3-12 bulan

27 April 2021

Radang Telinga Tengah pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah

Pahami tanda-tanda anak mengalami radang telinga tengah berikut ini.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Ada banyak gangguan yang dapat menyerang telinga anak, salah satunya adalah radang telinga tengah. Kondisi ini disebut juga dengan otitis media.

Secara garis besar, menurut Johns Hopkins Medicine, otitis media adalah peradangan atau infeksi yang terjadi di telinga tengah. Kondisi ini dapat terjadi akibat dari flu, sakit tenggorokan, atau infeksi saluran pernapasan.

Jika beberapa hari ini Si Kecil sedang terlihat rewel dan sering berusaha meraih telinganya, maka ada baiknya Moms segera membawanya untuk diperiksa dokter. Pasalnya, bukan tidak mungkin Si Kecil mengalami radang telinga bagian tengah.

Lantas, apakah kondisi ini berbahaya? Sebaiknya, simak informasi penting terkait tentang radang telinga tengah berikut ini, ya!

Baca Juga: Konsumsi MSG Sebabkan Radang Amandel pada Anak? Begini Kata Dokter Spesialis THT!

Mengenal Jenis Radang Telinga Tengah pada Anak

Mengenal Jenis Radang Telinga Tengah pada Anak.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Radang telinga tengah, atau otitis media sebenarnya dapat menyerang orang dewasa, tapi seringnya kondisi ini terjadi pada anak-anak.

Dilansir dari Stanford Children's Health, sebanyak 80 persen anak-anak berusia kurang dari 3 tahun pernah mengalami setidaknya satu kali mengalami infeksi telinga tengah ini.

Radang telinga tengah ini menyebabkan (kemerahan dan bengkak) dan membuat terjadinya. penumpukan cairan di gendang telinga. Tentunya, anak-anak yang mengalami otitis media akan merasa sangat tidak nyaman sehingga mereka akan cenderung rewel.

Nah, Moms harus memahami pula beberapa jenis dari otitis media, yaitu:

  • Otitis media akut. Radang telinga tengah ini terjadi secara tiba-tiba sehingga menyebabkan pembengkakan dan kemerahan. Cairan dan lendir terperangkap di dalam telinga, sehingga menyebabkan anak mengalami demam dan sakit telinga.
  • Otitis media dengan efusi. Cairan (efusi) dan lendir terus menumpuk di telinga tengah setelah infeksi awal mereda. Anak mungkin akan merasa penuh di dalam telinga. Kondis ini dapat memengaruhi pendengarannya atau mungkin tidak ada gejala.
  • Otitis media kronis dengan efusi. Cairan tetap berada di telinga tengah untuk waktu yang lama atau sering kambuh, meskipun tidak ada infeksi. Kondisi ini dapat mengakibatkan kesulitan melawan infeksi baru dan memengaruhi pendengaran anak.

Itulah beberapa jenis otitis media yang perlu dipahami. Lalu, sebenarnya apa saja gejala yang terjadi ketika Si Kecil mengalami radang telinga tengah? Simak ulasan berikutnya, ya!

Gejala Radang Telinga Tengah pada Anak

Selain membuat rasa tidak nyaman, ada beberapa gejala radang telinga tengah pada anak yang perlu Moms pahami. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, berikut ini gejala radang telinga tengah:

1. Sakit Telinga

Sakit Telingajpg

Foto: Orami Photo Stock

Gejala radang telinga tengah ini paling terlihat jelas pada anak-anak dan orang dewasa. Bagi anak yang masih berusia dini dan belum dapat berbicara, ia umumnya akan menunjukkan tanda-tanda, seperti menggosok atau menarik-narik telingat, lebih sering menangis, rewel, sulit tidur, dan mudah tersinggung.

2. Kehilangan Nafsu Makan

Kehilangan Nafsu Makan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Gejala radang telinga tengah ini akan sangat terlihat pada anak-anak, terutama saat diminta untuk menyusu dengan botol.

Tekanan di telinga tengah akan berubah saat anak menelan, yang menyebabkan rasa sakit dan berkurangnya keinginan untuk makan atau menyusu.

3. Demam

Demam.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Anak-anak yang mengalami otitis media atau radang telinga tengah dapat mengalami demam, yang akan membuat mereka merasa tidak nyaman. Pada beberapa kasus, gejala ini juga disertai dengan muntah, mual, dan diare.

Baca Juga: Normalkah Demam Anak Naik Turun Selama 5 Hari? Ini Jawaban Menurut Ahli!

4. Kualitas Tidur yang Buruk

ualitas Tidur yang Buruk.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Radang telinga tengah pada anak juga akan menyebabkan kualitas tidur memburuk. Hal ini terjadi karena ketika anak berbaring, maka tekanan di telinganya akan membuat tidak nyaman. Akhirnya, ia menjadi lebih rewel karena merasa kesakitan.

5. Drainase dari Telinga

Drainase dari Telinga

Foto: Orami Photo Stock

Cairan kuning, cokelat, atau putih yang bukan kotoran telinga dapat merembes dari telinga. Gejala ini dapat menjadi tanda bahwa gendang telinga telah pecah. Jika Si Kecil mengalami kondisi ini, ada baiknya Moms segera memeriksakan ke dokter spesialis THT, ya!

6. Kesulitan Mendengar

Kesulitan Mendengar.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tulang telinga tengah terhubung ke saraf yang mengirimkan sinyal listrik (sebagai suara) ke otak.

Cairan di belakang gendang telinga memperlambat pergerakan sinyal listrik ini melalui tulang telinga bagian dalam. Untuk itu, gejala radang telinga tengah juga meliputi kesulitan untuk mendengar.

Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa tanda otitis media pada anak yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Gejala otitis media berlangsung lebih dari satu hari.
  • Gejala muncul pada anak yang berusia kurang dari 6 bulan.
  • Sakit telinga parah.
  • Waktu tidur anak menjadi terganggu.
  • Si Kecil mudah tersinggung setelah pilek atau infeksi saluran pernapasan atas lainnya.
  • Keluarnya cairan, nanah, atau cairan berdarah dari telinga.

Perhatikan tanda-tanda tersebut ya, Moms, agar Si Kecil segera mendapatkan diagnosis dan perawatan yang akurat dari dokter.

Baca Juga: Tak Selalu Karena Infeksi, Ini 5 Penyebab Telinga Bayi Berair

Apa Penyebab Radang Telinga Tengah?

Apa Penyebab Radang Telinga Tengah?.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Berbicara tentang radang telinga tengah, pasti Moms penasaran apa yang menjadi penyebabnya. Begini, Moms. Umumnya, radang telinga tengah terjadi saat pilek, yang menyebabkan terbentuknya mokus di bagian telinga tengah.

Kondisi ini menyebabkan tabung Eustachi (tabung tipis yang membentang dari telinga tengah ke bagian belakang hidung) membengkak atau tersumbat.

Artinya, mokus tidak bisa mengalir dengan benar sehingga memudahkan infeksi menyebar ke bagian telinga tengah. Adenoid (jaringan lunak di bagian belakang tenggorokan) juga membesar hingga menghalangi tabung Eustachius. Adenoid bisa diangkat jika menyebabkan infeksi telinga yang persisten atau terlalu sering.

Nah, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan faktor risiko radang telinga tengah pada anak atau orang dewasa. Di antaranya, yaitu:

  • Riwayat keluarga. Ternyata ada kecenderungan terkena infeksi telinga dapat diturunkan dalam keluarga.
  • Anak-anak yang berada di lingkungan perokok atau dekat dengan perokok lebih berisiko mengalami infeksi telinga, termasuk radang telinga tengah.
  • Bibir sumbing, cacat lahir di mana anak memiliki celah pada bagian atap mulutnya juga meningkatkan risiko radang telinga tengah.
  • Down syndrome, yaitu kondisi genetik yang umumnya menyebabkan sejumlah tingkat ketidakmampuan belajar dengan ciri khas fitur fisik.
  • Alergi. Alergi menyebabkan peradangan (pembengkakan) pada saluran hidung dan saluran pernapasan bagian atas, yang dapat memperbesar kelenjar gondok.
  • Bayi yang minum dari botol, terutama sambil berbaring, cenderung lebih berisiko untuk mengalami infeksi telinga daripada bayi yang diberi ASI.
  • Memiliki penyakit kronis. Seseorang dengan penyakit kronis (jangka panjang) lebih mungkin mengalami infeksi telinga, terutama pasien dengan defisiensi imun dan penyakit pernapasan kronis, seperti fibrosis kistik dan asma.

Pada kebanyakan kasus, radang telinga tengah sebenarnya bisa diatasi. Namun, apabila Moms mengabaikan gejala yang ada dan tidak segera memeriksakan ke dokter, maka bisa terjadi komplikasi berbahaya.

Berikut ini efek jangka panjang dari otitis media yang tidak segera diobati. Kondisi ini bisaterjadi pada salah satu atau kedua telinga, yaitu:

  • Infeksi di bagian kepala lainnya.
  • Gangguan pendengaran permanen.
  • Memiliki masalah atau keterlambatan dalam perkembangan bicara dan bahasa.

Baca Juga: 5 Cara Alami Mengatasi Infeksi Telinga Bayi

Bagaimana Cara Mencegah Radang Telinga Tengah?

Bagaimana Cara Mencegah Radang Telinga Tengah?.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Radang telinga tengah atau otitis media sebenarnya tidak bisa benar-benar dicegah. Meskipun demikian, Moms bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk melindungi Si Kecil dari bahaya radang telinga tengah:

  • Lakukan vaksinasi terbaru, terutama vaksin pneumkokus dan vaksin DTP/IPV/Hib.
  • Jauhkan Si Kecil dari lingkungan yang sudah terkontaminasi asap rokok atau lingkungan perokok.
  • Hindari kontak langsung dengan anak-anak lain yang terserang infeksi atau sedang sakit.
  • Utamakan pemberian ASI, terutama pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun.
  • Jangan memberikan makan atau ASI maupun sufor saat Si Kecil dalam kondisi berbaring.
  • Setelah Si Kecil berusia 6-12 bulan, jangan izinkan minum menggunakan dot.

Meskipun kondisi otitis media dampaknya memang sangat mengganggu Si Kecil, namun radang telinga tengah jarang membutuhkan pengobatan maupun tindakan lainnya. Mengingat daya tahan tubuh biasanya mampu mengatasi kondisi ini. Terkecuali jika kondisinya tergolong parah.

Baca Juga: Mengenal Tes OAE, Tes Pendengaran untuk Bayi Baru Lahir

Pastinya kendati mungkin tidak membutuhkan penanganan khusus, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai radang telinga tengah yang dialami oleh Si Kecil.

Hindari menunda-nunda waktu untuk periksa ke dokter. Selain itu, jangan pernah sembarangan memberikan antibiotik pada Si Kecil ya, Moms.

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8613-ear-infection-otitis-media
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/otitis-media
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/symptoms-causes/syc-20351616
  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=otitis-media-middle-ear-infection-90-P02057
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait