaya dalam tubuh.

Air putih juga bisa meningkatkan pelumasan wanita dan menjaga kelembapan daerah vagina.

Untuk itu, membiasakan diri minum air putih adalah hal yang patut dicoba dan sebisa mungkin meminimalisir minuman berwarna seperti teh atau kopi.

Demikian informasi mengenai kondisi vagina kering yang kerap kali mengganggu kenyamanan sebagian wanita.

Pastikan selalu menjaga area intim dengan benar agar terhindar dari kondisi tersebut ya, Moms!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4819835/
  • https://www.jsm.jsexmed.org/article/S1743-6095(15)32654-0/fulltext
  • https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/21027-vaginal-dryness
  • https://www.maturitas.org/
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/water/art-20044256