Scroll untuk melanjutkan membaca

GIZI
20 Oktober 2022

10 Daftar Minuman dan Makanan untuk Pengapuran Tulang, Catat!

Waspadai makanan yang perlu dihindari juga ya
10 Daftar Minuman dan Makanan untuk Pengapuran Tulang, Catat!

Moms pernah mendengar tentang daftar makanan untuk pengapuran tulang?

Telah dikenal lama, makanan ini dapat membantu menghilangkan rasa sakit, kekakuan, atau pembengkakan.

Pengapuran tulang merupakan radang sendi yang paling umum terjadi.

Gangguan tulang ini akan berkembang ketika tulang rawan di persendian rusak seiring usia.

Beberapa ahli menyebut, kondisi ini dapat dikendalikan dengan mengonsumsi makanan untuk pengapuran tulang.

Tapi, sebelum itu, Moms perlu tahu terlebih dahulu seperti apa gejala dan penyebab jenis radang sendi ini.

Yuk, cek selengkapnya, Moms!

Baca juga: Pengapuran Plasenta Saat Hamil Bisa Terjadi, Ketahui Faktor Risiko, Gejala, dan Pencegahannya

Gejala dan Penyebab Pengapuran Tulang

Tulang Kering

Foto: Tulang Kering (Orami Photo Stock)

Gangguan metabolisme kalsium dapat menyebabkan pengapuran tulang.

Namun, genetik dan usia turut mempengaruhi sistem kerangka dan jaringan ikat pada tubuh.

Gejala osteoartritis umumnya berkembang secara perlahan dan memburuk seiring waktu.

Beberapa gejala yang mungkin ditimbulkan saat Moms mengalami pengapuran tulang, antara lain:

1. Nyeri Sendi dan Kekakuan

Sendi yang terkena mungkin akan terasa sakit atau nyeri saat bergerak.

Selain itu, setelah bangun tidur atau beraktivitas, penderita pengapuran juga berisiko tinggi mengalami kekakuan sendi.

Faktanya, nyeri sendi dan kekakuan adalah gejala yang paling mudah dikenali pada penderita kondisi ini.

2. Pembengkakan

Penderita juga mungkin akan mengalami pembengkakan di sekitar sendi yang mengalami pengapuran.

Kondisi ini mungkin disebabkan oleh peradangan jaringan lunak di sekitar sendi.

Bengkak yang berlarut-larut dapat menandakan adanya infeksi di sekitar tulang yang sakit.

3. Hilangnya Fleksibilitas

Tulang Pinggul Geser

Foto: Tulang Pinggul Geser (Orami Photo Stocks)

Gejala lain dari pengapuran tulang, yaitu tubuh mulai sulit dikendalikan.

Moms juga mungkin tidak dapat menggerakkan sendi dengan leluasa.

Kondisi ini pun bisa menyebabkan Moms kesulitan beraktivitas, seperti mengangkat beban berat.

Baca Juga: 25 Makanan untuk Penderita Radang Usus Buntu dan Radang Usus Besar

4. Sensasi Sendi Berbunyi

Moms mungkin merasakan sensasi tidak biasa saat menggunakan sendi saat beraktivitas.

Pada sebagian orang, sendi yang sakit juga mungkin akan berbunyi seperti letupan atau derak.

Bunyi akan terdengar semakin jelas ketika beraktivitas berat dan membutuhkan banyak energi.

5. Terbentuk Taji Tulang

Tahukah Moms akan taji tulang?

Taji tulang adalah adanya tulang yang menonjol di sekitar anggota tubuh.

Potongan tulang ekstra ini terasa seperti benjolan keras dan dapat terbentuk di sekitar sendi yang meradang.

Kebanyakan kasus taji tulang kerap dirasakan orang dewasa dan lansia.

Baca Juga: Tulang Pipi Menonjol, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Minuman dan Makanan untuk Pengapuran Tulang

Nyeri Tulang Belikat

Foto: Nyeri Tulang Belikat (Medicalnewstoday.com)

Oxford Journals of Rheumatology menjelaskan, terdapat sejumlah asupan yang dapat meringankan gejala pengapuran tulang.

Hal ini dibenarkan oleh Arthritis Foundation, yang menyebutkan bahwa beberapa makanan dapat meringankan gejala peradangan.

Lantas, apa saja daftar makanan atau minuman yang dimaksud?

Simak daftar lengkapnya berikut ini, Moms!

1. Ikan Laut

Ikan laut mengandung banyak asam lemak omega-3 yang menyehatkan.

Lemak tak jenuh ganda ini memiliki sifat antiradang, sehingga dapat bermanfaat bagi penderita pengapuran tulang.

Moms yang memiliki gangguan pengapuran tulang harus makan setidaknya satu porsi ikan laut per minggu.

Jenis ikan laut yang dapat Moms konsumsi, misalnya ikan sarden, ikan kembung, ikan salmon, dan tuna.

Tetap ingat untuk membatasi porsi dan tidak mengonsumsinya berlebihan, ya, Moms!

2. Suplemen Omega-3

Suplemen

Foto: Suplemen (Orami Photo Stocks)

Jika tidak dapat mengonsumsi ikan, Moms dapat menggantinya dengan suplemen yang kaya akan omega-3.

Ada beragam suplemen yang beredar bebas di pasaran, seperti minyak ikan, minyak krill, atau minyak biji rami.

Selain itu, Moms juga dapat mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3 lain, seperti biji chia dan almond.

Makanan tersebut dipercaya dapat membantu mengurangi peradangan.

Baca Juga: 10 Resep Kwetiau Goreng dan Rebus, Bumbunya Pekat dan Rasanya Sedap Banget

3. Minyak Zaitun

Selain ikan laut, minyak zaitun murni atau extra virgin olive oil juga juga disebut sebagai makanan untuk pengapuran tulang.

Minyak zaitun mengandung oleocanthal tingkat tinggi yang menyehatkan.

Manfaat kandungan tersebut diduga menyerupai obat antiradang nonsteroid (NSAID).

4. Susu Tinggi Protein

Susu Tinggi Protein

Foto: Susu Tinggi Protein (Dairyfarmersofcanada.ca)

Apakah Moms pernah mendengar kabar bahwa penderita pengapuran tulang tidak boleh konsumsi susu?

Kabar ini hanya mitos yang tidak perlu dipercaya, ya, Moms!

The Journal of Rheumatology menjelaskan, susu dan produk olahannya memiliki efek antiradang.

Karenanya, asupan tersebut dapat mengurangi peradangan akibat pengapuran tulang.

Namun, agar manfaatnya optimal, Moms mesti memilih jenis susu tinggi protein.

Salah satu produk yang bisa Moms andalkan dalam hal ini adalah Entrasol Platinum.

Entrasol Platinum adalah susu tinggi protein, yang diperkaya ekstrak buah zaitun.

Produk ini bisa membantu mengendalikan bahkan mengurangi keparahan gejala pengapuran tulang, lho!

Entrasol Platinum juga diperkaya serat, serta rendah laktosa dan gula.

Hal tersebut membuatnya dapat memberikan manfaat kesehatan lain tubuh.

Supaya manfaat Entrasol Platinum bisa dirasakan dengan optimal, pastikan untuk mematuhi anjuran saat mengonsumsinya, ya!

Tak ada salahnya juga jika Moms ingin berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi susu ini.

Yuk, jaga kesehatan tulang dengan minum susu Entrasol Platinum!

5. Yoghurt dan Keju

Selain susu tinggi protein, minuman dan makanan untuk pengapuran tulang lainnya adalah yoghurt dan keju.

Yoghurt dan keju kaya akan kalsium dan vitamin D.

Nutrisi ini meningkatkan kekuatan tulang yang dapat memperbaiki gejala nyeri.

Olahan susu ini juga mengandung protein tinggi yang dapat membantu membangun otot.

Moms yang sedang menjalani program diet penurunan berat badan dapat memilih produk olahan susu yang rendah lemak.

Sama halnya juga dengan Moms yang mengalami asam urat, mungkin disarankan untuk konsumsi susu rendah lemak

Baca Juga: 15 Promo Susu Anak yang Berkualitas, Diskon hingga 39%!

6. Sayuran Hijau

Sayuran Hijau

Foto: Sayuran Hijau (Orami Photo Stocks)

Sayuran hijau, seperti bayam, kubis, brokoli, dan sawi kaya akan vitamin D.

Jenis sayuran ini pun mengandung fitokimia serta antioksidan, yang mampu melawan stres oksidatif.

Vitamin D sangat penting untuk penyerapan kalsium.

Jenis vitamin ini juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi.

Tidak berhenti di situ, brokoli juga mengandung senyawa yang disebut sulforaphane.

Menurut para peneliti, senyawa ini dapat memperlambat perkembangan pengapuran tulang.

7. Teh Hijau

Polifenol adalah antioksidan yang diyakini para ahli dapat mengurangi peradangan.

Senyawa ini pun diyakini bisa memperlambat laju kerusakan tulang rawan, lho!

Teh hijau mengandung polifenol tingkat tinggi, sehingga disebut sebagai makanan untuk pengapuran tulang yang sangat ampuh.

Selain itu, teh hijau juga terkenal dengan kemampuannya untuk meredakan gangguan tidur.

Baca Juga: Minuman Olatte, Minuman Asal Korea dengan Cita Rasa Buah yang Segar!

8. Bawang Putih

Bawang Putih

Foto: Bawang Putih (Stylesatlife.com/articles/garlic-benefits)

Para ilmuwan percaya bahwa senyawa yang disebut dialil disulfida dalam bawang putih bisa membawa banyak manfaat sehat.

Salah satu manfaat tersebut, yaitu melawan enzim yang merusak tulang rawan.

Adanya sifat antiradang di dalam bawang putih juga dapat mencegah badai sitokin sebagai efek peradangan tingkat lanjut.

Bawang putih juga dianggap sebagai 'obat' penuaan dini.

Bumbu dapur ini pun bisa membantu untuk merangsang sirkulasi darah di dalam tubuh, lho!

9. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan mengandung kalsium, magnesium, seng, vitamin E, dan serat yang tinggi.

Makanan untuk pengapuran tulang ini juga mengandung asam alfa-linolenat (ALA).

Karenanya, kacang dapat membantu menjaga kesehatan tulang.

Selain itu, kacang-kacangan juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, lho!

Jenis kacang yang dianjurkan, misalnya almond, hazelnut, kacang tanah, pecan, pistachio, dan walnut..

10. Buah Ceri

Manfaat Ceri

Foto: Manfaat Ceri (Pexels.com)

Ceri dapat membantu mengurangi frekuensi serangan asam urat.

Tak menutup kemungkinan, buah ceri juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah perburukan penyakit pengapuran tulang.

Manfaat ini berkat adanya kandungan anthocyanin yang memiliki efek antiradang.

Moms tidak terlalu menyukai ceri? Tenang, tidak perlu khawatir.

Kebaikan antosianin juga bisa Moms temukan pada buah lain, seperti stroberi, raspberry, blueberry, dan blackberry.

Baca juga: 5 Resep Bubur Kacang Hijau, Cocok untuk Hangatkan Tubuh

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari

Tulang Ekor Sakit

Foto: Tulang Ekor Sakit (Orami Photo Stocks)

Moms yang mengalami pengapuran tulang juga harus menghindari beberapa jenis asupan.

Sebab, terdapat beberapa jenis asupan yang dapat memperburuk gejala penyakit tersebut.

Nah, berikut ini daftar minuman dan makanan yang harus dihindari oleh Moms yang mengalami pengapuran tulang:

1. Minuman Ringan

Gula olahan dapat mendorong pelepasan sitokin, yang bertindak sebagai pembawa pesan peradangan dalam tubuh.

Gula olahan umumnya dapat ditemukan dalam jumlah tinggi pada minuman ringan, seperti soda.

Pastikan untuk menghindari minuman ringan (soft drink) agar pengapuran tidak semakin parah.

2. Makanan dengan Lemak Jenuh

Makanan tinggi lemak jenuh, seperti piza dan daging merah, dapat menyebabkan peradangan jaringan lemak.

Karenanya, jenis makanan ini dapat memperburuk gejala radang sendi.

Selain itu, mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh juga bisa meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung, lho!

3. Karbohidrat Olahan

Karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih, dan keripik kentang, memicu produksi oksidan advanced glycation end (AGE).

Hal ini dapat merangsang peradangan dalam tubuh.

Sebaiknya dihindari agar gejala pengapuran tulang tidak kambuh kembali.

Baca juga: 10+ Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi dan Sehat, Salah Satunya Mangga!

Pentingnya Gaya Hidup Sehat untuk Pengapuran Tulang

Gaya Hidup Sehat

Foto: Gaya Hidup Sehat (Orami Photo Stocks)

Perubahan gaya hidup merupakan cara paling ampuh dalam mengendalikan gejala pengapuran tulang.

Mengganti jenis makanan harian juga dapat membantu mengurangi gejala penyakit tersebut.

Berikut manfaat dan pentingnya menjaga gaya hidup sehat sebagai penderita pengapuran tulang:

1. Mengurangi Peradangan dan Mencegah Kerusakan

Diet yang seimbang dan bergizi akan memberi tubuh alat yang dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada sendi.

Beberapa makanan diketahui dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, dan mengikuti pola makan sehat dapat memperbaiki gejala.

Makan antioksidan yang cukup, termasuk vitamin A, C, dan E, juga dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada sendi.

2. Menurunkan kolesterol

Moms yang menderita pengapuran tulang lebih cenderung memiliki kolesterol dan darah tinggi.

Menariknya, menerapkan gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan tertentu dapat mengurangi kolesterol.

Secara tak sadar, manfaat tersebut dapat memperbaiki gejala penyakit pengapuran tulang.

3. Menjaga Berat Badan Stabil

Kelebihan berat badan dapat memberi tekanan ekstra pada persendian.

Simpanan lemak berlebih dalam tubuh, dapat menyebabkan peradangan lebih lanjut.

Mempertahankan berat badan yang sehat dapat mengurangi gejala pengapuran tulang.

Baca juga: Tulang Lutut Bergeser, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Demikian daftar makanan untuk pengapuran tulang yang perlu Moms ketahui.

Jika terdapat keraguan dalam diri Moms, tidak perlu sungkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, ya!

(Partnership)

  • https://www.webmd.com/osteoarthritis/osteoarthritis-diet
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoarthritis/symptoms-causes/syc-20351925
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322603
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28507182/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5905611/