Kesehatan

23 Februari 2021

Menopause Dini, Cari Tahu Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Menopause dini adalah kondisi yang bisa dialami wanita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Berbicara tentang menopause dini, mungkin akan muncul rasa kekhawatiran di dalam diri Moms.

Menopause artinya berakhirnya siklus menstruasi secara alami, yang pasti dialami wanita dalam rentang usia tertentu.

Umumnya, rata-rata seorang wanita mencapai usia menopause adalah 51 tahun.

Sebelumnya, wanita akan mengalami perimenopause atau periode penurunan hormon reproduksi alami, yang dimulai pada usia 40-an, tetapi dapat juga terjadi pada pertengahan 30-an.

Gejalanya, siklus menstruasi yang tidak teratur dan terjadi hot flashes.

Namun, faktanya menopause bisa terjadi lebih awal dari usia 51 tahun, yang disebut menopause dini.

Lebih lengkap, dr. Zeissa Rectifa Wismayanti, Sp. OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya sendiri menjelaskan bahwa umumnya seorang wanita akan mengalami menopause rata-rata saat usia menginjak 50 tahun.

Namun, seorang wanita juga dapat mengalami menopause dini, yaitu sebelum usia 40 tahun yang biasanya disebabkan oleh genetik (keturunan), penyakit (contohnya penyakit autoimun seperti lupus atau graves), ataupun suatu tindakan medis (pasca kemoterapi, radiasi, atau operasi pada indung telur).

Jadi, karena penyebab menopause awal bisa beragam, sebaiknya pahami agar bisa mengetahui cara pencegahannya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya lewat artikel ini.

Baca Juga: Alami Menopause Dini, Lakukan 5 Hal Ini

Penyebab Menopause Dini

Menopause Dini, Apa Penyebabnya-1.jpg

Foto: romper.com

Penelitian yang dilakukan oleh Annals of Medical and Health Sciences Research menyebutkan bahwa menopause dini dialami 1% wanita di bawah usia 40 tahun.

Wanita yang mengalami menopause dini punya risiko kematian prematur, penyakit neurologi, disfungsi psikoseksual, kelainan mood, osteoporosis, dan infertilitas.

Ada banyak penyebab menopause dini yang sebaiknya Moms waspadai.

1. Genetik

Melansir dari Healthline, faktor genetik sering disebut-sebut sebagai penyebab menopause lebih awal.

Coba cari tahu kapan ibu Moms mulai menopause, karena bila mengalami menopause lebih awal, berarti besar kemungkinan Moms juga akan mengalami menopause dini.

2. Gaya Hidup

Beberapa kebiasaan dalam gaya hidup dapat memengaruhi waktu menopause. Merokok memiliki efek anti-estrogen yang bisa memicu menopause di awal.

Penelitian dari jurnal Nature Genetics menyebutkan bahwa orang yang merokok setiap hari lebih mungkin berisiko mengalami menopause dini.

Wanita yang merokok bisa menopause 1-2 tahun lebih awal dibanding wanita yang tidak merokok.

Baca Juga: 4 Tanda Perimenopause yang Perlu Diketahui

3. Indeks Massa Tubuh

Indeks massa tubuh (BMI) yang rendah juga menjadi faktor penyebab menopause dini. Alasannya, estrogen disimpan dalam jaringan lemak.

Nah, wanita yang sangat kurus memiliki lebih sedikit simpanan estrogen, sehingga berisiko alami menopause lebih awal.

Pola makan vegetarian, tidak olahraga, dan jarang terekspos sinar matahari juga dapat menyebabkan kondisi.

4. Penyakit Autoimun

Beberapa penyakit nyatanya juga berisiko menyebabkan menopause lebih awal seperti penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Dalam penyakit autoimun, sistem imun mengira bagian tubuh sebagai salah satu pengganggu dan kemudian menyerangnya.

Akibatnya, ovarium bisa terserang oleh penyakit autoimun tersebut. Menopause akan dimulai saat ovarium berhenti bekerja.

5. Epilepsi

Penyakit epilepsi sering juga dikaitkan dengan menopause dini.

Studi dari Official Journal of the International League Against Epilepsy mengungkapkan gangguan kejang yang berasal dari otak ini cenderung alami kegagalan ovarium prematur, yang akhirnya menjadi penyebab menopause dini.

Baca Juga: Seks Saat Menopause Tetap Nikmat dengan 5 Cara Ini

Gejala Menopause Dini yang Perlu Dipahami

menopause dini-gejala

Foto: Orami Photo Stock

Menopause dini atau kegagalan ovarium prematur dapat dialami wanita yang berusia sebelum 40 tahun.

Kondisi ini terjadi ketika indung telur wanita berhenti bekerja sebelum berusia 40 tahun.

Meskipun jarang terjadi, menopause dini adalah hal yang ditakutkan oleh pada wanita. Bagaimana tidak, ketika wanita mengalami menopause maka artinya ia sudah tidak subur lagi.

Sementara itu, dr. Zeissa menjelaskan bahwa gejala menopause awal antara lain adalah menstruasi yang tidak teratur dengan siklus yang memanjang (bisa saja dalam beberapa bulan tidak menstruasi), perdarahan menstruasi yang lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya, mengalami hot flashes (sensasi hangat seketika pada bagian tubuh atas), vagina yang kering, perubahan mood, sulit tidur, dan penurunan hasrat seksual.

Jika terdapat tanda gejala tersebut sebelum usia 40 tahun, maka sebaiknya menemui dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Dokter akan memastikan diagnosis menopause dini dengan beberapa pemeriksaan untuk menilai fungsi indung telur.

Menopause dini tidak dapat dicegah dengan pengobatan atau perawatan tertentu.

Meskipun demikian, ada beberapa cara untuk mengatasi gejala yang mungkin timbul, seperti terapi sulih hormon (TSH), pil kontrasepsi, dan lain sebagainya.

Senada dengan pernyataan dr. Zeissa, menurut American Society of Reproductive Medicine, wanita yang mengalami kondisi ini tetap dapat mengalami kemungkinan hamil dibantu dengan teknologi IVF atau bayi tabung.

Gejala dari menopause yang terjadi di awal tidak hanya terbatas pada menstruasi yang tidak teratur dan mengalami perubahan terkait hormon.

Lengkapnya, gejala menopause dini adalah:

1. Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur

Menopause Dini, Apa Penyebabnya-2.jpg

Foto: express.co.uk

“Ketika wanita mengalami penuaan ovarium, ovulasi sering terjadi lebih awal dalam siklus. Periode mulai datang sedikit lebih awal, dan siklusnya menjadi lebih pendek, serta tidak teratur,” ungkap Alan B. Copperman, direktur divisi endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Mount Sinai Hospital.

Ketika siklus menstruasi terjadi tidak teratur memang banyak penyebabnya, sebaiknya Moms segera konsultasikan pada dokter untuk mengetahui diagnosis yang tepat.

Baca Juga: Seks Saat Menopause, Masihkah Terasa Nikmat?

2. Hot Flashes

Menopause Dini, Apa Penyebabnya-3.jpg

Foto: aarp.org

Kondisi ini sering disebut juga semburan panas. Wanita yang alami menopause dini dapat mengalami hot flashes sekali sehari, beberapa jam sekali atau lebih sering lagi.

Untuk meringankan gejala ini, bisa dilakukan beberapa hal seperti terapi hormon atau jenis obat-obatan tertentu.

Hot flashes dapat mengganggu kenyamanan saat ingin tidur di malam hari, padahal tidur yang berkualitas dibutuhkan agar tubuh tetap sehat.

Namun, Moms sebaiknya tidak mengonsumsi obat tidur ya.

“Pada beberapa kasus, wanita lebih sulit tidur ketika alami menopause dan minum obat tidur. Hal ini tidak dianjurkan karena pil tidur menghambat produksi hormon,” ungkap Dr. Pansak Sugkraroek, dokter kandungan dari Thailand.

Cobalah minum teh chamomile atau teh rempah-rempah lainnya untuk membuat tubuh lebih rileks, sehingga lebih mudah terlelap.

Moms juga bisa membuat suasana kamar tidur lebih terasa nyaman dengan lilin aromaterapi.

3. Vagina Terasa Kering

Menopause Dini, Apa Penyebabnya-4.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Moms, hormon estrogen memegang peran penting dalam mempertahankan pelumasan alami di vagina.

Ketika kadar estrogen menurun saat menopause dini, maka dapat terjadi kekeringan pada vagina.

Kondisi ini bisa membuat hubungan intim dengan suami menjadi tidak nyaman, maka itu tidak ada salahnya berbicara dengan dokter tentang hal ini.

Selain gejala utama di atas, Moms bisa mengalami perubahan suasana hati saat alami menopause lebih awal.

Moms juga mengalami tidur yang tidak nyenyak. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar memahami cara menghadapinya.

Mengalami menopause dini pun seringkali menimbulkan dampak emosional.

Tak hanya itu, bagi perempuan yang mengalami kondisi ini dan belum memiliki anak atau masih ingin menambah momongan pastilah akan timbul rasa kecewa karena dirinya tak bisa hamil.

Tidak hanya sampai sana, menopause prematur pun bisa memberikan dampak dari segi kesehatan.

Hal itu dikarenakan, ketika seorang perempuan berhenti menstruasi, berarti aka nada peningkatan pada risiko terkena penyakit jantung, osteoporosis, dan juga kanker payudara.

Jadi, jika Moms mengalami tanda-tanda menopause diri, sebaiknya cobalah untuk langsung berkonsultasi pada dokter.

Karena hal tersebut bisa memberikan dampak pada kesehatan, biasanya dokter akan menyarankan untuk terapi hormon setidaknya sampai berada di usia menopause normal.

Lalu, agar mendapatkan kesehatan mental yang stabil, beberapa perempuan pun mungkin akan memerlukan sesi konsultasi dengan psikolog atau bergabung dengan support group tertentu.

Tentu saja hal itu sangat direkomendasikan bila terlihat dampak emosional menopause dini yang dialami terasa sangat berat.

Hal yang terpenting adalah jangan merasa malu dan menyimpan beban ini sendirian. Cobalah untuk terbuka dengan orang lain karena ada banyak orang yang juga mengalami situasi yang sama.

Baca Juga: 5 Cara Alami untuk Mengurangi Gejala Menopause

Cara Mencegah Terjadinya Menopause Dini

cara mencegah Menopause Dini

Foto: Orami Photo Stock

Bukannya tidak mungkin, sebenarnya sebagian kasus menopause dini sendiri bisa dihindari.

Ada beberapa langkah yang bisa Moms lakukan untuk mencegah, atau menundanya.

Meski memang sebagian kasus menopause prematur tidak bisa dihindari, namun dengan gaya hidup yang sehat, Moms bisa menunda datangnya menopause dini.

Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi tersebut;

  1. Berhenti merokok sesegera mungkin
  2. Menjaga berat badan pada kisaran berat yang sehat
  3. Ganti produk perawatan kulit dengan produk perawatan kulit alami bebas hormone
  4. Melakukan kegiatan olahraga secara teratur dan konsisten
  5. Selalu mengonsumsi makanan sehat serta bergizi tinggi
  6. Hindari untuk mengonsumsi makanan olahan

Nah, bagaimana informasi dari Orami terkait menopause dini atau yang juga dikenal dengan menopause premature nih, Moms?

Jika Moms atau Dads memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan lupa untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait