Di atas 5 tahun

26 Februari 2019

Kenali Tanda dan Dampak Anak Kurang Gizi

Kekurangan gizi dapat menyebabkan beberapa kelainan, baik fisik maupun perilaku
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (mentari.delita)
Disunting oleh (mentari.delita)

Nutrisi yang baik sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak, terutama selama tahun-tahun awal kehidupannya. Makanan bergizi bukan hanya penting untuk pertumbuhan, tapi juga untuk perkembangan otak dan organ vital lainnya Moms.

Karena itu, penting bagi Momsuntuk selalu memenuhi kebutuhan vitamin, kalsium, zat besi, lemak, dan karbohidrat untuk memastikan perkembangan anak.

Kekurangan Gizi pada Anak

gizi

Kondisi malnutrisi atau gizi buruk merupakan kondisi ketika anak tidak menerima nutrisi penting, mineral, dan kalori yang membantu perkembangan organ vital dalam jumlah yang memadai.

Nutrisi penting bagi anak untuk menjalani hidup yang bebas penyakit dan sehat. Kekurangan nutrisi yang cukup dapat menyebabkan beberapa kelainan, baik fisik maupun perilaku.

Baca Juga: Yuk, Berikan Gizi Anak Sesuai Usianya

Abby Sauer, MPH, RD, ahli nutrisi dari Amerika Serikat, mengatakan bahwa malnutrisi terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan nutrisi yang tepat untuk menjalani kehidupan yang sehat. Baik itu dari tidak makan cukup atau makan terlalu banyak. 

"Kurang gizi menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita dan jika itu berlangsung lama, bisa berdampak signifikan pada kesehatan," kata Sauer.

Malnutrisi dan kelaparan tidak sama meskipun keduanya mungkin berhubungan. Kelaparan dirasakan saat perut dalam keadaan kosong sedangkan kekurangan gizi adalah kekurangan nutrisi yang cukup.

Anak-anak yang kurang gizi dapat rentan terhadap penyakit yang mengakibatkan pertumbuhan terhambat serta penyakit kronis.

Penyebab Malnutrisi pada Anak

gizi2

Dikutip dari Healthline.com, Ahli Nutrisi Elizabeth Streit MS, RDN, LD, mengatakan bahwa malnutrisi merupakan masalah besar di seluruh dunia yang bisa berdampak pada lingkungan, ekonomi, hingga kondisi kesehatan.

"WHO memperkirakan sebanyak 460 juta orang dewasa dan 150 juta anak-anak mengalami gizi buruk," ungkap Streit.

Angka tersebut tentu sangat besar dan bisa memberikan dampak yang luar biasa. Ada beberapa hal yang menyebabkan seorang anak kekurangan gizi. Apa saja? Berikut daftarnya!

1. Pola Makan Tidak Sehat

Kurangnya asupan makanan yang cukup dapat menyebabkan kekurangan nutrisi yang diperlukan. Hal ini mengakibatkan kurangnya gizi anak. Makanan yang mengandung bahan yang tidak bisa dicerna dan berbahaya dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan yang menyebabkan kekurangan gizi.

2. Makan Tidak Teratur

Tidak mengonsumsi makanan pada waktu yang tepat dan interval teratur dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan kekurangan gizi.

3. Gangguan Pencernaan

Beberapa anak mungkin memiliki gangguan pencernaan seperti penyakit Crohn yang membatasi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi meskipun makanan sehat dikonsumsi.

Baca Juga: 3 Bahan Makanan Simpel Ini Ternyata Sehat dan Bergizi

4. Kurang Asupan ASI

Menyusui bayi yang baru lahir sangat penting karena ASI memberikan nutrisi penting kepada bayi yang merupakan dasar untuk perkembangan anak. Kurangnya ASI dapat menyebabkan anak kekurangan gizi.

5. Kurang Aktivitas Fisik

Kurangnya aktivitas fisik yang cukup dapat memperlambat proses pencernaan yang mengarah ke kekurangan gizi.

Malnutrisi lainnya pada anak di bawah lima tahun juga dapat disebabkan karena kelahiran prematur, muntah berlebihan atau diare, kelainan jantung sejak lahir dan penyakit jangka panjang lainnya.

Tanda Dan Gejala Kekurangan Gizi pada Anak

gizi3

Sebenarnya tanda dan gejala malnutrisi pada bayi dan anak-anak tergantung pada jenis kekurangan gizi yang dimiliknya. Namun beberapa tanda dan gejala malnutrisi yang mudah dikenali, antara lain:

  • Kelelahan
  • Sifat lekas marah
  • Sistem kekebalan tubuh yang buruk meningkatkan kerentanan infeksi
  • Kulit kering dan bersisik
  • Pertumbuhan terhambat
  • Perut kembung
  • Waktu pemulihan yang lebih lama dari luka, infeksi, dan penyakit
  • Massa otot berkurang
  • Perkembangan perilaku dan intelektual yang lambat
  • Gangguan fungsi mental dan masalah pencernaan

Dampak Kekurangan Gizi pada Anak

gizi4

“Mengidentifikasi malnutrisi dan melakukan intervensi dini adalah kunci untuk menjaga anak mengurangi komplikasi,” kata Sauer.

Malnutrisi dapat memiliki efek jangka panjang pada anak-anak jika tidak didiagnosis dan diobati tepat waktu. Berikut ini adalah dampak dari kekurangan gizi pada anak:

1. Stunting

Stunting atau kerdil adalah salah satu efek jangka panjang dari kekurangan gizi pada anak-anak. Malnutrisi dapat membatasi kemampuan anak untuk tumbuh secara normal membatasi tinggi dan berat anak.

Pertumbuhan yang terhambat bisa bersifat permanen dan tidak dapat diubah. Stuntig juga bukan sekadar gagal tumbuh, tapi juga gangguan perkembangan otak sehingga anak tumbuh dengan IQ rendah.

Baca Juga: Anak Kena Stunting atau Pendek karena Gizi Buruk Picu Penyakit Degeneratif Saat Dewasa

2. Marasmus

Kekurangan energi-protein yang parah yang dapat menyebabkan kekurangan gizi. Marasmus juga dikenal sebagai kekurangan energi dan ditandai dengan penurunan berat badan yang parah, kulit tipis, rambut rontok, serta kelelahan.

3. Kwashiorkor

Kwashiorkor juga merupakan hasil dari kekurangan protein-energi yang parah. Ruam, retensi air, rambut rapuh, dan perut buncit adalah beberapa gejala dari kondisi ini. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan koma dan kematian.

Tak hanya itu, malnutrisi pada anak-anak juga dapat menyebabkan kondisi seperti anemia, tulang lemah, sistem kekebalan tubuh lemah, penyakit kudis atau kegagalan organ tergantung pada nutrisi yang kurang.

Ternyata banyak sekali dampak malnutrisi ya Moms. Jiak Si Kecil menunjukkan tanda-tanda malnutrisi, Moms sebaiknya segera membawanya ke dokter untuk menjalani pemeriksaan.

(MDP)

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait