Pernikahan & Seks

17 September 2021

Kenapa Vagina Kering saat Berhubungan Seks? Ini 7 Penyebabnya!

Miss V yang kering saat berhubungan dapat mengganggu sesi intim bersama Dads, kok bisa ya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Karla Farhana

Waktu intim bersama Dads sudah ditunggu-tunggu, tapi hubungan menjadi terasa sangat tidak nyaman karena vagina kering.

Pasti Moms juga bertanya-tanya dan bingung, bukan?

Sebetulnya, vagina yang normal sewaktu-waktu dapat menjadi lebih kering akibat hormon wanita yang mudah berubah seiring siklus menstruasi.

Keringnya vagina inipun biasanya bersifat sementara dan tidak berlangsung lama tergantung kondisi kesehatan.

Coba cari tahu kemungkinan penyebabnya, yuk!

Kenapa Vagina Kering saat Berhubungan?

Vagina kering dapat memengaruhi kepuasan hubungan intim dengan Dads, sehingga Moms harus terus mengandalkan produk pelumas.

Inilah beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab pelumas alami vagina tidak kunjung keluar saat berhubungan.

Baca Juga: Vagina Kering, Apa Bahaya dan Gejalanya?

1. Sedang dalam Pengobatan

Obat-obatan tertentu dapat membuat vagina kering

Foto: Freepik.com

Jika Moms sedang dalam pengobatan kondisi kesehatan tertentu, ini dapat menjadi alasan kenapa vagina kering saat berhubungan.

Beberapa jenis pengobatan secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kinerja tubuh dan mengakibatkan kurangnya lubrikasi alami pada vagina.

Contoh-contoh obat yang dapat memengaruhi lubrikasi vagina adalah obat yang mengandung antihistamine (misalnya obat pilek dan obat alergi), obat asma, antidepresan, anti-estrogen, dan beberapa obat lainnya.

Obat-obatan ini bekerja dengan mengendalikan sistem saraf atau kelenjar produk lendir, sehingga mengakibatkan efek samping produksi lubrikasi vagina tidak seperti biasanya.

Umumnya, ketika konsumsi obat-obatan ini dihentikan, lubrikasi juga akan kembali normal.

Jika Moms merasa efek samping ini cukup mengganggu, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah ada pilihan obat lain tanpa memberikan efek samping ini.

2. Membersihkan Vagina dengan Sabun

Jika Moms punya kebiasaan membasuh vagina dengan produk kebersihan, mungkin ini adalah salah satu sebab kenapa vagina kering saat berhubungan.

Alasannya, produk-produk kebersihan seperti sabun atau pelumas dengan aroma tertentu dapat mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu keseimbangan kelembapan vagina.

Organ intim wanita adalah salah satu organ yang memiliki kemampuan membersihkan diri sendiri selain mata dan telinga.

Membersihkan vagina dengan sabun dapat mengubah tingkat keasaman dan malah membuang bakteri-bakteri baik yang ikut berperan menjaga kebersihan alami vagina.

Namun, bukan berarti Moms tidak perlu membersihkan vagina ketika mandi.

Hanya saja, cobalah untuk menggunakan produk yang bebas parfum, pewarna, dan deterjen yang berlebihan.

Pilih juga sabun khusus yang tingkat keasaman pH-nya netral.

Baca Juga: Berbahayakah Vagina yang Terlalu Berkeringat? Ini Penyebab dan Pencegahannya

3. Kurangnya Rangsangan

kenapa miss v kering saat berhubungan

Foto: Freepik.com

Kurangnya rangsangan dan foreplay juga mungkin adalah alasan kenapa vagina kering saat berhubungan.

Faktanya, the Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa kurangnya foreplay adalah alasan tertinggi dari vagina kering saat bercinta.

Tentu saja Moms dan Dads harus bekerja sama agar mencapai ekspektasi dan kepuasan seksual untuk kedua pihak.

Hubungan seks juga harus melibatkan komunikasi yang baik dengan pasangan agar dapat saling mengerti pentingnya foreplay untuk Moms.

Jika Moms juga tidak juga merasa “turn on” walaupun sudah dilakukan foreplay cukup lama, Moms dan Dads mungkin harus menemukan titik-titik rangsangan yang cocok untuk Moms.

Kemungkinan penyebab lainnya adalah rendahnya libido Moms yang dapat dipengaruhi berbagai faktor.

4. Level Hormon Estrogen

Kurangnya cairan pelumas alami di dinding vagina juga dapat dipengaruhi oleh level hormon estrogen tubuh Moms.

Jika level hormon estrogen ini turun, maka ini dapat menjadi salah satu alasan kenapa vagina kering saat bercinta.

Banyak faktor yang dapat memengaruhi naik turunnya estrogen, antara lain saat fase perimenopause, menjelang akhir menstruasi, setelah menopause, melahirkan, menyusui, kemoterapi, dan kebiasaan merokok.

Jika Moms merasa perlu menaikkan level hormon, cobalah berkonsultasi dengan ahlinya.

Umumnya dokter akan memberikan beberapa saran seperti terapi hormon, atau krim dan suplemen hormon.

Baca Juga: 6 Hal Yang Perlu Diketahui tentang Seks Menjelang Menopause

5. Faktor Emosional dan Psikologis

kenapa miss v kering saat berhubungan

Foto: Freepik.com

Jika Moms masih bingung kenapa vagina kering saat berhubungan padahal Moms masih dalam usia dan fase subur, mungkin Moms dalam keadaan stres.

Ketika stres, tubuh manusia secara alami akan memproduksi hormon kortisol.

Jika level hormon ini terlalu banyak, maka dapat memengaruhi respon rangsangan seksual.

Setiap orang dapat mengelola stres dengan cara yang berbeda-beda.

Moms dapat mencoba beberapa cara yang terbukti efektif, misalnya meditasi, curhat, melakukan hobi, olahraga, dan lain sebagainya untuk menurunkan tingkat stres.

6. Gaya Hidup

Moms juga perlu mengevaluasi kembali kebiasaan dan gaya hidup Moms sehari-hari.

Karena kebiasaan tidak sehat seperti konsumsi alkohol dan merokok adalah salah satu alasan kenapa vagina kering saat berhubungan.

Alkohol memiliki efek dehidrasi ke seluruh tubuh, termasuk vagina.

Dengan kurangnya kadar air dalam tubuh, alkohol membuat cadangan cairan lubrikasi juga semakin sedikit.

Selain itu, alkohol adalah depresan sistem saraf pusat, menyebabkan ujung saraf Moms tidak sesensitif biasanya.

Akibatnya, hubungan antara pikiran dan tubuh dapat menjadi tidak efektif dalam memberikan sinyal stimulasi untuk mengeluarkan lubrikasi seperti biasanya.

Selain alkohol, merokok juga dapat memengaruhi keringnya vagina saat berhubungan seks.

Alasannya, rokok dapat mengganggu aliran darah ke jaringan tubuh, termasuk ke area vagina. Hal ini berdampak negatif untuk stimulasi seksual, rangsangan, dan lubrikasi.

Baca Juga: 4 Tanda Perimenopause yang Perlu Diketahui

7. Alergi Produk

Produk tertentu mungkin membuat vagina alergi dan kering

Foto: Freepik.com

Saat ini di pasaran beredar banyak produk yang bertujuan untuk menghilangkan bau tidak sedap.

Padahal, penggunaan produk-produk ini dapat menjadi salah satu alasan kenapa vagina kering saat berhubungan.

Walaupun tercium harum, namun produk-produk dengan parfum buatan ini sebaiknya tidak digunakan dekat area vagina.

Alasannya, mungkin saja salah satu kandungannya menyebabkan alergi dan memicu iritasi di area yang sangat sensitif ini.

Salah satu dampaknya adalah kekeringan akibat kurangnya lubrikasi.

Contoh-contoh produk yang dapat memicu alergi, misalnya deterjen atau pewangi pakaian yang digunakan untuk mencuci pakaian dalam, losion, tisu toilet, pantyliner dengan parfum, hingga sabun.

Jika Moms menyadari vagina kering setelah menggunakan sebuah produk baru, bisa jadi produk tersebut penyebab kenapa Miss V kering saat berhubungan.

Baca Juga: 6 Bahan Alami untuk Mengatasi Vagina Kering

Dalam hasil survey Vaginal Health, 37% wanita dengan gejala ketidaknyamanan di vagina tidak berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, dan sebanyak 40% menunggu hingga 1 tahun sebelum berkonsultasi.

Moms perlu khawatir jika keringnya vagina terjadi lebih dari seminggu, vagina terasa gatal atau bengkak, muncul rasa sakit ketika berhubungan, atau keluar darah setelah berhubungan.

Jika gejala-gejala ini muncul, sebaiknya Moms segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait